Tiga Sektor Pajak di Sumsel Gagal Tembus Target 2025, Daya Beli dan Aturan Baru Jadi Kendala

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda Sumsel, Ahmad Rizwan. (Foto: Ist)

Kepala Bapenda Sumsel, Ahmad Rizwan. (Foto: Ist)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan menyoroti tiga sektor pajak daerah yang belum berhasil mencapai target 100 persen pada tahun anggaran 2025.

Penurunan daya beli masyarakat hingga penyesuaian regulasi baru diidentifikasi sebagai faktor utama penghambat capaian tersebut.

Kepala Bapenda Sumsel, Achmad Rizwan, menyebut ketiga sektor yang meleset dari target tersebut adalah Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Alat Berat, dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Rizwan menyampaikan jika pada sektor BBNKB, realisasi tercatat belum maksimal akibat lesunya pasar otomotif.

“BBNKB tidak tercapai disebabkan daya beli masyarakat yang menurun terhadap pembelian kendaraan baru. Secara nasional penjualan kendaraan memang mengalami penurunan, termasuk juga di wilayah Sumatera Selatan,” ungkap Achmad Rizwan di Palembang, Jum’at (2/1/2025).

Kemudian, jendala berbeda terjadi pada sektor Pajak Alat Berat. Sektor ini merupakan instrumen pajak baru yang baru saja diimplementasikan pada tahun 2025.

Ia mengakui bahwa sebagai kebijakan baru, proses di lapangan masih menghadapi tantangan administratif.

“Pajak Alat Berat merupakan pajak daerah yang baru diterapkan di tahun 2025. Karena itu, sektor ini masih perlu disosialisasikan lebih lanjut dan memerlukan penyesuaian terkait aturan yang berlaku di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Opsen MBLB, capaian yang belum memenuhi target disebabkan oleh skema pemungutannya.

Sebagai pajak opsen, realisasinya sangat bergantung pada efektivitas penerimaan pajak MBLB yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Meskipun secara akumulatif total pajak daerah Sumsel mencapai angka memuaskan di 102,46 persen, Bapenda berkomitmen untuk tidak mengabaikan sektor-sektor yang masih berada di bawah target tersebut.

Ia menegaskan bahwa catatan merah pada ketiga sektor ini akan menjadi bahan kajian serius untuk memperbaiki performa pendapatan daerah pada periode mendatang.

“Capaian tahun 2025 ini, baik yang tercapai dan yang belum tercapai, akan menjadi bahan evaluasi mendalam kami untuk penguatan strategi pemungutan di tahun 2026,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-76 Sumsel, Wyndham Opi Hotel Palembang Tawarkan Paket Menginap Spesial dengan Sajian Kuliner Gratis
Sarasehan Forkopimda Sumsel, Kapolda Tegaskan Polri Tidak Ambil Alih, Tapi Percepat Solusi
Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah
Respons Kilat Polrestabes Palembang Tangani Kasus Pecah Kaca Mobil di Ilir Barat I
Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang
Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian
Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:52 WIB

Rayakan HUT ke-76 Sumsel, Wyndham Opi Hotel Palembang Tawarkan Paket Menginap Spesial dengan Sajian Kuliner Gratis

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Sarasehan Forkopimda Sumsel, Kapolda Tegaskan Polri Tidak Ambil Alih, Tapi Percepat Solusi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:45 WIB

Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:41 WIB

Respons Kilat Polrestabes Palembang Tangani Kasus Pecah Kaca Mobil di Ilir Barat I

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:51 WIB

Berita Terbaru

Kota Palembang

Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:45 WIB