Terungkap, Cuaca Dingin di Sumsel Disebabkan Fenomena Aphelion

- Redaksi

Kamis, 15 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas 1 Palembang, Nandang Pangaribowo. (Photo: Reza Mardiansyah)

Kordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas 1 Palembang, Nandang Pangaribowo. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Cuaca dingin dalam satu pekan ini menyelimuti wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Palembang. Ternyata, hal ini terjadi karena jarak Bumi saat ini berada pada titik terjauh dari Matahari atau yang biasa disebut Fenomena Aphelion.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi kelas 1 Palembang, Nandang Pangaribowo menjelaskan, fenomena alam Aphelion ini lumrah terjadi setiap tahunnya. Aphelion tidak bisa dilihat secara langsung karena bukan fenomena kenampakan objek langit.

“Perputaran Bumi terhadap Matahari itu tidak bulat, di mana saat Bumi menjadi lebih dekat dengan Matahari dan ada juga di mana saat Aphelion, jarak Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari,” kata Nandang, Kamis (15/7/2021).

Menurut Nandang, dampak dari fenomena ini tidak signifikan terhadap Bumi. Apalagi, saat ini tengah berlangsung musim Kemarau, karena biasanya angin musim Australia membawa angin kering dan sifatnya dingin.

“Sehingga memang untuk Indonesia Bagian Barat, khususnya angin yang bertiup dari Selatan pulau Jawa hingga sampai Pulau Sumatera, diperkirakan akan merasakan angin musim Australia tersebut, dengan suhu yang lebih dingin dari biasanya,” ungkapnya.

Nandang memperkirakan efek dari Aphelion ini akan terjadi sepanjang musim kemarau. Jika untuk wilayah Sumsel,bfenomena ini diperkirakan berlangsung dari Juli hingga Agustus 2021.

Ditambahkanya, saat ini Sumsel tengah terjadi peningkatan curah hujan karena aktifnya Medden Julian Oscillation (MJO). MJO yang aktif mengakibatkan suhu muka laut di wilayah Samudra Hindia meningkatnya, hingga curah hujan di wilayah Indonesia Bagian Barat pun turut meningkat.

“Fenomena MJO itulah yang saat ini sedang aktif dan meningkatkan curah Hujan di Sumsel,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Pimpin Penghijauan di Aspol, Kapolres OKU Timur Tanam Ratusan Pohon Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Laporan Warga Berbuah Penindakan, Polisi Amankan Pria Pembawa Senpi Rakitan di Muara Enim
Implementasikan Perda No. 2/2020, Disnakertrans Muba Bawa Surat Resmi Bupati ke Medco Energi Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Hari Bhayangkara ke-80, 32 Tim Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Muba Cup

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:19 WIB

Pimpin Penghijauan di Aspol, Kapolres OKU Timur Tanam Ratusan Pohon Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:21 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:06 WIB

Laporan Warga Berbuah Penindakan, Polisi Amankan Pria Pembawa Senpi Rakitan di Muara Enim

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB