Terpaksa Memperkecil Ukuran Tempe

- Redaksi

Minggu, 20 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha tempe mengeluhkan harga kedelai yg kini telah mencapai Rp 11 ribu perkilogram.
Foto,: alf/SP

Pengusaha tempe mengeluhkan harga kedelai yg kini telah mencapai Rp 11 ribu perkilogram. Foto,: alf/SP

SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Mahalnya harga kedelai turut berdampak bagi produsen tempe di Kabupaten Empat Lawang.

Ruswati (40), salah satu produsen tempe di kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang menuturkan, akibat mahalnya harga kedelai terpaksa ia memperkecil ukuran dan mengurangi produksi tempe.

“Harga kedelai saat ini mahal naik Rp 4000 dari harga sebelumnya Rp 7000 menjadi Rp 11.000 / Kg,” ujarnya.

Dikatakannya, kenaikan harga kedelai itu tentunya sangat berdampak pada usaha miliknya. Karena biaya produksi cukup tinggi.

“Ya, dampaknya biaya produksi semakin naik, sedangkan omsetnya menurun. Tidak bisa menabung hanya bisa cukup membayar kuli (pekerja, red) saja,” keluhnya.

Ia pun harus memutar otak supaya usahanya tetap bertahan ditengah tingginya biaya produksi. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tempe dan mengurangi jumlah produksi.

“Terpaksa memperkecil ukuran tempe. Daripada menaikan harga, takutnya pembeli tidak mau lagi karena harga mahal,” terangnya.

Selain memperkecil ukuran tempe, ia juga mengurangi produksi. Biasanya ia memproduksi dua kuintal lebih. Saat ini hanya satu kuintal saja susah.

“Jika ini terus terjadi tingginya harga kedelai maka produksi kami tetap sedikit,” imbuhnya.

Menurutnya, jika harga kedelai yang merupakan bahan utama tidak turun. Dikhawatirkan banyak produsen yang terancam gulung tikar. Karena mahalnya biaya produksi ketimbang pemasukan. “Kami berharap harga kedelai ini secepatnya turun,” pintanya.

Sementara itu, Kabid Perdangangan Yeni dikonfirmasi mengatakan, harga kedelai memang mengalami kenaikan secara nasional. Kenaikan harga itu juga terdampak bagi produsen tempe di Kabupaten Empat Lawang.

“Memang di pasaaran produsen yang memliliki usaha produski tempe menyiasati agar harga jual tidak tinggi yakni melakukan pengecilan ukuran tempe,” pungkasnya. (Alf)

Berita Terkait

Polres Empat Lawang Peringkat II IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Lahat
Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis
Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap
Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar
Polres Empat Lawang Resmikan Sumur Bor, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Joncik Minta PGRI Empat Lawang Tak Berhenti pada Seremoni
Jelang Operasi Sikat I Musi 2026, Polres Empat Lawang Gelar Latpra Ops
Herman Deru Pastikan Jalan Pagar Alam-Tanjung Raya Diperbaiki

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:03 WIB

Polres Empat Lawang Peringkat II IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Lahat

Selasa, 29 September 2026 - 15:05 WIB

Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis

Selasa, 29 September 2026 - 15:03 WIB

Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap

Sabtu, 26 September 2026 - 13:42 WIB

Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar

Jumat, 25 September 2026 - 17:51 WIB

Polres Empat Lawang Resmikan Sumur Bor, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Berita Terbaru