EMPAT LAWANG, Suarapublik.id – Bupati Empat Lawang Dr H Joncik Muhammad meminta kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Empat Lawang periode 2025-2030 menjadikan organisasi sebagai wadah memperjuangkan kepentingan guru dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Hal itu disampaikan Joncik saat melantik dan mengukuhkan Pengurus PGRI Kabupaten Empat Lawang Masa Bakti XXII Tahun 2025-2030 di Ruang Rapat Madani Pemkab Empat Lawang, Rabu (23/9/2026).
Joncik yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Empat Lawang menegaskan, pelantikan kepengurusan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, pelantikan justru menjadi awal bagi pengurus untuk menjalankan amanah organisasi.
“Pelantikan jangan hanya menjadi seremoni, tetapi ini adalah awal perjuangan dalam menjalankan organisasi,” tegas Joncik.
Ia mengatakan, PGRI memiliki peran penting dalam memperkuat perjuangan para guru, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Sebab, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Joncik juga menyinggung persoalan kesejahteraan guru. Ia meminta para pendidik mensyukuri berbagai hak dan tunjangan yang telah diterima, termasuk tunjangan sertifikasi.
Joncik juga menyampaikan kabar mengenai status tenaga pendidik. Ia menyebut tenaga PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Di Kabupaten Empat Lawang, kata dia, terdapat sekitar 2.460 PPPK paruh waktu dari berbagai bidang.
“PPPK paruh waktu otomatis akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Untuk di Kabupaten Empat Lawang, terdapat sekitar 2.460 PPPK paruh waktu dari berbagai bidang,” terangnya.
Selain persoalan kesejahteraan, Joncik meminta pengurus PGRI menjaga soliditas organisasi. Perbedaan yang muncul di internal organisasi, menurutnya, jangan sampai berkembang menjadi perpecahan yang melemahkan perjuangan bersama.
Ia juga mengingatkan PGRI agar menjalankan organisasi sesuai konstitusi dan menempuh mekanisme yang benar dalam memperjuangkan kepentingan anggota, bukan mengambil jalan pintas.
“Kalau kita bersatu, tidak ada yang bisa mengalahkan kita,” tegasnya.
Joncik mengibaratkan kekuatan organisasi seperti sapu lidi. Menurutnya, lidi yang disatukan akan menjadi kuat, sementara lidi yang terpisah akan mudah dipatahkan. Karena itu, kekompakan menjadi modal penting bagi PGRI dalam menjalankan roda organisasi dan memperjuangkan kepentingan para guru.
Selain kepada pengurus PGRI, Joncik juga mengingatkan para kepala sekolah untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja guru secara berkelanjutan. Kepala sekolah diminta tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan sekolah.
“Kepala sekolah harus menjadi teladan serta membangun komunikasi yang baik dengan guru, siswa, wali murid, dan pihak terkait,” jelasnya.
Penulis : Yun
Editor : Jaks


















