Terima Bantuan, Mawardi: Sumsel tidak Kekurangan Oksigen, hanya Minim Tabung

- Redaksi

Rabu, 18 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Reza Mardiansyah

Photo: Reza Mardiansyah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) terus dilakukan. Terbaru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) kembali menerima bantuan berupa oksigen ukuran 6 kubik sebanyak 50 tabung beserta regulator oksigen dari SKK Migas KKKS Sumsel, Rabu (18/8/2021).

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, bantuan tersebut merupakan bukti keseriusan berbagai pihak dalam penanganan COVID-19 di Sumsel. Apalagi, saat ini Sumsel tidak kekurangan oksigen dengan banyaknya CSR yang diberikan perusahaan, seperti OKI PULP dan PT Pusri. Namun, Mawardi mengakui Sumsel hanya kekurangan tabung oksigen.

“Bantuan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. lni juga diharapkan dapat memantik perusahaan penghasil oksigen lainnya untuk membantu kebutuhan  ini. Tapi kita juga butuh tabung oksigen karena kalau untuk oksigen-nya, kita aman. Bahkan kita bisa membantu daerah lain,” kata Mawardi, ketikan menerima bantuan tersebut, di Auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, bantuan oksigen tersebut akan disebar ke sejumlah rumah sakit rujukan di Sumsel.

“Ini akan kita sebar. Khususnya rumah sakit mendesak membutuhkan oksigen. Saat ini kita dibantu sebanyak 50 tabung. Tapi, kita usulkan juga agar bisa dilakukan penambahan khususnya bantuan tabung, termasuk juga ISO Tank,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Anggono Mahendrawan menjelaskan, jika 50 Tabung oksigen beserta isinya ini disalurkan khusus Pemprov Sumsel. Namun, pihaknya telah banyak menyalurkan kepada Intansi lain bantuan yang sama.

“50 tabung oksigen ini kita serahkan kepada Pemprov Sumsel, kalau peruntukanya kita serahkan kepada Pemprov Sumsel menentukanya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, jika kebutuhan oksigen di Sumsel masih fluktuatif, untuk saat ini kebutuhan oksigen bisa sampai 20 ton.

“Saat tren COVID-19 meninggi, kebutuhan akan oksigen bisa mencapai 30 ton. Ini masih fluktuatif mengikuti tren kasus positif COVID-19 juga,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota
Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis
APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Jamin Hak Pendidikan Bagi WBM, Rutan Kelas IIB Baturaja Jalin Kerjasama Dengan PKBM
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:02 WIB

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota

Jumat, 11 September 2026 - 19:57 WIB

Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Berita Terbaru