Tarif PCR Diminta Turun, RS Pusri Masih Tunggu Instruksi

- Redaksi

Selasa, 26 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tes PCR

Ilustrasi tes PCR

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rumah Sakit Pusri Palembang masih menunggu instruksi terkait rencana Pemerintah menurunkan biaya tarif PCR yang di gadang-gadang bakal menjadi Rp300 ribu.

“Saat ini kita masih menunggu instruksi selanjutnya, karena belum ada surat edaran (SE) resminya,” kata Direktur Rumah Sakit (RS) Pusri Prof Yuwono M Biomed, Selasa (26/10/2021).

Ia mengakui, saat ini tarif PCR di RS Pusri masih maksimal Rp525 ribu. Bahkan jika ada tarif di bawah itu juga ada dengan subsidi dan lain-lain. Artinya tidak boleh lewat tarif batas atas.

“Nantinya akan ada audit berdasarkan aturan, bukan berdasarkan berita. Makanya kita tidak akan mengubah apapun sebelum ada surat edaran resminya,” ungkap Yuwono.

Kembali dikatakan Ahli Mikrobiologi ini, secara ekonomi tidak berpengaruh jika tarif PCR tersebut diturunkan. Karena PCR beda dengan pemeriksaan rapid antigen maupun antibodi. PCR memeriksa virusnya dan memang tingkat bahayanya cukup tinggi ketimbang rapid antigen maupun antibodi.

Profesor Yuwono mengatakan, memang semua layanan kesehatan tidak terlepas dari subsidi peran pemerintah. Untuk itu apapun keputusan pemerintah tentu akan didukung dan diikuti.

“Kalau memang harus segitu tarifnya ya tinggal kita usahakan bagaimana agar ini klop, di provider, pemerintah, dan masyarakat. Jangan sampai diturunkan harga layanan jadi jelek, jadi meskipun turun layanan harus baik,” katanya. (Nat)

Berita Terkait

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport
Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:55 WIB

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Berita Terbaru

pendidikan

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:49 WIB

pendidikan

Peran Pancasila Dalam Perjalanan Saya Membentuk Karakter Diri

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:34 WIB

pendidikan

Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Tindakan Sehari-hari

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:22 WIB