Tanpa UTD, Muba Kekurangan Ribuan Stok Darah

- Redaksi

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seseorang tengah mendonorkan darahnya. (Photo: Hafiz Alfangky)

Seseorang tengah mendonorkan darahnya. (Photo: Hafiz Alfangky)

SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Kebutuhan darah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih mengalami kekurangan. Hal itu disebabkan adanya beberapa kebutuhan fasilitas kelengkapan dan alat medis yang masih belum dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI), seperti peralatan Unit Tranfusi Darah (UTD).

Ketua PMI Muba, Beni Hernedi, melalui Sekretaris, Syafaruddin, didampingi Kepala Markas, Ahmad Syaifuddin Zuhri, mengatakan saat ini kebutuhan darah di Muba benar mengalami kekurangan.

Dari tiga rumah sakit di Muba, RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin dan RSUD Bayung Lencir, setiap tahun membutuhkan  sekitar 8000 kantong. Sementara PMI bersama tiga RSUD yang ada, hanya mampu memenuhi kebutuhan darah sekitar 3500 katong.

“Mengapa hal ini terjadi, salah satunya PMI Muba belum memiliki peralatan dan perlengkapan peralatan Unit layanan tranfusi. Selama ini stok darah disimpan di UTD rumah Sakit,” ungkap Syafaruddin, Rabu (24/11/2021).

Dikatakannya, unit transfusi darah akan terealisasi pada 2022. Hal itu setelah pihak PMI Muba melakukan audensi ke pemerintah daerah. Dia meyakini, tahun depan fasilitas dan perlengkapan alat medis untuk UTD semua bisa realisasi.

Sementara untuk gedung dan sumber daya manusia (SDM), PMI Muba sudah siap. Dia pun optimis, jika semua fasilitas dan sarana pendukung lainnya siap, target 8.000 kantong darah setiap tahunnya bisa terpenuhi.

“Sejak dua tahun berjalan, PMI Muba sudah melakukan kegiatan donor darah di berbagai tempat. Kita juga melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dan stakeholder serta pihak lainnya untuk malakukan kegiatan donor,” terangnya.

Terkait adanya isu jual beli darah yang terjadi di unit pelayanan transfusi darah rumah sakit, Syafaruddin menepis adanya informasi atau isu yang berkembang di masyarakat.

“Tidak ada isu jual beli darah, ini perlu kita luruskan. Jadi kebijakan rumah sakit untuk menstabilkan stok darah rumah sakit, meminta kepada pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah secara sukarela dan ikhlas untuk mengantikan darah yang digunakan pasien keluarga. Hal itu bertujuan agar stok darah di UTD rumah sakit. Jika ada pasien lain yang membutuhkan darah bisa terpenuhi,” tegasnya. (ANA)

Berita Terkait

Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang
Sukseskan Program Prioritas Presiden, Kemenag Sumsel Kawal Pembangunan PHTC 2026 di 9 Madrasah
Forum CSR Muba Pastikan TJSL Terealisasi Dalam Bentuk Program Fisik, Berikut Realisasinya
QITA by BRI Makin Dikenalkan di Muba, Transaksi Digital Kini Lebih Praktis
Polres Muba Ungkap Kasus Narkoba, 1.5 Kg Sabu Diamankan
BRI Cabang Sekayu Perkuat Peran BUM Desa sebagai Agen BRILink, Dorong Ekonomi Digital
Bencana Karhutla, Polres Muba Gelar shalat istisqa dan Doa Bersama.
Warga Muba Diajak Manfaatkan MagangHub Kemnaker, Pendaftaran Peserta Dibuka 3 September 2026

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang

Rabu, 30 September 2026 - 10:56 WIB

Sukseskan Program Prioritas Presiden, Kemenag Sumsel Kawal Pembangunan PHTC 2026 di 9 Madrasah

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Forum CSR Muba Pastikan TJSL Terealisasi Dalam Bentuk Program Fisik, Berikut Realisasinya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WIB

QITA by BRI Makin Dikenalkan di Muba, Transaksi Digital Kini Lebih Praktis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Polres Muba Ungkap Kasus Narkoba, 1.5 Kg Sabu Diamankan

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB