Tanpa UTD, Muba Kekurangan Ribuan Stok Darah

SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Kebutuhan darah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih mengalami kekurangan. Hal itu disebabkan adanya beberapa kebutuhan fasilitas kelengkapan dan alat medis yang masih belum dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI), seperti peralatan Unit Tranfusi Darah (UTD).

Ketua PMI Muba, Beni Hernedi, melalui Sekretaris, Syafaruddin, didampingi Kepala Markas, Ahmad Syaifuddin Zuhri, mengatakan saat ini kebutuhan darah di Muba benar mengalami kekurangan.

Dari tiga rumah sakit di Muba, RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin dan RSUD Bayung Lencir, setiap tahun membutuhkan  sekitar 8000 kantong. Sementara PMI bersama tiga RSUD yang ada, hanya mampu memenuhi kebutuhan darah sekitar 3500 katong.

“Mengapa hal ini terjadi, salah satunya PMI Muba belum memiliki peralatan dan perlengkapan peralatan Unit layanan tranfusi. Selama ini stok darah disimpan di UTD rumah Sakit,” ungkap Syafaruddin, Rabu (24/11/2021).

Dikatakannya, unit transfusi darah akan terealisasi pada 2022. Hal itu setelah pihak PMI Muba melakukan audensi ke pemerintah daerah. Dia meyakini, tahun depan fasilitas dan perlengkapan alat medis untuk UTD semua bisa realisasi.

Sementara untuk gedung dan sumber daya manusia (SDM), PMI Muba sudah siap. Dia pun optimis, jika semua fasilitas dan sarana pendukung lainnya siap, target 8.000 kantong darah setiap tahunnya bisa terpenuhi.

“Sejak dua tahun berjalan, PMI Muba sudah melakukan kegiatan donor darah di berbagai tempat. Kita juga melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dan stakeholder serta pihak lainnya untuk malakukan kegiatan donor,” terangnya.

Terkait adanya isu jual beli darah yang terjadi di unit pelayanan transfusi darah rumah sakit, Syafaruddin menepis adanya informasi atau isu yang berkembang di masyarakat.

“Tidak ada isu jual beli darah, ini perlu kita luruskan. Jadi kebijakan rumah sakit untuk menstabilkan stok darah rumah sakit, meminta kepada pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah secara sukarela dan ikhlas untuk mengantikan darah yang digunakan pasien keluarga. Hal itu bertujuan agar stok darah di UTD rumah sakit. Jika ada pasien lain yang membutuhkan darah bisa terpenuhi,” tegasnya. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *