Tag: Sriwijaya FC

  • Datangi Kantor Askot PSSI Palembang, Tiga kelompok Supprter Minta David Jangan Mundur dari Jabatan Wapres Sriwijaya FC

    Datangi Kantor Askot PSSI Palembang, Tiga kelompok Supprter Minta David Jangan Mundur dari Jabatan Wapres Sriwijaya FC

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Puluhan suporter Sriwijaya FC yang tergabung dalam Sriwijaya Mania, Ultras Palembang, dan Singa Mania mendadak menggeruduk kantor Askot PSSI Palembang.

    Mereka datang langsung ke Askot PSSI Palembang untuk meminta Mohammad David jangan mundur dari jabatan Wapres Sriwijaya FC.

    Seperti diketahui, David dikabarkan bakal mundur dari Wapres Sriwijaya FC pasca video viral anti kritik di salah satu akun public Palembang.

    Capotifoso Ultras Palembang Qusoi menuturkan, bahwa kedatangan mereka ke sana untuk menjelaskan kepada fans Sriwijaya FC bila postingan tersebut diduga kuat buzzer yang tidak senang terhadap management elang andalas.

    “Viral itu di tribun Barat, kenapa harus didengarkan apakah dia berjuang seperti kami 3 suporter yang berdarah-darah tetap setia away kemana-mana buang uang,”katanya dikutip dari Detiksumsel, Minggu (10/11/2025).

    Ditambah lagi pria yang belum diketahui namanya itu tidak mengetahui regulasi dan poin yang diraih Sriwijaya FC.

    “Dia saja pakai baju batik, bilang kita cuma 1 poin dan ditambah lagi dia tidak tahu bahwa transfer window baru dibuka bulan Januari 2026,”katanya.

    Ia juga mengaku, sudah mengetahui kondisi yang dialami tim yang berjuluk elang andalas.

    “kami tiga suporter ini sudah aman dan tentram kemarin kami tidak melempar botol, tanpa red flare kami kondusif kami bisa menerima kekalahan”

    “Setiap hari kami berkomunikasi dengan Wapres SFC. untuk saat ini Pemain tidak bisa dibuang. Di Januari nanti baru kita bisa bergerak mengambil pemain bagus,”ungkap Qusoi.

    Ia menghimbau untuk Fans SFC yang lainnya jangan mudah terprovokasi dengan narasi fans hanya bisa komentar negatif tentang SFC.

    “kalian harus tau pak David ini dari tahun kemarin dia memiliki peran penting dalam menyelamatkan SFC dari Degradasi,”katanya.

    Dari hasil diskusi dirinya dengan orang nomor 2 di SFC itu, tim kebanggaan masyarakat Sumsel akan merombak tim secara besar-besaran.

    “Jadi intinya, untuk penonton-penonton umum harus tahu ya, Pak David sudah menyelamatkan degradasi SFC tahun kemarin. Di putaran pertama ini kita bertahan dulu janji pak David, itu 70% akan dibuang putaran kedua, baru kita bergerak,”katanya.

    Senada dengan Qusoi, Ketua Sriwijaya Mania Eddy Ismail mengatakan, bila benar Muhammad David atau Wakil Presiden SFC sudah berbuat banyak untuk SFC.

    “kami menghimbau untuk fans SFC kita patut mempercayai pak David karena kalau kalian tau perjuangan pak David luar biasa untuk SFC,” katanya.

  • Derby Sumatera Selatan Panas, Sumsel United dan Sriwijaya FC Bakal Saling Jegal 

    Derby Sumatera Selatan Panas, Sumsel United dan Sriwijaya FC Bakal Saling Jegal 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Aroma panas derby Sumatera Selatan kembali merebak. Dua tim asal Bumi Sriwijaya, Sriwijaya FC dan Sumsel United, akan saling jegal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (2/11) pukul 15.30 WIB. Laga pekan kedelapan Pegadaian Championship 2025/26 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertarungan gengsi dua tim sekota yang sama-sama ingin menunjukkan siapa yang paling layak disebut raja di tanah Sumsel.

    Atmosfer panas sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Pendukung kedua kesebelasan mulai memanaskan suasana di media sosial. Sriwijaya FC datang dengan misi kebangkitan setelah terpuruk di dasar klasemen dengan hanya satu poin dari tujuh pertandingan. Sedangkan Sumsel United, tim muda yang sedang naik daun, berambisi menegaskan eksistensinya di kancah nasional.

    Bagi Laskar Juaro julukan Sumsel United duel ini menjadi ajang pembuktian. Setelah gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi Adhyaksa FC Banten pekan lalu, mereka tak ingin mengulangi kesalahan yang sama di laga sarat gengsi kali ini.

    Pelatih kepala Sumsel United, Nilmaizar, menyadari betul tekanan yang menyelimuti laga derby. Namun, ia memastikan seluruh pemain sudah siap menghadapi atmosfer tersebut. “Ini bukan pertandingan biasa. Kami tahu betul apa arti derby bagi masyarakat Sumsel. Pemain harus tampil dengan hati dan kebanggaan,” ujarnya usai sesi latihan resmi, Sabtu (1/11).

    Menurut pelatih asal Payakumbuh itu, persiapan tim berjalan baik. Semua aspek mulai dari taktik, mental, hingga kekompakan tim terus diasah. “Alhamdulillah, anak-anak sudah menjalani official training dengan baik. Suasana hati dan kondisi pemain juga siap. Semoga taktik dan strategi yang kami siapkan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

    Nilmaizar juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempelajari gaya bermain Sriwijaya FC, terutama bagaimana mereka bertahan dan melakukan transisi menyerang. “Kami tahu mereka pasti ingin bangkit di depan pendukung sendiri. Tapi kami juga punya target besar untuk menang di derby ini. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi perjuangan kami,” katanya penuh keyakinan.

    Sementara itu, striker Sumsel United, Tomi Darmawan, menegaskan bahwa laga melawan Sriwijaya FC bukan hanya tentang poin, tetapi juga tentang kebanggaan. “Kami siap memberikan yang terbaik. Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi masyarakat Sumsel. Insyaallah kami akan tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” ujarnya.

    Dengan motivasi tinggi dan semangat pantang menyerah, Sumsel United datang ke Jakabaring bukan untuk bertahan, melainkan untuk mencetak sejarah. Derby Sumatera Selatan kali ini bukan hanya menjadi perebutan poin, tapi juga penentu siapa yang berhak disebut penguasa baru sepak bola Sumsel.

  • Sriwijaya FC Pulang dengan Satu Poin Berharga dari Markas Persikad Depok

    Sriwijaya FC Pulang dengan Satu Poin Berharga dari Markas Persikad Depok

    SUARAPUBLIK.ID, BOGOR – Perjuangan tanpa kenal lelah ditunjukkan Sriwijaya FC saat bertandang ke markas Persikad Depok dalam lanjutan Liga Championship 2025/2026. Bermain di Stadion Pakansari Bogor, Laskar Wong Kito sempat tertinggal namun mampu bangkit dan menutup laga dengan skor imbang 3-3.

    Sejak awal pertandingan, Persikad Depok mencoba mendominasi jalannya laga. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan melalui striker Enzo Celestine yang menjadi momok bagi pertahanan tim tamu. Di menit ke-36, Marselinus Ama Ola juga nyaris mencetak gol, namun usaha tersebut masih bisa digagalkan.

    Sriwijaya FC yang turun dengan formasi penuh semangat menurunkan pemain-pemain utama seperti Gerri Mandagi, Fiwi, Ganjar Mukti, Ibnu Yazid, hingga Jackson Tiwu. Dengan kostum kebanggaan kuning-kuning, mereka berupaya mengimbangi tekanan tuan rumah.

    Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Nugroho sukses mencetak gol indah lewat tendangan jarak jauh yang tak mampu dihalau kiper Persikad. Tak berselang lama, pemain pengganti Al Muzani yang masuk menggantikan Valentino, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum turun minum.

    Babak pertama pun ditutup dengan skor sama kuat 2-2. Permainan cepat dan terbuka dari kedua tim membuat jalannya pertandingan semakin menarik untuk disaksikan.

    Memasuki babak kedua, kejutan terjadi ketika Persikad Depok kembali unggul lewat sepakan jarak jauh Bil Aqshan. Gol tersebut sempat mematahkan semangat tim tamu yang harus bekerja keras mengejar ketertinggalan lagi.

    Namun, strategi pergantian pemain yang dilakukan pelatih Azul memberi dampak positif. Umpan matang dari Eros Dermawan kepada Rendy Juliansyah justru berbuah gol bunuh diri pemain Persikad, Alif Rizky, yang membuat kedudukan kembali imbang 3-3.

    Sriwijaya FC nyaris membalikkan keadaan di menit ke-83 melalui sepakan keras Al Muzani. Sayangnya, bola berhasil ditepis oleh kiper tuan rumah. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 3-3.

    Dengan hasil imbang ini, Sriwijaya FC berhasil mencuri satu poin berharga sekaligus keluar dari dasar klasemen. Sementara itu, Persikad Depok harus puas berbagi angka meski bermain di kandang sendiri.

  • Rusak Citra Klub di Medaos, Kuasa Hukum SFC Peringatkan Abanda Rahman

    Rusak Citra Klub di Medaos, Kuasa Hukum SFC Peringatkan Abanda Rahman

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) akhirnya buka suara tentang tindak tanduk Abanda Rahman kerap berceloteh dan terkesan paling vokal di media sosial (medsos) dinilai aksinya itu sudah kelewatan batas merusak citra klub Sriwijaya FC (SFC) di musim ini.

    Padahal tidak hanya Laskar Wong Kito banyak klub-klub lainnya baik di Liga 1 dan Liga 2 musim lalu periode 2024/2025 terkendala krisis finansial berefek pada gaji yang tertunggak. Terpantau pun tidak ada klub lain yang memiliki niat buruk merusak nama mantan klubnya, semua pemain menyerahkan urusan secara profesional ke jalur Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI),

    Namun Abanda Rahman diduga seakan-akan sengaja memiliki niat buruk kepada SFC terus menyerang klub di media sosial (medsos). Citra klub SFC seakan terus memburuk akan berdampak kepada rusaknya pendekatan klub (masih terus diupayakan manajemen) mencari calon sponsor ship untuk pemain anyar SFC yang lagi berkompetisi di Pegadaian Championship 2025/2026.

    Hal itu diungkap Kuasa Hukum Klub Sriwijaya FC (SFC) Berman Limbong SH MH menyatakan, tegas kepada Abanda Rahman sering muncul di medsos baik melalui celotehan berupaya tulisannya. Pihaknya pun menyebutkan sudah mengumpulkan banyak alat bukti melalui Screen Shot (SS) yang di dapat dari awal aksinya menyerang klub hingga sekarang berisikan semua celotehan di medsos juga banyak tersebar di akun instagram – instagram admin medsos yang dapat diambil kapan pun.

    “Kami minta anda (Abanda Rahman) menghentikan semua itu! Ini menjadi peringatan lisan kepada saudara! Sebelum kami melakukan langkah-langkah hukum yang dapat menjerat semua perbuatan anda tersebut,”kata dia pada Kamis 18 September 2025.

    Menurut Direktur Kompetisi PT SOM ini, semua masalah sudah diselesaikan dengan APPI jauh sebelum Elang Andalas mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. SFC sendiri tengah mengembalikan citra klub untuk kepentingan kompetisi yang tengah sulit menarik sponsor, namun tiba-tiba kembali diserang persoalan musim kemarin yang sudah selesai.

    “Kami menyarankan saudara menghentikan gerakan murahan seperti itu! Karena anda sudah menyerahkan secara sadar untuk diurusi oleh asosiasi APPI tempat anda menyerahkan kuasa. Saya berbicara sebagai Lawyer SFC sekaligus Direktur Kompetisi PT SOM! Siapapun mengangkat persoalan gaji pemain ke media sosial itu adalah pekerjaan konyol, itu merusak dirinya sendiri. Mereka sudah menyerahkan hak-hak mereka kepada APPI seakan kalian tidak percaya dengan organisasi kalian sendiri,”ungkapnya.

    Berman Limbong menyebutkan nama Abanda Rahman tidak masuk dalam kontrak kerja manajemen PT SOM dia melakukan kontrak kerja dengan manajemen PT SOM sebelumnya bukan dengan manajemen PT SOM sekarang. Dijelaskan manajemen PT SOM sekarang masuk saat semua pemain SFC musim 2024/2025 sudah siap beberapa hari lagi sudah akan berlaga di kompetisi saat itu namanya Liga 2.

    “Walaupun begitu manajemen PT SOM saat masuk tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. Tetapi kalau prosesnya bertahap harus bersabar, sebab manajemen PT SOM yang masuk sekarang bukan untuk berbisnis olahraga atau mencari profit oriented malahan mau menyelesaikan semua masalah. Kita selesai pelan pelan semua klub juga mengalaminya tetapi tidak ada pemain yang koar-koar di medsos merusak nama klubnya berdampak kepada sponsor kedepannya untuk menghidupi klub berkompetisi lagi jadi sulit,”keluhannya.

    Dia berharap tidak ada lagi aksi-aksi di medsos yang merusak nama citra klub SFC. Berman Limbong semua tunggakan gaji pemain musim lalu sudah selesai dan silahkan semua pemain bertanya kepada organisasi APPI.

    Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia atau APPI sendiri mewadahi lebih dari 800 pesepakbola yang bermain untuk liga 1 (Liga Super), liga 2 (Championship), liga 3, dan timnas putri.

    “Intinya urusan gaji pemain dibeberapa musim lalu sedang diproses penyelesaian di tingkatan APPI. Salahkan bertanyalah kepada APPI jangan lagi bertanya ke media sosial apa lagi membuat celotehan merusak nama klub di ruang ruang publik,”pungkasnya

  • Direktur Kompetisi PT SOM dan Kuasa Hukum SFC: Gaji Pemain Musim Lalu Sudah Tuntas

    Direktur Kompetisi PT SOM dan Kuasa Hukum SFC: Gaji Pemain Musim Lalu Sudah Tuntas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kasak kusuk soal gaji pemain Sriwijaya FC (SFC) pada kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 masih terganjal akhirnya diluruskan.

    Direktur Kompetisi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Berman Limbong SH MH menuturkan sudah tuntas jauh sebelum kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

    Berman Limbong SH MH juga menjabat sebagai Kuasa Hukum klub SFC mengatakan, akan memberikan penjelasan kepada publik dan edukasi tentang semuanya.

    “Jadi begini ya, perlu kami jelaskan dari manajemen SFC terkait dari gaji pemain musim lalu atau musim tahun-tahun sebelumnya sepenuhnya itu sudah terselesaikan dengan baik,”kata dia pada Rabu 17 September 2025.

    Berman Limbong pun menjelaskan, dengan rinci pernyataan masalah itu sudah terselesaikan dengan baik maksudnya.

    “Kenapa kami bisa menyatakan sudah dengan baik? Begini para pemain tersebut sudah menyerahkan kuasa sepenuhnya kepada APPI dalam hal ini Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia,”tuturnya

    “Lalu APPI sudah melakukan hubungan Komunikasi korespondensi dengan kami. Kami saling melakukan pertemuan, saling melakukan komunikasi dengan baik sampai pada akhirnya semua permohonan kami dapat diterima dan dimaklumi oleh APPI,”ungkapnya

    “Buktinya kami bisa mengikuti liga di musim tahun 2025/2026. Pada minggu lalu Sriwijaya FC sudah kick off di Palembang itu sebagai bukti,”sambungnya

    Berman Limbong pun menjabarkan bentuk penyelesaian yang dilakukan oleh pihaknya. Dia sendiri melakukan penyelesaian bersama Manager SFC Fidesia Noor beberapa waktu lalu jauh sebelum kompetisi digelar dengan I League (host kompetisi) dan PSSI.

    “Apa yang sudah kami lakukan? Kami sudah menyerahkan sepenunya subsidi yang diberikan oleh PT Liga (I League) kepada kami itu kami agunkan (angunan) sebagai sarana untuk menyesalkan seluruh kewajiban Sriwijaya FC kepada pemain yang masih tertunggak di beberapa musim yang lalu.

    Perlu digaris bawahi bahwa ini itikad baik pengurus SFC pada saat ini. Manajemen SFC memiliki komitmen untuk menyelesaikan itu semua. Sekalipun mereka sesungguhnya diawal tidak terikat sama sekai dengan manajemen SFC. Mohon digaris bawah itu bahwa itikad baik pengurus Sriwijaya FC pada saat ini,”ungkapnya

    Berman Limbong menegaskan, tidak ada lagi hubungan hutang piutang gaji pemain musim lalu lagi dengan SFC.

    “Dengan terselesaikannya urusan pembayaran tersebut maka SFC tidak ada hubugan hutang piutang dengan para pemain musim lalu itu tegas. Karena apa ketika mereka (pemain) sudah menyerahkan haknya kuasa kepada APPI. Lalu APPI sudah menindak lanjuti hal tersebut kepada kami apapun alasannya hak hak mereka berada pada APPI,”tuturnya

    “Kalau mau menanyakan progresnya silahkan bertanya kepada APPI. Karena mereka sudah memberikan kuasa sepenuhnya kepada APPI. Kira-kira demikianlah penjelasan masalah gaji pemain di musim yang lalu,”pungkasnya

  • Kalah di Jakabaring, SFC Anggap sebagai Pelajaran Berharga

    Kalah di Jakabaring, SFC Anggap sebagai Pelajaran Berharga

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Awal yang kurang manis harus diterima Sriwijaya FC dalam laga perdana Pegadaian Championship. Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (14/9/2025), Laskar Wong Kito takluk 0-2 dari tamunya Garudayaksa.

    Gol cepat dari Dheco di menit ke-4 menjadi pukulan pertama bagi Sriwijaya FC. Belum sempat bangkit, tuan rumah kembali kebobolan pada menit ke-18 lewat eksekusi penalti Everton. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-2 tak berubah.

    Pelatih Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan suporter setia. Ia menegaskan kekalahan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki performa tim di laga-laga berikutnya.

    “Saya mewakili tim memohon maaf sebesar-besarnya. Kami butuh dukungan suporter agar bisa bangkit di pertandingan selanjutnya,” ucapnya saat Konferensi Pers usai Pertandingan.

    Ia mengakui skuadnya belum tampil maksimal. “Kita kalah secara taktikal di awal pertandingan. Lini belakang, terutama di sisi kiri, belum siap menghadapi tekanan lawan,” jelasnya.

    Meski tanpa pemain asing, Zulkifli menilai SFC masih mampu mengimbangi permainan. “Besok pemain menjalani recovery, lalu Selasa dan Rabu latihan penuh. Kamis kita berangkat ke markas Persekat untuk melanjutkan perjuangan,” katanya.

    Salah satu pemain SFC, Fathur Rochman, juga meminta maaf lantaran belum bisa mempersembahkan tiga poin di laga perdana. “Semoga hasil ini jadi pemicu semangat kami,” ungkapnya.

    Sementara itu, pelatih Garudayaksa, Hamid Mulyono, bersyukur timnya mampu mencuri tiga poin penting di kandang lawan. “Alhamdulillah pemain bisa memanfaatkan peluang yang ada. SFC juga bermain bagus, hanya saja belum maksimal dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.

    Senada, kapten Garudayaksa Asep Berlian menilai kemenangan ini berkat disiplin tim dalam menjalankan instruksi pelatih. “Kami belum tampil sempurna, tapi bisa memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

    Dengan hasil ini, Sriwijaya FC harus segera berbenah agar tidak kehilangan momentum di awal musim, sementara Garudayaksa berhasil pulang dengan kepercayaan diri tinggi.

  • SFC Resmi Perkenalkan Skuat Baru, Target Kembali ke Kasta Tertinggi

    SFC Resmi Perkenalkan Skuat Baru, Target Kembali ke Kasta Tertinggi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya Football Club (SFC) menegaskan komitmennya untuk bangkit dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Klub berjuluk Elang Andalas itu resmi meluncurkan skuat musim 2025/2026 sekaligus memastikan diri ambil bagian di Pegadaian Championship atau Liga 2.

    Kepastian tersebut ditandai dengan acara Launching Skuat Elang Andalas di Sriwijaya Ballroom Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat (12/9/2025).

    Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengatakan bahwa keikutsertaan SFC di Liga 2 merupakan wujud tanggung jawab kepada masyarakat Sumsel dan fans di seluruh Indonesia.

    “Kita tahu SFC adalah klub kebanggaan wong Sumsel dengan tiga kelompok suporter fanatik, yaitu Sriwijaya Mania, Singa Mania, dan Ultras Palembang. Tidak hanya itu, SFC juga pernah berlaga di Liga 1 dan tampil di ajang internasional Piala AFC. Artinya, kehadiran SFC sangat dinanti oleh fans di seluruh Tanah Air. Maka demi kalian semua, SFC dipastikan siap berkompetisi lagi,” ujarnya.

    Ia menambahkan, dengan dukungan besar masyarakat Palembang serta basis suporter fanatik, manajemen berharap semangat penuh itu bisa dibuktikan sepanjang kompetisi.

    Pria yang akrab disapa Goro itu juga berharap seluruh elemen tetap mengawal perjalanan SFC di Liga 2. “Kami jajaran manajemen meminta doa dan dukungan. Mari kita sama-sama kawal SFC hingga kembali lagi ke kasta tertinggi Liga 1. Amin,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Presiden SFC, Mohammad David, menjelaskan bahwa ada 35 pemain resmi diperkenalkan dalam launching kali ini. Ia menegaskan, meski mayoritas dihuni pemain muda, Laskar Wong Kito tetap akan tampil garang.

    “Kita menggunakan kekuatan pemain muda dan saya optimis SFC tetap bersaing. Kita lihat saja nanti hasilnya di lapangan,” tegasnya.

    David menambahkan, sepanjang kompetisi pihak manajemen akan melakukan evaluasi. Jika performa skuat dianggap kurang maksimal, opsi menambah pemain baru tetap terbuka.

    “Kita jalani dulu kompetisi dengan kekuatan saat ini. Namun bila membutuhkan tambahan daya gedor, tentu akan kita datangkan. Setiap kompetisi pasti ada evaluasi, apalagi saat bursa transfer dibuka,” jelasnya.

    Selain itu, manajemen juga menyiapkan tim junior U-20 untuk tampil di EPA Pegadaian Championship 2025/2026 sesuai regulasi PSSI. David optimistis tim muda itu bisa bersaing dengan klub lain.

    “EPA SFC U-20 kita juga sudah siap berkompetisi. Saya yakin mereka tidak kalah dengan klub lain,” tutupnya.

    Di sisi lain, Manajer SFC, Fidesia Noor, mengungkapkan bahwa musim ini Elang Andalas akan diperkuat dua sponsor utama, yakni Digi Sport Asia dan Cimoory. Ia berharap perjalanan kompetisi bisa menghadirkan sponsor tambahan.

    “Kita sudah ada dua sponsor di jersey. Mudah-mudahan ke depan akan ada tambahan lagi. Saya juga berharap dukungan fans yang besar bisa menggerakkan hati sponsor lain untuk bergabung bersama SFC,” katanya.

    “Makanya di setiap laga home, saya mengajak semua suporter dan fans memenuhi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Dukungan kalian sangat dibutuhkan,” tambahnya.

  • Laga Perdana SFC Lawan Garudayaksa Tetap Sesuai Jadwal

    Laga Perdana SFC Lawan Garudayaksa Tetap Sesuai Jadwal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepastian jadwal laga perdana Sriwijaya FC di Championship 2025 akhirnya terjawab. Pertandingan melawan Garudayaksa FC akan tetap digelar pada Minggu, 14 September 2025 pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.

    Kepastian ini disampaikan langsung oleh Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Lokal Organizing Committee (LOC), Faisal Mursyid. Menurutnya, laga tersebut tidak mengalami perubahan jadwal setelah sebelumnya sempat ada isu bakal digeser.

    “Jadwal tetap berjalan seperti rencana, tidak jadi digeser,” ujar Faisal, Selasa (9/9/2025).

    Ia menjelaskan, sempat muncul kendala terkait rekomendasi dari Polrestabes Palembang. Awalnya, pihak kepolisian belum memberikan izin pertandingan karena status Kota Palembang yang masih berada dalam kondisi Siaga I.

    “Namun setelah adanya koordinasi antara pihak I League di Jakarta dengan Polrestabes Palembang, akhirnya situasi kembali normal dan pertandingan bisa dilaksanakan sesuai agenda,” jelasnya.

    Faisal juga menekankan bahwa pihaknya optimistis jalannya pertandingan akan berlangsung aman. Ia percaya para pendukung Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, mampu menjaga kondusivitas di dalam maupun luar stadion.

    “Suporter SFC sudah sangat dewasa. Kami yakin tidak akan ada kericuhan, apalagi tim selalu menyuarakan pesan perdamaian,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Faisal menuturkan bahwa melalui akun resmi media sosial, Sriwijaya FC secara konsisten mengimbau seluruh fans agar menjaga ketertiban, khususnya dalam laga kandang. “Pesan perdamaian terus kami suarakan di medsos agar atmosfer sepak bola tetap sehat,” pungkasnya.

  • Launching Sriwijaya FC Pindah Lokasi, Manajemen Utamakan Kondusifitas Kota

    Launching Sriwijaya FC Pindah Lokasi, Manajemen Utamakan Kondusifitas Kota

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen Sriwijaya FC akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasi launching tim yang semula direncanakan berlangsung di Dermaga Ampera, menjadi di sebuah hotel pada Jumat (12/9/2025) malam.

    Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi kota Palembang yang dinilai belum sepenuhnya kondusif jika menggelar acara besar di ruang terbuka.

    Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III sekaligus Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mohammad David, membenarkan adanya perubahan tersebut.

    “Iya, awalnya kita memang merencanakan launching di Dermaga Ampera, tepatnya di Malomo Kopi. Tapi akhirnya kita putuskan pindah ke hotel,” ujar David, Selasa (9/9/2025).

    Menurutnya, alasan utama pemindahan lokasi adalah untuk menghindari kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat.

    “Kita khawatir jika dilaksanakan di luar, akan terjadi penumpukan massa. Kondisi kota saat ini butuh tetap kondusif, jadi kita ubah lokasinya,” tambahnya.

    David juga mengungkapkan bahwa lokasi baru launching akan digelar di Hotel Swarnadwipa, kawasan Kambang Iwak, Palembang. Acara tersebut rencananya hanya akan dihadiri tamu undangan serta perwakilan tiga kelompok suporter Sriwijaya FC.

    “Demi keamanan bersama, kami membatasi undangan. Hanya tamu resmi dan beberapa perwakilan suporter yang bisa hadir. Harapan kami, semua fans bisa memahami situasi ini,” tutup David yang juga Ketua Askot PSSI Palembang.

  • Sriwijaya FC Cukur Tribrata Raflesia 4-1, Dua Pemain Asing Segera Gabung

    Sriwijaya FC Cukur Tribrata Raflesia 4-1, Dua Pemain Asing Segera Gabung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC memetik hasil positif dalam laga uji coba menghadapi Tribrata Raflesia, tim Liga 3 asal Bengkulu, Kamis (28/8/2025) sore di Lapangan Baseball Jakabaring, Palembang. Laskar Wong Kito tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 4-1.

    Empat gol Sriwijaya FC dicetak oleh Jackson Felix Tiwu (menit 11), Doni (36’), serta gol dari Sutan Zico (53′) melalui tendangan bebas dan ditutup oleh gol Fernando Surbay (90+’). Sementara tim tamu hanya mampu memperkecil kedudukan lewat Koyum pada menit ke-72.

    Meski menang dengan skor mencolok, pihak manajemen SFC tetap menekankan bahwa hasil ini bukan tujuan utama. “Kita memang turunkan tim lapis kedua. Alhamdulillah bisa menang 4-1, tapi secara permainan masih banyak yang harus diperbaiki. Terutama babak kedua, ketika rotasi dilakukan, intensitas sedikit menurun,” kata M David, Asisten Direktur II Sriwijaya FC.

    David menjelaskan, pelatih kepala Ahmad Zulkifli (Azul) saat ini sedang berada di Jakarta untuk menghadiri agenda klub, sehingga tim dipimpin oleh staf pelatih. “Evaluasi akan tetap dilakukan. Rencananya kita akan menggelar satu uji coba lagi lawan Nusantara. Insya Allah, dua pemain asing kita, Michel Enu dan Ferdinho, juga akan segera bergabung setelah urusan administrasi selesai,” ungkapnya.

    Sementara itu, Assisten Pelatih SFC, Sunandar Boro yang juga merupakan pelatih Fisik tim, menilai performa anak asuhnya sudah berada di jalur yang benar. “Alhamdulillah cukup puas, walau kita tidak mau cepat puas. Anak-anak bisa menjaga organisasi permainan, meski stamina sedikit menurun karena hanya dapat istirahat dua hari,” ujarnya.

    Menurut Boro, program latihan saat ini memang masih fokus pada sektor pertahanan. “Kita belum masuk fase menyerang penuh. Jadi yang terpenting anak-anak bisa disiplin bertahan dan menjaga struktur permainan. Nanti di laga uji coba berikutnya baru akan mulai diarahkan ke pola menyerang,” jelasnya.

    Kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga bagi Sriwijaya FC dalam mematangkan skuat jelang kompetisi Liga 2. Dengan tambahan amunisi asing, Laskar Wong Kito berharap bisa tampil lebih solid dan konsisten di setiap lini.

  • EPA SFC U20 Gasak PS Tria, Empat Pemain Baru Segera Gabung Perkuat Lini Depan

    EPA SFC U20 Gasak PS Tria, Empat Pemain Baru Segera Gabung Perkuat Lini Depan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Elang Muda Andalas (EPA SFC U20) kembali menunjukkan ketajamannya. Dalam laga uji coba menghadapi PS Tria, juara Soeratin Cup U-17, tim muda Sriwijaya FC ini menang telak dengan skor 4-1 di Stadion Jasdam, Palembang, Senin (25/8/2025).

    Empat gol EPA SFC U20 dicetak melalui kombinasi pemain lini depan dan tengah, masing-masing pada menit 2, 11, 20, dan 25. Sementara PS Tria hanya mampu membalas satu gol hiburan pada menit ke-75. Hasil ini menjadi modal berharga bagi skuat muda Laskar Wong Kito untuk terus berbenah jelang kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship yang dijadwalkan bergulir November 2025.

    Asisten Pelatih EPA SFC U20, M Ali Ramadhan, menyebut kemenangan besar ini bukan tujuan utama. Menurutnya, masih banyak aspek yang harus dibenahi, terutama dalam hal organisasi permainan. “Dari hasil uji coba tadi terlihat kurangnya organisasi permainan yang menjadi perhatian kita. Masih ada celah yang harus diperbaiki,” ujarnya usai pertandingan.

    Ali juga menyinggung soal kedalaman skuat. Ia menyebut EPA SFC U20 masih menanti kedatangan beberapa pemain anyar yang sempat mengikuti trial di Jakarta. “Beberapa pemain asal Pulau Jawa sudah kami seleksi dan dinyatakan layak bergabung. Kehadiran mereka diharapkan bisa menambah kekuatan tim,” ungkapnya. Selain itu, tim masih menunggu kedatangan pelatih kepala EPA SFC U20 untuk memimpin langsung persiapan menuju kompetisi resmi.

    Senada dengan Ali, Asisten Direktur III SFC sekaligus pembina tim EPA, Muhammad David, menyoroti kurang tajamnya lini depan ketika rotasi dilakukan di babak kedua. “Saat pemain lapis kedua masuk, EPA SFC tidak berhasil mencetak gol tambahan. Itu menjadi catatan penting. Kami berharap empat pemain asal Malang yang segera datang bisa memberi warna baru di lini serang,” jelasnya.

    Lebih jauh, David menekankan bahwa manajemen akan mengagendakan serangkaian laga uji coba lanjutan. Lawan-lawan yang disiapkan berasal dari klub lokal Sumatera Selatan, baik dari Kota Palembang maupun kabupaten/kota lainnya. “Uji coba ini tidak hanya bermanfaat untuk EPA SFC, tapi juga memberi kesempatan bagi tim usia muda daerah untuk mengukur kemampuan mereka,” katanya.

    Program EPA sendiri merupakan kompetisi resmi bentukan PSSI yang menjadi jalur pembinaan usia muda klub. Dalam beberapa musim terakhir, EPA menjadi wadah penting untuk mencetak pemain muda potensial, yang kemudian bisa dipromosikan ke tim senior. Sriwijaya FC melalui tim EPA U20 bertekad menjadi salah satu poros pembinaan sepak bola di Sumsel, sekaligus melanjutkan tradisi melahirkan talenta muda berkualitas.

    Dengan hasil uji coba ini, EPA SFC U20 kini mencatat dua kemenangan beruntun dalam agenda pramusim, setelah sebelumnya juga mengalahkan tim lokal Palembang dengan skor 5-1 Catatan positif itu tentu menjadi bekal, meski tim pelatih menegaskan masih banyak ruang untuk perbaikan sebelum bertarung di kompetisi sebenarnya.

  • Perkuat Lini Serang SFC Incar Sandi Samosir 

    Perkuat Lini Serang SFC Incar Sandi Samosir 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Sriwijaya FC (SFC) mulai menajamkan bidikan jelang kompetisi Championship (Kasta Ke-2 Liga Indonesia) musim ini, dengan fokus utama mendatangkan striker Sandi Samosir. Penyerang berusia 27 tahun yang pernah memperkuat Persija Jakarta dan Madura United menjadi pemain incaran Pelatih kepala SFC, Ahmad Zulkifli untuk memperkuat lini depan Laskar Wong Kito.
    Azul (Sapaannya) mengakui saat ini SFC masih membutuhkan Boomber untuk memperkuat lini serang. “Kita memang butuh bomber lagi. Tapi kalau pemain yang ada sekarang bisa mempertajam lini serang, tambahan striker mungkin tidak terlalu mendesak. Hanya saja, “ujarnya, Senin (12/8/2025).
    Pelatih kepala SFC, Ahmad Zulkifli. Foto: Reza

     

    Selain membidik Sandi, manajemen juga mengincar dua pemain asing untuk melengkapi skuad. “Satu sudah deal, satu lagi mudah-mudahan segera terealisasi. Tapi secara keseluruhan, anak-anak sudah cukup baik dan siap bersaing,” ungkapnya. Azul juga menunggu kedatangan Michel Enu, bek tangguh asal Ghana, yang diharapkan bisa segera bergabung.
    Hingga saat ini, komposisi tim utama sudah 87 persen terbentuk. Persaingan antar pemain untuk menjadi starting Lane Up pun berlangsung ketat. “Para  pemain masih bersaing dan sangat terlihat kompetitif, saya dan tim kepelatihan cukup senang dengan hal tersebut. Kompetisi internal sangat terlihat, dan itu bagus untuk meningkatkan kualitas permainan,” jelasnya.
    Tak hanya mengandalkan pemain muda, SFC juga bertumpu pada pengalaman senior seperti Valentino Telaubun dan Gerry Mandagi. “Keduanya bisa menjadi leader dan motivator, baik di lapangan maupun di luar. Secara teknis mereka masih sangat memadai,” ujar sang pelatih.
  • Nomor 82 Jadi Azimat, Valentino Telaubun Siap Pimpin Kebangkitan Sriwijaya FC

    Nomor 82 Jadi Azimat, Valentino Telaubun Siap Pimpin Kebangkitan Sriwijaya FC

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Nomor punggung 82 bukan sekadar angka bagi Bernardus Valentino Telaubun. Bagi bek senior Sriwijaya FC ini, angka tersebut adalah simbol kepercayaan diri dan keberuntungan. Keyakinan itu ia bawa saat kembali berseragam Laskar Wong Kito, dengan misi mengembalikan klub kebanggaan Sumsel ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

    Kesempatan membela SFC untuk kedua kalinya disyukuri betul oleh pemain berusia 40 tahun tersebut. “Terima kasih kepada pengurus dan pelatih yang sudah menerima saya kembali. Ini kesempatan kedua saya di sini, dan saya akan memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujarnya usai sesi latihan di Lapangan Panahan, Jakabaring Sport City, Selasa (12/8/2025).

    Awalnya, Telaubun ingin mengenakan nomor punggung 21. Namun karena sudah digunakan pemain lain, ia kembali memilih angka 82 nomor yang selalu ia kenakan saat membela Persipura Jayapura. “Nomor itu sudah jadi bagian dari perjalanan karier saya. Ada rasa percaya diri tersendiri, dan saya percaya membawa keberuntungan,” ungkapnya.

    Dengan skuad SFC yang kini banyak dihuni pemain muda, eks Persija Jakarta dan PSM Makassar itu mengaku optimistis. Meski persiapan terbilang singkat, semangat dan progres para pemain muda dianggapnya sangat menjanjikan. “Banyak yang berkembang pesat. Saya yakin kekompakan tim akan terus meningkat,” kata pemain kelahiran Tual, Maluku Tenggara ini.

    Perannya di SFC tak hanya sebagai palang pintu di lini belakang. Telaubun juga ingin menjadi mentor bagi para juniornya, menanamkan etos kerja dan rasa tanggung jawab membela klub besar. “Kita harus memberikan yang terbaik untuk tim ini. Tanggung jawabnya besar,” tegasnya.

    Soal persaingan di Grup Barat Championship (Kasta Ke-2 Liga Indonesia) Telaubun menilai peluang semua tim relatif sama. Namun ia percaya SFC punya modal kuat, apalagi dengan ditambahnya pemain asing. “Kalau pemain asing sudah bergabung, kita bisa berbuat banyak,” ucapnya.

    Kehadiran Valentino Telaubun di lini belakang diharapkan tak hanya memperkokoh pertahanan, tetapi juga memupuk mental juang skuad muda SFC.

    Profil Singkat

    Bernardus Valentino Telaubun lahir di Tual, Maluku Tenggara, pada 21 November 1984. Memiliki tinggi 1,82 meter, ia dikenal sebagai bek kiri sekaligus bek tengah yang tangguh dalam duel udara. Ia tercatat dua kali memperkuat Timnas Indonesia di ajang AFF Championship 2012.

    Karier profesionalnya dimulai bersama Persemalra Tual (2005–2007), lalu berlanjut ke sejumlah klub papan atas seperti Persiba Bantul, PSIS Semarang, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, PSM Makassar, hingga Sriwijaya FC pada 2021. Setelah sempat membela beberapa tim Liga 1 dan Liga 2, ia kini kembali ke SFC untuk kali kedua.

  • Laskar Wong Kito 90 Persen Siap Tempur, Masih Tunggu Bek Anyar dan Buru Mesin Gol Tajam Sebelum Kick-off

    Laskar Wong Kito 90 Persen Siap Tempur, Masih Tunggu Bek Anyar dan Buru Mesin Gol Tajam Sebelum Kick-off

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC kembali ke Palembang dengan semangat membara setelah menuntaskan pemusatan latihan (TC) selama sebulan di Jakarta. Latihan perdana yang digelar Jumat (8/8/2025) menjadi sinyal bahwa Laskar Wong Kito serius mematangkan skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.

    Asisten Direktur Kompetisi III sekaligus Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mohammad David, mengungkapkan bahwa progres tim sudah mencapai 90 persen. Meski begitu, ada dua prioritas utama yang harus segera dipenuhi kedatangan bek anyar Michael Enu dan hadirnya striker tajam yang bisa menjadi mesin gol.

     

    “Selama uji coba sebelumnya, kita kekurangan finishing. Makanya kita butuh striker haus gol. Bisa pemain asing, bisa juga lokal. Kalau ada lokal yang lebih baik, tidak masalah,” tegas David.

    Latihan perdana diikuti 34 pemain, terdiri dari 24 pemain yang sudah dikontrak dan 10 pemain trial. Penambahan amunisi menjadi krusial agar Sriwijaya FC tampil lebih beringas di kompetisi nanti.

    Pelatih kepala Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli alias Coach Azul, memaparkan bahwa sesi awal di Palembang fokus pada pengembalian kondisi fisik pemain yang kini berada di angka 80 persen, serta pematangan taktik.

    “Selama di Jakarta kami fokus membangun fisik dan mencari pemain. Secara permainan sudah on track, tapi masih ada evaluasi. Terutama soal agresivitas. Banyak pemain muda di tim ini, dan kami ingin mereka bermain berani dan agresif,” ujar Azul.

    Kepercayaan penuh diberikan kepada para pemain muda, apalagi mereka dipilih langsung oleh tim pelatih. Target utama sekarang adalah membentuk kerangka tim yang solid agar siap bersaing di Grup Barat.

    Sriwijaya FC juga sudah merencanakan sejumlah laga uji coba melawan tim lokal maupun dari daerah sekitar, termasuk kemungkinan menghadapi Bhayangkara FC.

    “Kita punya waktu satu bulan untuk memoles semua kekurangan. Tim ini sudah solid, tinggal menyempurnakan detail permainan,” pungkas Azul.

  • SFC Cari Bomber Berkualitas, Skuad Sudah 85 Persen Siap Tempur

    SFC Cari Bomber Berkualitas, Skuad Sudah 85 Persen Siap Tempur

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC masih berburu bomber berkualitas untuk melengkapi skuad jelang kick-off Championship musim 2025/2026 pada 6 September mendatang. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini menilai posisi striker dan winger masih menjadi kebutuhan utama.

    “Kita masih butuh bomber yang haus gol, dengan penyelesaian akhir yang baik di depan gawang. Saat ini pemain seperti itu belum kita dapatkan. Selain itu, pelatih juga masih mencari winger,” ujar M David, Asisten Direktur Kompetisi III PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), sekaligus Pembina Tim Sriwijaya FC , Senin (4/8/2025).

    Saat ini, Sriwijaya FC telah mengantongi kontrak untuk 24 pemain dari 33 nama yang sempat menjalani masa trial dalam sejumlah laga uji coba. Beberapa nama lainnya masih dalam proses evaluasi pelatih dan negosiasi manajemen.

    “Dari 33 pemain yang ikut trial, baik saat melawan MSG, PSPS Pekanbaru, maupun Dewa United, sebanyak 24 orang sudah resmi kita kontrak. Sisanya sedang kita pantau lebih lanjut, siapa yang memang layak bergabung,” jelas David.

    Dalam upaya memperkuat lini pertahanan, manajemen juga sedang menunggu kehadiran pemain asing asal Ghana, Michael Enu. Kehadirannya diharapkan bisa memberi ketegasan di sektor belakang. Sementara itu, negosiasi dengan penyerang naturalisasi Silvio Escobar dipastikan tidak berlanjut.

    “Kita sempat menjalin komunikasi cukup intens dengan Silvio Escobar, tapi tidak ada titik temu soal nilai kontrak. Pelatih Azul sudah siapkan daftar pemain incaran lain yang sesuai kebutuhan tim,” ujarnya.

    Dari tiga laga uji coba yang telah dilakoni, yakni menang tipis atas MSG dan PSPS Pekanbaru, serta tumbang 0-4 dari Dewa United, tim pelatih belum sepenuhnya puas. Evaluasi menyasar pada ketahanan fisik dan konsistensi performa selama 90 menit pertandingan.

    “Dari segi kesiapan, kami baru sekitar 80 hingga 85 persen. Terutama saat uji coba melawan Dewa United, kami hanya bisa tampil solid di 30 menit awal, setelah itu performa menurun drastis,” ujar David.

    Pemusatan latihan masih berlangsung di Jakarta. Manajemen juga tengah menjajaki kembali laga uji coba melawan Persija Jakarta yang sebelumnya sempat tertunda pada 2 Agustus lalu. Namun, hingga kini jadwal ulang pertandingan tersebut belum bisa dipastikan.

  • Kalah 4-0, Sriwijaya FC Fokus Evaluasi Permainan Jelang Kompetisi

    Kalah 4-0, Sriwijaya FC Fokus Evaluasi Permainan Jelang Kompetisi

    SIARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Kekalahan telak Sriwijaya FC dari tim kuat Liga 1, Dewa United FC, tak membuat pelatih kepala Achmad Zulkifli larut dalam kekecewaan. Meski skor akhir menunjukkan hasil 4-0, sang pelatih menilai banyak hal positif yang bisa dipetik dari pertandingan tersebut.

    Laga yang berlangsung di Lapangan Ground Dewa United pada Rabu (30/7/2025) sore itu menjadi ajang uji coba penting bagi Elang Andalas untuk mengukur kekuatan sebelum kompetisi resmi bergulir. Dewa United FC tampil mendominasi sejak menit awal dan mencetak empat gol hanya dalam satu babak.

    “Memang secara skor kita kalah dan itu membuat saya kecewa. Tapi dari sisi permainan, saya justru cukup puas. Anak-anak mampu memberikan perlawanan,” ujar Coach Azul, sapaan akrab Achmad Zulkifli, saat ditemui usai pertandingan pada Kamis (31/7/2025).

    Ia menyebutkan bahwa keempat gol yang bersarang ke gawang Sriwijaya FC seluruhnya tercipta di babak pertama. Namun menurutnya, gol-gol tersebut tidak berasal dari permainan terbuka lawan, melainkan dari situasi bola mati dan umpan silang.

    “Dua gol dari bola mati dan dua lagi dari crossing. Jadi bukan benar-benar dari gameplay mereka. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kami bisa mengimbangi mereka,” tegasnya.

    Di babak kedua, Sriwijaya FC mulai menemukan ritme permainan dan bahkan sempat menciptakan beberapa peluang emas. Sayangnya, lini serang Laskar Wong Kito belum mampu memecah kebuntuan karena penampilan apik kiper lawan.

    “Kami punya empat peluang yang mestinya bisa berbuah gol, tapi memang kiper mereka tampil sangat baik. Jadi kami belum bisa cetak gol di laga ini,” imbuh Azul.

    Pelatih yang pernah menangani klub-klub besar di Tanah Air ini juga menekankan pentingnya uji coba melawan tim dengan level lebih tinggi. Selain sebagai tolok ukur kekuatan tim, laga seperti ini juga bisa membentuk mental para pemain muda di skuadnya.

    “Saya yakin kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi berharga. Kami tetap optimis dan akan terus berbenah agar lebih siap menghadapi kompetisi resmi nanti,” tutupnya.

  • Sriwijaya FC Menang Lagi di Laga Uji Coba, Tapi Belum Tampilkan Strategi Andalan

    Sriwijaya FC Menang Lagi di Laga Uji Coba, Tapi Belum Tampilkan Strategi Andalan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC kembali meraih kemenangan dalam laga uji coba pramusim, kali ini menghadapi PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0. Laga digelar di Lapangan PSF Pancoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025.

    Gol semata wayang Elang Andalas dicetak oleh Eros Darmawan pada menit ke-31 babak kedua, memanfaatkan assist matang dari rekan setimnya, Ade Suryana. Meski unggul secara skor, pelatih kepala SFC Achmad Zulkifli menegaskan bahwa laga ini belum menjadi cerminan kekuatan penuh timnya.

    “Alhamdulillah kita bisa menang, tapi ini baru uji coba awal. Kita belum masuk ke ranah taktikal, masih evaluasi dasar saja,” ungkap Coach Azul, sapaan akrabnya.

    Menurutnya, dalam laga yang berlangsung selama 2×30 menit ini, ia belum menurunkan skuat inti maupun skema terbaik. Tim pelatih masih dalam proses menilai kemampuan seluruh pemain secara individu maupun kelompok.

    “Kita belum bentuk skema inti. Ini masih tahap cari-cari, siapa pemain yang cocok untuk membela Sriwijaya FC di Liga 2 nanti,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa para pemain saat ini baru diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar bermain baik saat menyerang maupun bertahan.

    Coach Azul juga menyampaikan bahwa ia baru akan mulai mempersiapkan latihan taktikal secara menyeluruh pada bulan Agustus 2025 mendatang. Menurutnya, waktu tersebut lebih ideal karena mendekati jadwal kompetisi resmi Liga 2 musim 2025/2026.

    “Untuk sementara ini uji coba hanya bertujuan melihat sejauh mana pemahaman individu terhadap posisi dan tugas mereka dalam permainan. Bukan untuk unjuk kekuatan penuh,” jelasnya.

    Setelah kemenangan melawan PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC dijadwalkan menghadapi Dewa United klub Liga 1  dalam laga uji coba lanjutan pada Rabu, 30 Juli 2025, di Lapangan Megamendung, Bogor, pukul 15.00 WIB. Azul menegaskan bahwa meski lawan berikut lebih berat, timnya tetap akan fokus pada proses pembentukan fondasi permainan, bukan hasil akhir.

    Sebelumnya, SFC juga menang 1-0 atas MSG di Lapangan B Senayan, Selasa malam, 22 Juli 2025. Dalam laga itu, Jakson menjadi pencetak gol tunggal setelah menerima umpan dari Escobar. Kemenangan beruntun ini tentu menjadi modal awal yang baik bagi Laskar Wong Kito, meski masih menyimpan kekuatan sesungguhnya.

  • Sriwijaya FC Serius Garap Regenerasi, Sosok Berpengalaman Disebut Bakal Latih Tim EPA U-20

    Sriwijaya FC Serius Garap Regenerasi, Sosok Berpengalaman Disebut Bakal Latih Tim EPA U-20

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Komitmen Sriwijaya FC dalam membangun masa depan klub melalui pembinaan pemain muda semakin terlihat nyata. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah menghadirkan sosok berpengalaman untuk melatih tim Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim ini.

    Kepastian soal pelatih memang belum diumumkan secara resmi oleh manajemen. Namun, Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III sekaligus Kepala Pembina Tim, Mohammad David, memberi bocoran bahwa sosok yang akan menangani tim EPA adalah mantan pemain top nasional dengan inisial “IS”.

    “Pelatih EPA kita akan berikan kejutan. Ciri-cirinya mantan pemain Liga 1 berinisial IS, berkualitas, pokoknya kejutan. Secara resmi nanti kita umumkan karena mereka tidak lama lagi datang ke Bumi Sriwijaya,” kata David, Senin (21/7/2025).

    Dari berbagai spekulasi yang beredar, nama Isnan Ali disebut sebagai kandidat terkuat. Ia bukanlah sosok asing bagi publik Palembang. Isnan pernah memperkuat Sriwijaya FC pada periode emas 2007 hingga 2010 dengan torehan 77 penampilan sebagai bek kiri andalan.

    Jika benar Isnan yang ditunjuk, maka ini akan menjadi momen reuni emosional antara sang legenda dan klub yang pernah dibelanya. Lebih dari itu, pengalaman dan kedekatan emosional dengan Sriwijaya FC diyakini akan berdampak positif terhadap proses pembinaan pemain muda.

    Selepas gantung sepatu, Isnan Ali memang memilih jalur kepelatihan. Ia sempat menjadi asisten pelatih di Martapura FC selama lima tahun (2016–2021) dan kemudian mengisi posisi serupa di PS Barito Putera pada 2021. Reputasinya sebagai pelatih muda dengan pemahaman kuat terhadap pengembangan pemain menjadi nilai tambah.

    Saat ini, tim EPA U-20 Sriwijaya FC tengah rutin menggelar laga uji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi resmi Elite Pro Academy yang akan digelar mulai 13 September 2025. Latihan intensif dan penambahan jam terbang menjadi fokus utama manajemen tim.

    “Tim senior kita sudah mencapai 70 persen persiapan. Sekarang fokus ke EPA agar lebih banyak jam terbang,” tambah David.

    Langkah ini menegaskan keseriusan Sriwijaya FC tidak hanya mengejar prestasi jangka pendek, tapi juga membangun fondasi jangka panjang melalui regenerasi pemain lokal berkualitas. Apabila Isnan Ali resmi ditunjuk, harapan besar pun disematkan padanya untuk mencetak bintang-bintang muda asal Sumsel di masa depan.

  • Laskar Wong Kito Siap Sambut Musim Baru, Launching Tim Digelar Terbuka untuk Publik

    Laskar Wong Kito Siap Sambut Musim Baru, Launching Tim Digelar Terbuka untuk Publik

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC akan menyambut musim kompetisi Championsip (Liga 2) 2025/2026 dengan cara istimewa. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menggelar launching tim secara terbuka agar bisa disaksikan langsung oleh publik Sumatera Selatan (Sumsel).

    Acara perkenalan tim dijadwalkan berlangsung antara tanggal 28 atau 29 Agustus 2025, setelah Sriwijaya FC pulang dari uji coba internasional melawan Lion City Sailors FC di Singapura.

    Menurut Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III sekaligus Kepala Pembina Tim, Mohammad David, pelaksanaan launching akan dilakukan di area outdoor dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak suporter dan masyarakat umum.

    “Kalau kita buat di dalam ruangan seperti ballroom, pasti terbatas. Kita ingin semua masyarakat Sumsel bisa hadir dan merasakan euforia kebangkitan Sriwijaya FC. Karena itu, kami pilih ruang terbuka,” ujar David saat dikonfirmasi, Sabtu (19/7/2025).

    Seluruh pemain senior Sriwijaya FC dan skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20 dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Momen ini juga akan menjadi panggung resmi peluncuran jersey baru klub, yang tampil dengan empat warna berbeda untuk musim ini.

    Tak hanya mengenalkan pemain dan seragam anyar, acara launching juga akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan kendaraan resmi tim dan struktur kepengurusan terbaru Sriwijaya FC yang telah disusun menghadapi musim kompetisi mendatang.

    David menambahkan, manajemen ingin membangun kembali koneksi emosional antara klub dan pendukungnya, terutama setelah tim melalui masa-masa sulit dalam beberapa musim terakhir.

    “Ini bukan sekadar acara formal. Ini adalah ajakan kepada seluruh masyarakat Sumsel bahwa Sriwijaya FC milik kita bersama. Mari kita songsong musim ini dengan semangat baru,” tutupnya.

  • Uji Coba ke Luar Negeri, Sriwijaya FC Matangkan Skuad Jelang Liga 2

    Uji Coba ke Luar Negeri, Sriwijaya FC Matangkan Skuad Jelang Liga 2

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC mulai menunjukkan keseriusan jelang bergulirnya Liga 2 musim 2025/2026. Tak hanya menyelesaikan seleksi pemain, klub kebanggaan masyarakat Sumsel itu juga merencanakan uji coba internasional sebagai bagian dari persiapan menyambut kompetisi.

    Manajemen telah merampungkan daftar 31 pemain yang akan diboyong ke Yogyakarta dalam pemusatan latihan (TC) yang menjadi tahapan penting pembentukan tim. Selama di sana, skuad akan menjalani sejumlah laga uji coba untuk mengasah kekompakan dan strategi permainan.

    Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III sekaligus Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mohammad David, mengatakan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional di bawah arahan langsung pelatih kepala, Coach Achmad Zulkifli.

    “Selama di Jakarta, saya menyaksikan langsung bagaimana Coach Achmad Zulkifli memimpin seleksi dengan penuh disiplin dan ketelitian. Saya puas karena banyak pemain yang menunjukkan potensi besar,” kata David.

    Ia menambahkan, dari hasil seleksi, kerangka tim kini telah terbentuk sekitar 60 persen. Sisanya akan dimatangkan melalui TC di Yogyakarta, sebelum akhirnya mengikuti laga-laga uji coba, termasuk uji coba internasional di Singapura.

    “Saya optimis tim ini akan kompetitif. Target kami tidak hanya tampil baik, tapi bisa promosi ke Liga 1 musim depan,” ujarnya dengan semangat.

    Untuk memperkuat komposisi, manajemen juga tengah menyaring pemain asing dan naturalisasi. Sejauh ini, lima pemain asing telah menjalani trial, namun dua nama yakni David dan Amiron asal Prancis sudah dicoret karena tidak memenuhi kriteria tim pelatih.

    “Masih ada beberapa nama di radar kami, baik pemain asing maupun naturalisasi. Kami ingin memastikan yang terbaik bergabung dengan tim,” tambah David.

    Uji coba internasional yang semula dijadwalkan di Singapura pada 24 Juli, resmi ditunda. Tim akan lebih dulu menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta agar lebih siap. Uji coba di Singapura dijadwalkan ulang menjadi 20 Agustus 2025.

  • Sriwijaya FC U-20 Tunjukkan Performa Menjanjikan di Laga Uji Coba

    Sriwijaya FC U-20 Tunjukkan Performa Menjanjikan di Laga Uji Coba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG, – Tim Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U-20 menunjukkan perkembangan positif selama tur uji coba di Pulau Jawa. Meski menghadapi tim-tim papan atas seperti Persija Jakarta dan Persita Tangerang, para pemain muda berjuluk Elang Andalas mampu memberikan perlawanan berarti.

    Dalam dua laga uji coba terakhir, Sriwijaya FC U-20 kalah tipis dari Persita Tangerang yang merupakan juara EPA Liga 1 musim lalu, serta bermain imbang melawan ASIOP. Capaian ini disebut sebagai indikator awal progres permainan anak-anak muda Sumatera Selatan tersebut.

    “Dua kali pertandingan uji coba ini menunjukkan bahwa permainan anak-anak sudah semakin matang. Walaupun kalah dari Persita, skornya tipis, dan melawan ASIOP kita mampu bermain imbang,” ujar Asisten Direktur III (Kompetisi) Sriwijaya FC, Muhammad David, Kamis (17/7/2025).

    Sementara itu, saat berhadapan dengan Persija Jakarta, Sriwijaya FC U-20 menghadapi tantangan yang lebih besar. Menurut David, pertandingan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kelas yang signifikan antara kedua tim, namun tetap memberi pengalaman berharga bagi skuad mudanya.

    “Persija dan Persita jelas beda kelas. Tapi dari pertandingan ini kita bisa melihat bahwa anak-anak tidak minder dan tetap menunjukkan semangat bertanding tinggi. Ini jadi catatan penting untuk pembenahan,” jelasnya.

    Seiring dengan tur tersebut, manajemen Sriwijaya FC U-20 juga melakukan seleksi pemain. Sebanyak delapan pemain trial diundang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi. Hasilnya, hanya empat pemain yang dinyatakan lolos dan direkomendasikan untuk masuk skuad.

    “Kemarin ada delapan pemain trial yang datang ke Jakarta. Dari delapan itu, yang memenuhi kriteria pelatih hanya empat orang,” kata David.

    Dengan tambahan empat pemain baru tersebut, saat ini total jumlah pemain dalam skuad Sriwijaya FC U-20 menjadi 27 orang. Mereka dipastikan siap berlaga dalam kompetisi EPA Liga 2 musim 2025/2026 yang akan segera digelar.

  • David Agendakan SFC Uji Coba Melawan Lion City Sailors FC di Singapura

    David Agendakan SFC Uji Coba Melawan Lion City Sailors FC di Singapura

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III Kepala Pembina Tim PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muhammad David menyebutkan akan ada agenda laga uji coba Elang Andalas ke Singapura.

    “Kita sudah agendakan melawan salah satu klub luar asal Singapura Lion City Sailors,”kata David usai memantau latihan Elang Andalas di PSF Jakarta pada Selasa 15 Juli 2025.

    Menurut Pembina Tim Laskar Wong Kito Senior dan Junior ini, meminta klub SFC yang pernah merumput di tingkat Internasional Piala AFC Cup 2011 melawan Lion City Sailor FC.

    Namun pihak dari Lion City Sailor FC menawarkan SFC melakoni partai away di kandangnya Stadion Bishan Singapura pada Sabtu 19 Juli 2025 nanti.

    “Kita mendapatkan undangan, mereka menawarkan kita yang kesana terbang ke Singapura. Sifatnya masih tentatif, kita masukan dulu ke dalam agenda tim senior,”ucap Ketum Askot PSSI Palembang ini.

    “Dari skema sekarang SFC masih melakukan trail untuk mencari pemain yang benar-benar dikehendaki oleh pelatih kepala. Makanya akan kita jalin komunikasi untuk menentukan jadwal SFC. Intinya kita agendakan dulu kalau tim sudah siap baru kita berangkat,”ucapnya.

    Sementara itu Headcoach SFC Achmad Zulkifli menuturkan, tawaran itu sangat menarik dan ingin mencoba kekuatan anak asuhnya. Tetapi dia harus meminta waktu dulu, karena agenda Elang Andalas pun cukup padat.

    “Kita mau sekali, tetapi jadwal kita juga padat. Mungkin nanti manajemen negosiasi soal jadwal. Kalau jadwalnya bisa diundur dan tim sudah siap kita oke. Intinya bisa jadi bisa tidak tergantung jadwal kita juga,”tuturnya.

  • Elang Andalas CFD di Ibu Kota, Ini Alasan Terselubung Ibu Manajer SFC

    Elang Andalas CFD di Ibu Kota, Ini Alasan Terselubung Ibu Manajer SFC

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Elang Andalas julukan Sriwijaya FC (SFC) berbaur olahraga jalan pagi bersama masyarakat Car Free Day (CFD) di Jakarat pada Minggu 13 Juli 2025.

    Dibincangi Manajer SFC Fidesia Noor menuturkan tujuannya agar pemain bisa menghilangkan penat. Terlebih anak-anaknya sibuk latihan dan uji coba dengan cara cuci mata dan menikmati suasana CFD di Ibu Kota.

    “Kita menikmati suasana Jakarta yang rame saat CFD. Semua pemain happy melihat suasana bundaran HI, Monas, kita foto-foto dan makan-makan,” kata dia

    Menurut Direktur DigiSport ini, pihaknya berusaha terang-terangan mencoba menjual branding nama besar klub Sriwijaya FC di Ibu Kota. Dia berharap SFC akan mendapatkan sponsor dari luar Sumsel dengan datang bertamu ke Jakarta.

    “Tujuan kedua promosinya, keluarlah jersey kita ini. Nama SFC ada di Jakarta ada yang melihat juga. Ini promosi SFC untuk mencari sponsor diluar Sumsel,” ungkapnya.

    “Pesan untuk suporter, fans SFC tetap setia dengan SFC. Selalu lancarkan suaranya dan memberikan energi positif untuk SFC,” pungkasnya.

    Sementara itu Punggawa Elang Andalas Rendy Juliansyah mengaku sangat menikmati agenda manajemen melakukan CFD di Jakarta. Dia pun kaget karena baru pertama ada klub melakukan kegiatan CFD bersama warga seperti ini.

    “Ini pengalaman pertama ada tim mengadakan CFD. Ini bagus sekali untuk membangun chemistry, di sepanjang jalan kita banyak ngobrol bersama,” tuturnya.

    Mantan pemain Timnas ini juga memberikan pesan kepada fans untuk percaya kepadanya dan rekan-rekan. Dia berjanji tidak akan membuat kecewa saat kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 di akhir Agustus nanti.

    “Pesan untuk suporter fans, tetap dukung SFC ya! Kami siap berjuang untuk SFC terbang lebih tinggi,” ucapnya penuh semangat

  • Dua Pemain Asing Ikuti Trial Perdana Sriwijaya FC di Jakarta

    Dua Pemain Asing Ikuti Trial Perdana Sriwijaya FC di Jakarta

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Sriwijaya FC memulai pemusatan latihan (Training Center/TC) perdananya di Jakarta dengan melibatkan 24 pemain, pagi ini, Kamis (10/7/2025), termasuk dua pemain asing yang saat ini menjalani proses seleksi atau trial.

    Dua legiun asing tersebut adalah Murod Tuchibayev asal Uzbekistan dan David asal Prancis. Mereka bergabung bersama pemain-pemain lainnya dalam sesi latihan awal Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC. Selain itu, ada pula enam pemain lokal asal Sumatera Selatan yang turut mengikuti trial.

    Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Ahmad Zulkifli, mengungkapkan bahwa trial perdana ini menjadi langkah awal untuk menyusun kerangka tim menghadapi kompetisi mendatang. Ia mengaku puas dengan penampilan pemain dalam sesi latihan pertama.

    “Trial pertama ini diikuti oleh 24 pemain, termasuk dua pemain asing dan enam pemain lokal dari Sumsel. Saya cukup puas dengan latihan hari ini,” ujar Ahmad Zulkifli yang akrab disapa Azul.

    Ia menambahkan, pemusatan latihan di Jakarta akan berlangsung selama dua pekan dan dibagi dalam tiga tahap evaluasi. Nantinya, akan ada proses keluar masuk pemain berdasarkan hasil penilaian dari tim pelatih.

    “Tinggal nanti ada peleburan, akan ada proses seleksi ketat. Apalagi banyak pemain profesional yang berminat mengikuti trial di Sriwijaya FC,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Azul menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan datang satu lagi pemain asing asal Ghana yang juga akan menjalani trial bersama tim.

    “Untuk tiga pemain asing ini akan kita lihat dulu kualitasnya. Namun, kami tetap memprioritaskan pemain lokal. Jika dinilai masih kurang, barulah kita tambahkan dengan pemain asing,” tegasnya.

    Menurut Azul, manajemen dan tim pelatih sudah sepakat untuk membentuk skuad dengan karakter pemain yang agresif dalam menyerang dan bertahan, serta memiliki semangat juang tinggi.

    “Karakter pemain yang kami cari adalah muda, agresif, dan pantang menyerah. Itu yang akan menjadi identitas tim ini,” katanya.

    Saat ini, Azul telah menetapkan empat pemain yang dinyatakan lolos trial tahap pertama. Sementara itu, manajemen Sriwijaya FC juga telah mencapai kesepakatan dengan 12 pemain untuk memperkuat tim.

    Di tempat yang sama, Pembina Sriwijaya FC, M. David, menjelaskan bahwa trial akan dilakukan dalam tiga sesi berbeda karena banyaknya pemain profesional yang mendaftar untuk seleksi.

    “Setiap sesi trial akan diisi pemain berbeda, menyesuaikan dengan jumlah pemain yang mendaftar. Namun, pemain yang sudah dipilih pelatih akan terus mengikuti latihan,” jelas David.

    Ia menambahkan bahwa secara umum manajemen merasa puas dengan kualitas pemain yang mengikuti trial perdana ini, namun tetap menyerahkan keputusan akhir kepada pelatih dan jajaran kepelatihan.

  • Pemain SFC Bakal Turun ke Jalan CFD Jakarta, Ajak Warga Ikut Jalan Santai

    Pemain SFC Bakal Turun ke Jalan CFD Jakarta, Ajak Warga Ikut Jalan Santai

    SUARAPUBLIK.ID,JAKARTA – Setelah disibukkan dengan agenda pemusatan latihan dan laga uji coba, skuad Sriwijaya FC (SFC) akan mengisi akhir pekan dengan aktivitas berbeda. Para pemain akan turun ke jalan mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Jakarta, pada Minggu, 13 Juli 2025.

    Kegiatan ini bukan sekadar jalan santai biasa. Manajer SFC, Fidesia Noor, menyebut agenda tersebut merupakan bentuk relaksasi sekaligus mempererat kebersamaan antar pemain dan ofisial tim, baik senior maupun junior.

    “Setelah jadwal padat TC dan pertandingan, kita perlu suasana santai. Jadi kita buat agenda ‘Sriwijaya FC Goes CFD Jakarta’. Ini sekaligus sarana membaur dengan warga Jakarta,” ujar Fidesia, Kamis (10/7/2025).

    Seluruh pemain dijadwalkan mengikuti CFD dengan mengenakan jersey terbaru Sriwijaya FC edisi Liga 2 musim 2025/2026. Tak hanya pemain, manajemen dan ofisial tim yang berada di Jakarta juga akan turut serta.

    Manajer perempuan pertama dalam sejarah SFC itu juga mengajak para penggemar tim yang berdomisili di Jakarta untuk bergabung dalam kegiatan ini. Namun, ia memberikan satu catatan penting.

    “Boleh ikut bergabung, tapi jangan memakai atribut tim ya. Karena kita tidak ingin mengganggu kenyamanan masyarakat yang juga berolahraga di CFD,” imbau Fidesia.

    Kegiatan jalan santai ini dijadwalkan dimulai pada pukul 06.10 WIB, dengan titik kumpul di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Menurutnya, momen ini juga bisa menjadi ajang bertemu langsung para fans dengan pemain idola mereka.

    “Kalau beruntung, mungkin bisa foto bareng di jalan. Kita ingin suasana santai saja, tanpa sorotan formal, sambil menikmati udara pagi Jakarta,” tutup Direktur DigiSport tersebut.

  • Jelang Uji Coba, EPA SFC U-20 Jalani Latihan Malam Usai Tiba di Jakarta

    Jelang Uji Coba, EPA SFC U-20 Jalani Latihan Malam Usai Tiba di Jakarta

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA — Setelah menempuh perjalanan darat panjang dari Palembang, skuad EPA Sriwijaya FC (SFC) U-20 langsung tancap gas melakukan latihan di Jakarta. Meski baru tiba pada Rabu (9/7/2025) pukul 03.00 WIB, para pemain muda ini menunjukkan semangat tinggi dengan langsung menggelar sesi latihan malam harinya di Lapangan TNI AU Pancoran Soccer Field (PSF).

    Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan penting menjelang laga uji coba melawan EPA Persita Tangerang U-20 yang akan digelar di Stadion Indomilk Arena, Kamis (10/7/2025) pukul 15.30 WIB. Tim pelatih tak ingin membuang waktu untuk memastikan kondisi fisik dan taktik para pemain tetap optimal.

    Menurut Pembina EPA SFC U-20, Muhammad David, sesi latihan malam itu fokus pada pemulihan serta pemanasan ringan setelah perjalanan. Ia mengatakan, para pemain langsung diarahkan untuk melakukan adaptasi kondisi dan mengembalikan sentuhan bola.

    “Kita sempat recovery terlebih dahulu, baru malamnya langsung pemanasan dan latihan ringan,” ujarnya.

    Sebagai bentuk keseriusan persiapan, tim EPA SFC U-20 bahkan mendapat dukungan langsung dari pelatih kepala tim senior Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, yang turut memimpin jalannya sesi latihan tersebut.

    “Pelatih kepala tim senior turun langsung malam ini. Latihan fokus pada strategi dan skema serangan untuk menghadapi Persita,” tambah David. Ia juga menegaskan bahwa kemenangan adalah target utama dalam laga uji coba ini.

    David menyebut progres permainan timnya terus menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sebelumnya berada di angka 80 persen, kini menurutnya sudah mencapai 95 persen. Laga melawan EPA Persita U-20 pun menjadi tolak ukur kesiapan tim secara keseluruhan.

    “Kalau besok kita bisa menang, artinya tim ini sudah benar-benar siap 100 persen menghadapi kompetisi sesungguhnya,” tegasnya optimistis.

    Skuad Elang Andalas Muda saat ini tengah menjalani serangkaian uji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi EPA Liga 1 U-20. Serangkaian laga tersebut diharapkan bisa mengasah mental, fisik, dan strategi tim untuk mencapai performa terbaik musim ini.

  • Sriwijaya FC Tancap Gas ke Jakarta-Bogor untuk Bentuk Skuad Utama

    Sriwijaya FC Tancap Gas ke Jakarta-Bogor untuk Bentuk Skuad Utama

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya FC mulai tancap gas menyusun kekuatan, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini direncanakan berangkat ke Jakarta dan Bogor untuk menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) sebagai langkah serius membentuk skuad utama musim ini.

    Tiga eks pemain tim nasional Indonesia Sutan Zico, Rendy Juliansyah, dan Ibnu Yazid ikut dalam rombongan bersama sejumlah pemain trial lokal Sumsel dan penggawa muda dari Elite Pro Academy (EPA) U-20.

    Latihan terakhir di Palembang digelar kemarin, Senin (1/7/2025) di Venue Baseball Jakabaring Sport City. Di sana, squad senior, pemain Trial Lokal, dan tim EPA SFC U-20 melahap menu latihan intens yang dipimpin langsung oleh pelatih kepala Ahmad Zulkifli.

    “Ini latihan terakhir di sini. Sudah tiga hari kami latihan dan saya lihat progresnya bagus. Persaingan makin kompetitif dan pemain mulai memahami game plan yang kita inginkan,” ujar Azul, sapaan akrab Ahmad Zulkifli, Rabu (2/7/2025).

    Menurut Azul, TC di Jakarta dan Bogor bakal menjadi tahap penting pembentukan tim inti.“Setelah tim terbentuk, kita lanjutkan pematangan dengan agenda uji coba di Yogyakarta dan Solo,” tambahnya.

    Meski belum merinci jumlah pasti pemain Trial Lokal yang dibawa bersama, Azul menyebut keputusan final akan diambil bersama tim pelatih dalam 1-2 hari ke depan. “Termasuk pemain EPA, akan kita bahas bersama siapa saja yang ikut ke Sentul,” jelasnya.

    Sementara itu, Asisten Direktur III Kompetisi Sriwijaya FC, Muhammad David, membenarkan keberangkatan tim senior ke Pulau Jawa.

    “Tim senior memang sudah latihan terakhir di Palembang. Pemain trial dan eks timnas lainnya yang belum gabung juga akan ikut. Untuk tim EPA, mereka dijadwalkan berangkat 9 Juli mendatang,” ujar David.

    Ia menambahkan, para pemain yang sudah dikontrak maupun yang masih menjalani seleksi akan sama-sama mengikuti TC sebagai bagian dari pembentukan skuad final. Setelah itu, agenda uji coba akan digelar untuk menguji kesiapan tim.

  • Dukungan! Ketua GP Ansor Sumsel Pantau Latihan SFC di Palembang

    Dukungan! Ketua GP Ansor Sumsel Pantau Latihan SFC di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sumatera Selatan (Sumsel) H Muhammad Erwinsyah S. Pd menyatakan terus pantauan latihan klub Sriwijaya FC (SFC) di Palembang.

    “Selain bentuk dari dukungan kami! Salah satunya sebagai perpanjangan dari Ketum kita Gus Addin sebagai Wakomut (Wakil Komisaris Utama) Sriwijaya FC itu sendiri,”kata dia pada Selasa 1 Juli 2025.

    Ditegaskannya GP Ansor Sumsel seribu persen akan mendukung Sriwijaya FC di Sumsel dan mengawal semua aktifitasnya. Bahkan pihaknya juga ikut terlibat dalam membantu tiketing dan berbagai aspek lainnya.

    “Pada prinsipnya GP Ansor berkomitmen mendukung SFC untuk lebih baik lagi kedepannya,”tuturnya.

    “Soal sponsor yang dipersulit di Sumsel! Kalau pandangan saya secara pribadi tidak perluh berkecil hati! Ketum Gus Addin sudah berusaha tetap support. Kemungkinan kita akan mendapatkan sponsor dari luar Sumsel,”ucapnya memberikan semangat.

    Diakuinya saat laga home Laskar Wong Kito di Palembang dia sudah mempersiapkan tim pendukung khusus. Ketua GP Ansor Sumsel menyebutkan 70 persen sampai 80 persen anggotanya adalah fans setia Elang Andalas sejak kecil.

    “Laga home saya sudah memberikan intruksi untuk GP Ansor Sumsel turun memberikan dukungan. Kita akan turunkan Banser Pencinta Sriwijaya FC,”tutupnya.

  • Bukan Skuad Resmi, David : Latihan Sriwijaya FC Masih Libatkan Pemain Trial Lokal

    Bukan Skuad Resmi, David : Latihan Sriwijaya FC Masih Libatkan Pemain Trial Lokal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Latihan yang digelar Sriwijaya FC pada awal pekan ini belum melibatkan pemain resmi. Sesi tersebut ternyata hanya bagian dari uji coba internal yang mempertemukan tim Elite Pro Academy (EPA) dengan para pemain trial lokal.

    “Latihan kemarin itu latihan bersama, uji coba antara pemain EPA dan pemain senior. Itu tim trial lokal, hanya untuk melengkapi sesi latihan,” Asdir III (Kompetisi) Sriwijaya FC Muhammad David, Senin (30/6/2025).

    David menegaskan, para pemain yang ikut serta dalam latihan bukanlah bagian dari skuad resmi Sriwijaya FC. Mereka tengah menjalani proses seleksi dan belum tentu direkrut.

    “Yang ikut latihan belum jadi pemain Sriwijaya FC. Mereka sedang dalam masa trial dan seleksi. Mungkin besok pelatih baru akan memutuskan siapa saja yang lolos. Tapi memang latihan juga diikuti beberapa mantan pemain timnas seperti Rendy Juliansyah, Sutan Zico dan Fariz Fadilla,” tambahnya.

    Sriwijaya FC sendiri dijadwalkan akan melanjutkan proses seleksi dan pemusatan latihan (TC) di Jakarta, yang direncanakan berlangsung mulai 10 Juli mendatang. Di ibu kota nanti, pelatih kepala akan kembali menggelar trial lanjutan yang juga akan didatangi pemain-pemain berpengalaman dari Liga 1 dan Liga 2.

    “Di Jakarta nanti sekaligus TC. Di sana baru akan dibentuk tim inti Sriwijaya FC. Pemain yang ikut TC akan diseleksi langsung oleh pelatih,” ungkap David.

    Manajemen klub menegaskan bahwa proses seleksi pemain dilakukan secara ketat. Bahkan ada kasus di mana pemain yang sudah menandatangani kontrak, harus dicoret karena tidak memenuhi kriteria pelatih.

    “Meski sudah tanda tangan kontrak, tapi kalau pelatih tidak berkenan, ya dibatalkan. Kita ingin tim yang benar-benar siap secara kualitas dan karakter,” tegasnya.

    Latihan lanjutan masih akan digelar esok hari dengan format serupa, yaitu latihan gabungan antara pemain EPA dan pemain trial lokal. Harapannya, dari sesi ini pelatih bisa mengidentifikasi talenta lokal yang layak dipertahankan.

    Sriwijaya FC terus mematangkan persiapan mereka jelang Liga 2 musim 2025/2026, dengan harapan bisa kembali bersaing di papan atas dan meraih tiket promosi ke Liga 1.