Rusak Citra Klub di Medaos, Kuasa Hukum SFC Peringatkan Abanda Rahman

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) akhirnya buka suara tentang tindak tanduk Abanda Rahman kerap berceloteh dan terkesan paling vokal di media sosial (medsos) dinilai aksinya itu sudah kelewatan batas merusak citra klub Sriwijaya FC (SFC) di musim ini.

Padahal tidak hanya Laskar Wong Kito banyak klub-klub lainnya baik di Liga 1 dan Liga 2 musim lalu periode 2024/2025 terkendala krisis finansial berefek pada gaji yang tertunggak. Terpantau pun tidak ada klub lain yang memiliki niat buruk merusak nama mantan klubnya, semua pemain menyerahkan urusan secara profesional ke jalur Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI),

Namun Abanda Rahman diduga seakan-akan sengaja memiliki niat buruk kepada SFC terus menyerang klub di media sosial (medsos). Citra klub SFC seakan terus memburuk akan berdampak kepada rusaknya pendekatan klub (masih terus diupayakan manajemen) mencari calon sponsor ship untuk pemain anyar SFC yang lagi berkompetisi di Pegadaian Championship 2025/2026.

Hal itu diungkap Kuasa Hukum Klub Sriwijaya FC (SFC) Berman Limbong SH MH menyatakan, tegas kepada Abanda Rahman sering muncul di medsos baik melalui celotehan berupaya tulisannya. Pihaknya pun menyebutkan sudah mengumpulkan banyak alat bukti melalui Screen Shot (SS) yang di dapat dari awal aksinya menyerang klub hingga sekarang berisikan semua celotehan di medsos juga banyak tersebar di akun instagram – instagram admin medsos yang dapat diambil kapan pun.

“Kami minta anda (Abanda Rahman) menghentikan semua itu! Ini menjadi peringatan lisan kepada saudara! Sebelum kami melakukan langkah-langkah hukum yang dapat menjerat semua perbuatan anda tersebut,”kata dia pada Kamis 18 September 2025.

Menurut Direktur Kompetisi PT SOM ini, semua masalah sudah diselesaikan dengan APPI jauh sebelum Elang Andalas mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. SFC sendiri tengah mengembalikan citra klub untuk kepentingan kompetisi yang tengah sulit menarik sponsor, namun tiba-tiba kembali diserang persoalan musim kemarin yang sudah selesai.

“Kami menyarankan saudara menghentikan gerakan murahan seperti itu! Karena anda sudah menyerahkan secara sadar untuk diurusi oleh asosiasi APPI tempat anda menyerahkan kuasa. Saya berbicara sebagai Lawyer SFC sekaligus Direktur Kompetisi PT SOM! Siapapun mengangkat persoalan gaji pemain ke media sosial itu adalah pekerjaan konyol, itu merusak dirinya sendiri. Mereka sudah menyerahkan hak-hak mereka kepada APPI seakan kalian tidak percaya dengan organisasi kalian sendiri,”ungkapnya.

Berman Limbong menyebutkan nama Abanda Rahman tidak masuk dalam kontrak kerja manajemen PT SOM dia melakukan kontrak kerja dengan manajemen PT SOM sebelumnya bukan dengan manajemen PT SOM sekarang. Dijelaskan manajemen PT SOM sekarang masuk saat semua pemain SFC musim 2024/2025 sudah siap beberapa hari lagi sudah akan berlaga di kompetisi saat itu namanya Liga 2.

“Walaupun begitu manajemen PT SOM saat masuk tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. Tetapi kalau prosesnya bertahap harus bersabar, sebab manajemen PT SOM yang masuk sekarang bukan untuk berbisnis olahraga atau mencari profit oriented malahan mau menyelesaikan semua masalah. Kita selesai pelan pelan semua klub juga mengalaminya tetapi tidak ada pemain yang koar-koar di medsos merusak nama klubnya berdampak kepada sponsor kedepannya untuk menghidupi klub berkompetisi lagi jadi sulit,”keluhannya.

Dia berharap tidak ada lagi aksi-aksi di medsos yang merusak nama citra klub SFC. Berman Limbong semua tunggakan gaji pemain musim lalu sudah selesai dan silahkan semua pemain bertanya kepada organisasi APPI.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia atau APPI sendiri mewadahi lebih dari 800 pesepakbola yang bermain untuk liga 1 (Liga Super), liga 2 (Championship), liga 3, dan timnas putri.

“Intinya urusan gaji pemain dibeberapa musim lalu sedang diproses penyelesaian di tingkatan APPI. Salahkan bertanyalah kepada APPI jangan lagi bertanya ke media sosial apa lagi membuat celotehan merusak nama klub di ruang ruang publik,”pungkasnya

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang
Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga
Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu
Astra Motor Sumsel Bekali Pelajar Lewat Kompetisi dan Bootcamp Cari Aman Academy 2026
Motornya Digelapkan Teman Sendiri Arief Lapor Polisi
Dua Terdakwa Korupsi Irigasi Divonis 4 Tahun, Uang Rp1,6 Miliar Wajib Dikembalikan
Maling 17 Aki Mobil Golf, Tiga Pelaku Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang
Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:27 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang

Senin, 21 September 2026 - 17:19 WIB

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu

Senin, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali Pelajar Lewat Kompetisi dan Bootcamp Cari Aman Academy 2026

Senin, 21 September 2026 - 12:06 WIB

Motornya Digelapkan Teman Sendiri Arief Lapor Polisi

Berita Terbaru

Foto korban saat di TKP

Kriminal

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Senin, 21 Sep 2026 - 18:06 WIB

Kota Palembang

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 Sep 2026 - 17:19 WIB