Tag: Pilkada Sumsel

  • Pilkada 2024: Paslon 03 Kalah di Beberapa Daerah, Fokus Laporkan Dugaan Pelanggaran

    Pilkada 2024: Paslon 03 Kalah di Beberapa Daerah, Fokus Laporkan Dugaan Pelanggaran

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Juru Bicara Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Nomor Urut 3, Permana, menyampaikan hasil hitung cepat C1 yang dilakukan oleh tim internal pasangan Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati.

    Permana mengungkapkan bahwa hingga pukul 09.30 WIB, Kamis (28/11/2024), hasil perhitungan sudah mencapai 82 persen. Dengan hasil tersebut, Paslon 03 memperoleh 27 persen suara.

    “Perhitungan sudah mencakup 72 persen dari 17 kabupaten/kota, namun kami masih menunggu hasil dari Kabupaten Lahat yang belum masuk. Hingga saat ini, Paslon Matahati baru memperoleh 27 persen, sementara Paslon 01 meraih 50,71 persen, dan Paslon 02 memperoleh 25,13 persen,” ujar Permana saat ditemui di kediaman Mawardi Yahya.

    Permana tidak menampik bahwa berdasarkan hasil perhitungan internal tim Matahati, Paslon 01 unggul dibandingkan Paslon 02 dan 03. Ia juga menyampaikan bahwa Calon Gubernur Mawardi Yahya menerima hasil ini dengan lapang dada.

    Dari hasil sementara tersebut, Permana menjelaskan bahwa pihaknya hanya unggul di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Meskipun demikian, mereka tidak mencapai target 75 persen karena banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilih. Paslon Matahati hanya meraih keunggulan 64 persen di Ogan Ilir.

    “Kami tergerus oleh Paslon 02, sementara Paslon 01 angkanya stagnan. Di Ogan Ilir kami menang, di Palembang kami peringkat kedua. Yang mengejutkan, di beberapa daerah kami kalah dari Paslon 01,” ungkapnya.

    Namun, pihaknya juga menerima banyak laporan terkait dugaan pelanggaran, baik yang dilakukan oleh Paslon lain maupun penyelenggara Pilkada. Saat ini, mereka tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui tim advokasi Matahati.

    “Mayoritas laporan dugaan pelanggaran berasal dari tim di lapangan yang melaporkan Paslon 01. Banyak laporan mengenai politik uang, siraman yang cukup membuat warga terbuai,” katanya.

  • Hasil Penghitungan Sementara, HDCU Unggul 78 Persen di Lahat

    Hasil Penghitungan Sementara, HDCU Unggul 78 Persen di Lahat

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat Sumatera Selatan (Sumsel), Kiky Subagyo, mengungkapkan kabar baik terkait hasil penghitungan sementara suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024.

    Berdasarkan laporan dari tim pemenangan, pasangan Herman Deru dan Cik Ujang (HDCU) berhasil memperoleh sekitar 78 persen suara di Kabupaten Lahat, salah satu daerah yang sangat strategis dalam kontestasi politik di Sumsel.

    Selain itu, hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) melalui quick count menunjukkan bahwa pasangan HDCU masih unggul jauh di tingkat provinsi.

    Berdasarkan data yang masuk sekitar 70 persen, pasangan HDCU meraih sekitar 73 persen suara.

    Sementara itu, pasangan Eddy-Riezky hanya memperoleh 13 persen suara, sedangkan pasangan Mawardi-Anita mendapatkan 12 persen.

    Kiky Subagyo menegaskan bahwa meskipun hasil ini masih bersifat sementara, tren kemenangan HDCU di berbagai daerah, termasuk Lahat, mencerminkan dukungan yang sangat besar dari masyarakat.

    “Kami sangat optimistis bahwa hasil ini akan terus menunjukkan keunggulan kami. Kami berharap dukungan masyarakat terus tumbuh hingga hasil akhir diumumkan,” ujar Kiky dalam keterangan persnya.

    HDCU, yang diusung oleh koalisi beberapa partai politik, termasuk Partai Demokrat, sudah lama menjadi calon unggulan dalam berbagai survei menjelang Pilgub Sumsel.

    Keunggulan yang signifikan di Kabupaten Lahat ini menjadi indikator penting bagi keberhasilan pasangan tersebut, mengingat daerah ini memiliki peran strategis dalam perhelatan politik di Sumsel.

    Meskipun penghitungan suara masih berlangsung, semakin banyaknya suara yang masuk diperkirakan akan memperkuat posisi HDCU dan mendekatkan mereka pada kemenangan dalam Pilgub Sumsel 2024. (Sm)

  • Gunakan Hak Pilih di TPS 13 Lahat, H Cik Ujang dan Istri Optimisme Menang di Lahat dan Sumsel

    Gunakan Hak Pilih di TPS 13 Lahat, H Cik Ujang dan Istri Optimisme Menang di Lahat dan Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT  – Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan nomor urut 1, H. Cik Ujang, SH, bersama istri yang juga Calon Bupati Lahat nomor urut 3, Hj. Lidyawati Cik Ujang, melaksanakan hak pilih mereka pada Pilkada 2024. Pasangan ini mencoblos di TPS 13, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, pada Rabu (27/11).

    Setelah memberikan suaranya, H. Cik Ujang menyampaikan apresiasi kepada Forkompinda, khususnya Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan, yang telah memastikan proses demokrasi berjalan lancar dan kondusif.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas pengamanan yang diberikan. Siapapun yang terpilih nantinya, akan bertugas dengan baik dan benar demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

    Ketika ditanya soal optimisme dalam kontestasi politik, H. Cik Ujang dengan tegas menyatakan keyakinannya. Untuk Pilgub Sumsel, pasangan nomor urut 1, Herman Deru – Cik Ujang (HDCU), dinilai memiliki peluang besar.

    Sementara itu, di Pilbup Lahat, pasangan nomor urut 3, Hj. Lidyawati – H. Haryanto (BERLIAN), juga optimis mendulang kemenangan.

    “Insha Allah, kami menang di Lahat dan Sumatera Selatan. Ini semua berkat dukungan masyarakat yang terus mengawal jalannya demokrasi,” ujar H. Cik Ujang penuh semangat.

    Proses pemungutan suara di Kabupaten Lahat berjalan tertib dan aman. Masyarakat tampak antusias datang ke TPS untuk memberikan suara mereka. Hasil resmi dari Pilkada ini diharapkan segera diumumkan setelah proses penghitungan selesai.

    Pilkada serentak tahun ini menjadi momen penting bagi Sumatera Selatan, dengan harapan lahirnya pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat. (sm)

  • Eddy Optimis Bisa Peroleh 48 Persen Suara

    Eddy Optimis Bisa Peroleh 48 Persen Suara

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nomor Urut 2 Eddy Santana Putra optimis bisa memperoleh 48 Persen suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumsel 2024.

    Hal itu disampaikan Eddy usai memberikan hak pilihnya di TPS 01 jalan Sambu Kapten A Rivai, RT 01, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

    Eddy yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubenur Sumsel Rizky Aprilia yakin atas perubahan ERA Baru yang mereka canangkan beserta Visi Misi dengan Taqloe menjadi Sumsel Cerah (Cerdas, Sehar, Sejahtera) bisa menjadi piliha masyarakat Sumsel.

    “Target kita minimal 48 Persen,” kata Eddy, Rabu (27/11/2024).

    Eddy yang terlihat juga didampingi langsung Rizky saat memberikan hak pilih di TPS 01 datang ke TPS bersama keluarganya sekitar pukul 09.15 WIB, dengan memakai kemeja putih dan peci hitam.

    Sebelum tiba di TPS, Eddy dan keluarga besar terlebih dahulu menggelar doa bersama di kediamannya, jalan Natuna, RT 01, RW 01, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, yang tak jauh dari TPS.

    “Hari ini tanggal 27 November 2024, saya bersama keluarga mencoblos di TPS 01, RT 01, satu ditambah satu sama dengan dua, sesuai angka nomor urut kami. Hari ini hari yang cerah, semoga Sumsel kedepan semakin cerah,” ungkapnya.

  • Cagub Sumsel Herman Deru Gunakan Hak Pilih di TPS 27

    Cagub Sumsel Herman Deru Gunakan Hak Pilih di TPS 27

    SUARAPUBLIK. ID, PALEMBANG – Calon gubernur Sumatera Selatan nomor urut satu Herman Deru menggunakan hak suara pilih di TPS 27 di Perumahan Bulog, di Jalan AKBP Cek Agus, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 3 Palembang, Rabu (27/11/2024).

    Pantauan di lokasi, Herman Deru beserta istri dan anak tiba di TPS pada pukul 9.41 WIB.

    Memakai baju koko berwarna putih selaras dengan sang istri, Herman Deru nampak bersemangat menggunakan hak suaranya.

    Usai mencoblos, mantan calon gubernur Sumsel periode 2018-2023 itu menyapa bapak – bapak dan ibu – ibu yang sudah menunggu kehadirannya.

    Herman Deru juga menyempatkan ber selfie ria dengan ibu – ibu yang sudah lanjut usia tersebut.

    “Alhamdulillah, tadi saya istri dan anak-anak sudah menggunakan hak suara kami pada Pilkada 2024 ini, ” ucap Herman Deru saat ditemui di TPS.

    Sebelum datang ke TPS kata Deru, dirinya dan keluarga berdoa memohon kepada Allah SWT.

    “Perjuangan secara fisik sudah selesai, sekarang kita lanjutkan berdoa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan apa yang kita munajatkan dapat terwujud, ” kata Deru singkat.

  • Optimis Menang, Anita akan Pantau Quick Count di Kediaman Mawardi 

    Optimis Menang, Anita akan Pantau Quick Count di Kediaman Mawardi 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nomor urut 3 Anita Noeringhati berencana akan melihat hasil hitung cepat (Quick count) Pilkada Sumsel dikediaman Calon Gubernur (Cagub) Mawardi Yahya

    Hal itu disampaikan mantan ketua DPRD Sumsel ini usai memberikan hak pilihnya di TPS 11 Komplek Bukit Sejahtera (Poligon) tak jauh dari Kediamannya.

    “Ya nanti kita akan bersama – sama melihat hasil hitung cepat di Kediaman Pak Mawardi di Jalan Musyawarah Kecamatan Gandus,” kata Anita, Rabu (27/11/2024).

    Tak jauh berbeda dengan Cagub Mawardi, Anita juga tak menentukan target berapa persen perolehan suara yang akan mereka dapatkan. Namun ia Optimis bisa memenangkan pilkada kali ini.

    “Targetnya tidak ada, tapi kami berharap bisa menang dalam Pilkada Sumsel,” ungkapnya.

    Anita yang datang ke TPS bersama Suami dan keluarganya mengaku optimis apalagi ia bersama Cagub Mawardi (Matahati) telah berkeliling bersama untuk menyampaikan Visi dan Misi kepada masyarakat.

    “Insyaallah, Jika di Ridhoi Allah SWT, kemenangan Matahati juga merupakan kemenangan seluruh masyarakat Sumsel,” tutupnya.

  • Mawardi Nyoblos di TPS 08 Gandus, Sama Seperti Prabowo

    Mawardi Nyoblos di TPS 08 Gandus, Sama Seperti Prabowo

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Gubernur (Cagub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya bersama Istri dan keluarga dengan memakai pakaian serba putih, memilih berjalan kaki dari kediamannya yang kurang lebih berjarak 500 Meter menuju TPS 08, Jalan Musyawarah, Kecamatan Gandus Palembang untuk memberikan hak pilihnya dalam Pilkada Sumsel 2024.

    TPS 08 sendiri diharapkan menjadi keberuntungan Mawardi karena TPS ini sama seperti TPS tempat Presiden Prabowo akan menentukan pilihannya pada Pilkada Jawa Barat.

    Usai memberikan hak pilih Mawardi mengaku tak merencanakan datang ke TPS dengan angka yang sama seperti Presiden Prabowo. “TPSnya bukan direncakan ternyata hari ini saya TPS 08 insya allah sama dengan Prabowo kita menang,” kata Mawardi usai memberikan hak pilihnya, Rabu (27/11/2024).

    Cagub Nomor urut 3 ini sendiri tak menargetkan berapa persen perolehan suara yang akan ia dapatkan bersama Pasangannya Cawabub Anita Noeringhati. Namun ia optimis bisa memenangkan pilkada Sumsel kali ini.

    “Tak ada target berapa persen suara yang didapatkan. Yang pasti kita menang berapapun suara yang didapat,” ungkapnya.

    Menurutnya hari ini menjadi hari yang bersejarah bagi warga Sumsel, oleh karena itu ia mengajak masyarakat Sumsel untuk memberikan partisipasinya.

    “Nantinya saya yakin siapapun mendapatkan suara terbanyak itulah pilihan rakyat Sumsel,” tutupnya.

  • Debat Ketiga Pilgub Sumsel, Kesempatan Terakhir Ketiga Paslon Yakinkan Hati Masyarakat  

    Debat Ketiga Pilgub Sumsel, Kesempatan Terakhir Ketiga Paslon Yakinkan Hati Masyarakat  

    SUARAPUBLIK.ID , PALEMBANG – Tiga pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur akan memaparkan visi – misi mereka pada debat ketiga Pilgub Sumsel, Kamis (21/11/2024) malam di Hotel Aryaduta Palembang.

    Ketiga Paslon yakni, Herman Deru – Cik Ujang, Eddy Santana Putra – Riezky Aprilia dan Mawardi Yahya – RA Anita Noengrihati.

    Pada debat ketiga ini juga dihadiri oleh ratusan masing – masing pendukung dan simpatisan.

    Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya menerangkan bahwa debat ketiga ini menjadi yang terakhir.

    “Mudah – mudahan pada debat pertama, kedua dan ketiga ini menjadi referensi pemilih di Sumsel. Tema meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menentukan pilihannya nanti, ” terang Andika.

    Andika meminta masyarakat untuk datang mencoblos pada tanggal 27 November mendatang.

    “Suara masyarakat dapat menjadi penentu untuk pembangunan dan kemajuan di Sumsel, ” ungkap Andika.

    Tak hanya itu, ia juga meminta para paslon untuk berkompetisi dengan baik dan santun.

    “Pastikan Sumsel tetap zero konflik hingga akhir pelaksanaan Pilkada serentak 2024,” pungkas Andika. (*)

  • Eddy Optimis Masyarakat Sumsel Butuh Pemimpin yang Baru di Massa Depan

    Eddy Optimis Masyarakat Sumsel Butuh Pemimpin yang Baru di Massa Depan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Gubernur (Cagub) Sumsel Eddy Santana Putra menyebutkan lawan-lawannya di Pilgub Sumsel lemah. Dia mengatakan ini di hadapan ratusan kader moncong putih, pada Rapat Kerja Daerah Khusus (RAKERDASUS) PDI Perjuangan Sumsel The Sultan Palembang Minggu 27 Oktober 2024.

    “Sebetulnya lawan kita lemah! Lemahnya tentang hasil apa selama ini, tinggal sampai tidak sosialisasi kita kepada masyarakat Sumsel,” kata ESP.

    ESP menuturkan kedua kontestan lawannya adalah petahana mantan Gubernur Sumsel.  Herman Deru dan mantan Wali Gubernur Sumsel Mawardi Yahya. Namun semasa kepemimpinan keduanya Sumsel tidak mengalami perkembangan.

    ESP optimis semua masyarakat Sumsel juga membutuhkan pemimpin yang baru untuk masa depan yang lebih baik lagi.

    “Nah inilah kita memiliki visi misi Era Baru Sumsel Cerah, Semangat Baru, Pemimpin Baru. Sumsel harus berubah harus dipimpin orang yang memiliki kompetensi lebih. Insyallah ini petunjuk dari yang maha kuasa,” ucapnya.

    ESP optimis menang walaupun maju hanya didukung oleh PDI Perjuangan, dia yakin Moncong Putih hanya cukup berkoalisi dengan rakyat Sumsel.

    Mantan Wali Kota Palembang 2 periode jt juga melihat dalam RAKERDASUS PDI Perjuangan Sumsel semua daerah sangat kompak dan militan.

    Ditambahkan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Riezky Aprilia menegaskan, semua kader harus benar-benar solid dan fokus kepada satu komando partai.

    “Semua kader di daerah jangan bantu orang lain saudara bukan siapa-siapa bukan! Tetapi tegak lurus satu komando kita menangkan Pilgub Sumsel ini,” tegasnya.

    Riezky Aprilia sebagai kader PDI Perjuangan yang diusung partai meminta komitmen semua anggota. Dia tidak mau melihat ada kader yang tidak menjalankan instruksi partai.

    “Ada dua pilihan saya berikan kepada kalian semua! Pertama Menang, Kedua Tidak Harus Kalah, Intinya PDI Perjuangan Menang,”ucapnya.

    Sementara itu Pilgub Sumsel diikutin oleh tiga kontestan yakni nomor urut 1 Herman Deru-Cik Ujang atau HDCU, nomor urut 2 Eddy Santana Putra- Riezky Aprilia atau ERA dan nomor urut 3 Mawardi Yahya-Anita Noeringhati atau MATAHATIi.

    Ketiga kontestan masih memasuki tahap kampanye dan akan mengikuti tiga kali debat Pilgub Sumsel diadakan oleh KPU Sumsel.

  • Survei Cyrus Network, HDCU Unggul 64,7%, Matahati 15%, ERA 10,3%

    Survei Cyrus Network, HDCU Unggul 64,7%, Matahati 15%, ERA 10,3%

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru – Cik Ujang dalam survei terbaru yang dilakukan Cyrus Network menunjukkan angka 64,7%. Sementara pesaingnya, pasangan Mawardi Yahya – Anita Noeringhati baru mencapai 15,0% dan Eddy Santana Putra – Riezky Aprilia 10,3 %. Sisanya yang mengaku belum memutuskan, masih ragu, dan tidak tahu ada 7,2 %, tidak menjawab atau rahasia 2,4 % dan yang tidak memilih 0,4%. Hal itu diungkapkan CEO Cyrus Network, Fadhli MR, dalam pemaparan hasil survei di Palembang, Minggu (13/10/2024).

    Dalam pertanyaan terbuka (_Top of Mind_), nama Cagub Petahana Herman Deru dianggap masih paling layak dipilih menjadi Gubernur. Angkanya mencapai 55,9%, di bawahnya Mawardi Yahya 10,8 % diikuti Eddy Santana Putra 5,9%.

    Dalam pertanyaan tertutup tidak berpasangan, dimana responden diberikan pilihan jawaban.

    Elektabilitas Cagub Herman Deru 65,1%, Mawardi Yahya 14,1 % dan Eddy Santana Putra 10,7%. Untuk posisi Cawagub, elektabiltas Cik Ujang 42,7 %, Anita Noeringhati 14,2 %, dan Riezky Aprilia 9,1 %.

    Dengan selisih angka elektabilitas pasangan yang cukup jauh, dan waktu pencoblosan yang kurang lebih hanya tinggal lima minggu lagi. Fadhli berpendapat, elektabilitas Herman Deru -Cik Ujang sulit untuk dikejar.

    ” Masih ada waktu sekitar lima minggu yang bisa dimanfaatkan. Namun, dengan melihat selisih angka dan sisa waktu saat ini, berat bagi penantang untuk dapat mengejar elektabilitas petahana. Sulit tapi bukan berarti tidak mungkin ya,” tegas Fadhli.

    Keunggulan Herman Deru, menurut Fadhli salah satunya karena kinerjanya sebagai Gubernur dinilai baik oleh masyarakat Sumsel. Tingkat kepuasan (_Aproval Ratting_), terhadap kinerja Herman Deru sebagai Gubernur mencapai 75,3%. ” Responden yang merasa puas ada 67,4 % dan yang sangat puas 7,9 %, sementara yang tidak puas 18,4% dan sangat tidak puas hanya 2,5%, ” papar Fadhli.

    ” Kelebihan umum seorang petahana, adalah karena punya waktu lebih lama untuk mensosialisasikan diri dan menunjukkan kinerja serta hasil kerjanya saat menjabat, ” imbuhnya.

    Ketika responden ditanya apakah Herman Deru layak dicalonkan kembali untuk lima tahun ke depan, 71,8 menjawab layak, 11,9 % menjawab sangat layak. Hanya 9,9 % yang menilai tidak layak dan 1,1 % menilai sangat tidak layak.

    Penilaian terhadap kinerja Wakil Gubernur Mawardi Yahya juga tergolong baik, meski tidak setinggi Gubernur. Sebanyak 55,8 % responden mengaku puas, dan 3,1 % sangat puas pada kinerja Wakil Gubernur. Yang mengaku tidak puas ada 20,5% dan 0,7 sangat tidak puas.

    Survei yang dilakukan Cyrus Network ini berlangsung dari tanggal 1-5 Oktober 2024, dengan mengambil sampel sebanyak 1.200 responden, yang tersebar secara proporsional di 120 desa terpilih dari 17 Kabupaten/Kota.

    Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan (_significant level_) survei ini 95% dengan _margin of error_ sebesar +/- 2,89%.

  • Riezky Aprilia : Dalam Pertanian Sumsel Raksasa yang Tertidur akan Kita Bangunkan

    Riezky Aprilia : Dalam Pertanian Sumsel Raksasa yang Tertidur akan Kita Bangunkan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Wakil Gubernur Sumsel Riezky Aprilia menilai Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai raksa yang tertidur didalam Pertanian. Meski sebagai Provinsi penyokong Pangan Nasional, ia merasa potensi Pertanian yang dimiliki Sumsel belum dimanfaatkan dengan Maksimal.

    Oleh karena itu, Ia mengaku merasa tertantang untuk membangunkan Sumsel sebagai Raksasa itu Bersama Eddy Santana Putra sebagai calon Gubernur.

    “Dalam pertanian Sumsel merupakan raksasa yang tertidur, karena dalam 15-20 tahun ini saya melihat potensi Pertanian Sumsel tidak dimanfaatkan secara Maksimal,” kata Riezky dibincangi usai dirinya bersama Eddy Santana Putra mengikuti pengundian nomor urut kontestasi pada Pilkada Sumsel, bertempat di Kantor KPU Sumsel, Senin Malam, (23/9/2024).

    Riezky selama berada di DPR RI komisi 4 mengurusi bidang Pertanian merasa tertantang untuk membangunkan potensi Sumsel. Dirinya telah memetakan sejauh mana potensi Pertaniannya yang dimiliki Sumsel seperti Banyuasin dengan Holtikultura dan Kabupaten Musi Banyuasin dengan sentra Hewani.

    “Jika kami terpilih memimpin Sumsel nantinya, Mungkin itu akan kita atur berdasarkan kemampuan dan kemauan kepala Daerah siapapun nanti yang akan menjadi kepala daerah di wilayah tersebut. Karena pemerintah provinsi menjadi perpanjangan tangan pusat di daerah,” ungkapnya. Apalagi ia merasa selama berada di komisi 4 DPR RI terus coba mengupgrade Sumsel, Tapi selalu banyak keterbatasan.

    “Nah hari ini dengan mencalonkan diri menjadi Excecutif. Kami dengan pak Edy yang jago infrastruktur dan saya punya visi di pertanian insya Allah kita bergotong royong bersama rakyat memajukan Sumsel Cerah,” terangnya.

    Terkait mendapatkan nomor urut 2 dalam Pilkada Sumsel, Riezky mengaku bersyukur karena nomor 2 berada ditengah dan mudah dicari.

    “Nomor 2 gampang dicari, lebih dahulu terlihat, begitu bukan kecil saja sudah terlihat, coblos tutup lagi,” terangnya sembari bercanda.

    Apalagi ia menilai jika nomor 2 adalah nomor paling baik layaknya kecocokan dua pasangan dan saling melengkapi, tak sendirian dan tak berlebihan. “Semua nomor itu bagus, tapi hari ini nomor 2 itu paling top karena saling melengkapi, seperti dua mata, dua telinga, dua tangan dan dua kaki, semua itu untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.

  • Janji Berantas Pungli di Sekolah, Eddy : Dalam Dua Tahun Tidak Bisa Saya Siap Mundur dari Gubernur

    Janji Berantas Pungli di Sekolah, Eddy : Dalam Dua Tahun Tidak Bisa Saya Siap Mundur dari Gubernur

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Calon Gubernur Sumsel nomor urut 2 Eddy Santana Putra mengaku siap Mundur jika terpilih sebagai Gubernur dalam kurun waktu dua tahun tidak bisa memberantas Pungli di dunia pendidikan di Sumsel.

    Hal itu disampaikan Eddy usai ia bersama Calon Wakil Gubernur Sumsel Riezky Aprilia mengambil undian Nomor Urut dalam Kontestasi Pilkada Sumsel. Bertempat di Kantor KPU Sumsel, Senin malam (23/9/2024).

    “Memberantas Pungli di Sekolah menjadi salah satu program. Jika dalam dua tahun tak bisa memberantas pungli di sekolah, saya siap mundur dari Gubernur Sumsel,” tegas Eddy.

    Lanjut Eddy, dengan tagline Sumsel Cerah, ia bersama Riezky Aprilia akan mengembalikan Sekolah Gratis, Pelayanan Kesehatan yang baik dan murah, serta mengutamakan ekono kerakyatan untuk rakyat yang sejahtera. Serta membangun pusat Digital dengan wadah untuk kaum milenial mengembangkan potensi kreatifitas sebagai Konten Kreator agar dapat terus bekarya dan bekerja.

    “Cerah itu, Cerdas, Sehat, Sejahtera. Tak hanya itu, saya bersama Riezky merupakan dua sosok yang melengkapi. Saya sebagai Orang Infrastruktur dan Riezky visi dan pandangan luas di bidang pertanian,” ungkapnya.

    Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Sumsel Riezky Aprilia mengatakan jika selama blusukan ke masyarakat mendapati berbagai keluhan dasar. Seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.

    ” Tidak semua dapat bekerja, ini harus di fasilitasi pemerintah dengan semua sumberdaya alam dan sumber energi yang dimiliki Provinsi Sumsel. Jadi insyaallah kami hadir untuk itu untuk melayani, untuk Sumsel cerah,” tambahnya.

  • HD-CU 1 ERA 2 MATAHATI 3, Semua Paslon Optimis Menangkan Pilkada Sumsel

    HD-CU 1 ERA 2 MATAHATI 3, Semua Paslon Optimis Menangkan Pilkada Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) melakukan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel untuk Pilkada Sumsel, Senin Malam (23/9/2024) di kantor KPU Sumsel. Pengundian itu menandai langkah penting dalam perjalanan menuju pemilihan yang dijadwalkan pada 27 November 2024.

    Dalam pengundian itu, paslon Mawardi Yahya dan Anita Noeringhati (MATAHATI) mengambil pertama undian dan mendapatkan nomor 3, Selanjutnya yang mengambil undian Paslon Herman Deru dan Cik Ujang mendapatkan nomor 1, dan terakhir yang mengambil undian paslon Eddy Santana Putra dan Rizky Aprilia yang mendapat nomor 2.

    Atas undian tersebut, ketika Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel telah mendapatkan nomor urut dalam Pertarungan Pilkada Sumsel nanti.

    Ketua KPU Sumsel, Andika pengambilan nomor urut Pilkada ini sesuai Surat Keputusan KPU nomor 122 tahun 2024 tentang pengundian nomor urut Paslon. “Selanjutnya SK KPU ini kami serahkan ke tiap – tiap Paslon beserta Plakat nomor urutnya,” kata Andika.

    Mendapatkan nomor urut 1, Calon Gubernur Herman Deru optimis akan kembali menduduki Kursi BG 1 (Plat nomor kendaraan dinas Gubernur). “Nomor 1 artinya balik lagi ke BG 1,” kata Deru dibincangi usai pengundian nomor.

    Deru juga mengajak Calon Gubernur/Wakil Gubernur lainya untuk berkompetisi dengan sehat dan sesuai aturan yang berlaku. “Siapapun yang dapat Predikat Amanah pasti akan didukung masyarakat Sumsel,” ujarnya.

    Paslon nomor urut 2, Eddy Santana Putra dan Riezky Aprilia mendapatkan nomor urut 2 merupakan Doa dari keduanya. “Alhamdulillah 2 adalah nomor kesenangan kami,” kata Eddy.

    Eddy berkata dirinya bersama Riezky siap berkompetisi dalam Pilkada Sumsel. “Kita hadapi Pilkada dengan riang gembira, insyaallah semua aman, tentram, dan tertib. Nomor 2 menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur kita siap melayani masyarakat Sumsel,”ujarnya.

    Sementara itu Paslon Nomor 3, Mawardi Yahya dan Anita Noeringhati mensyukuri didapatnya nomor urut paling besar. “Dapat nomor 3, insyaallah suaranya besar sesuai dengan nomornya,” ujarnya.

    Mawardi mengaku sebagai memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Sumsel dengan program – program unggulan selaras dengan Program pemerintah pusat.

    “Saya bersama Ibu Anita ingin mengembalikan kejayaan Sumsel dengan program progam unggulan kita. Serta sebagai perwakilan pemerintah pusat, kita siap menyukseskan Program Presiden Prabowo nantinya,” tutupnya.

  • KPU Tetapkan 3 Paslon Pilkada Sumsel, Besok Pengundian Nomor Urut

    KPU Tetapkan 3 Paslon Pilkada Sumsel, Besok Pengundian Nomor Urut

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Menetapkan 3 Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk berkompetisi pada Pilkada Sumsel nanti. Ketiganya yakni Herman Deru – Cik Ujang, Mawardi Yahya Anita Noeringhati, dan Eddy Santana Putra – Riezky Aprilia.

    Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, Minggu (22/9/2024) menjelaskan jika ketiga Paslon tersebut telah lolos tahap pendaftaran dan pemberkasan.

    “Dari semua berkas yang telah kami periksa, kami telah menandatangani berita acara penetapan calon. Pasangan calon yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel adalah Herman Deru-Cik Ujang, Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia, dan Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati,” kata Andika.

    Selanjutnya, Ketiga Paslon akan melakukan pengundian nomor Urut yang akan dilakukan di Kantor KPU Sumsel Senin (23/9/2024). “Pengundian Nomor urut sendiri dijadwalkan pukul 19.30 WIB. Paslon kami minta hanya membawa 52 orang termasuk Paslon masuk ke Kantor KPU,” jelasnya.

    KPU juga menyiapkan live streaming untuk massa, relawan, dan pendukung yang hadir di halaman Gedung KPU Sumsel. Setiap pasangan calon diperbolehkan membawa 100 pendukung untuk menyaksikan pengundian.

  • Sempat Insomnia, Rizky Aprilia Mengaku Fit Jalani Tes Kesehatan 

    Sempat Insomnia, Rizky Aprilia Mengaku Fit Jalani Tes Kesehatan 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hari ke dua Pemeriksaan Kesehatan bagi Pasangan Calon (Paslon) yang telah mendaftarkan diri maju dalam Pilkada serentak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    Terlihat beberapa Paslon dari Bakal Calon Walikota, Bupati bahkan Gubernur yang di dampingi wakil mereka hadir sejak pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Moh. Hoesin Palembang, Kamis (29/8/2024).

    Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Edy Santana Putra dan Rizky Aprilia terlihat juga hadi pada Tes Kesehatan hari ini sesuai jadwal yang mereka terima dari KPU Sumsel.

    Bacawa Gubernur Sumsel Rizky Aprilia mengaku telah siap menghadapi tes kesehatan meski ia sempat insomnia dan tidur pukul 24.00 WIb, namun ia dalam kondisi Fit dan sehat.

    “Mulai istirahat itu jam 10.00 tapi karena ada insomnia tertidur itu pukul 24.00, tapi syukur Alhamdulillah saya dalam kondisi fit karena saya tipe orang yang tidur pendek,” jelas Rizky Aprilia.

    Semen itu, Bacagub Sumsel Edy Santana Putra menjelaskan jika ia telah beristirahat mulai pukul 20.00 WIB. “Biasanya tidur itu agak malam, tapi karena untuk mempersiapkan hari ini jam 7 malam sudah masuk kamar jam 8 malamnya udah tidur,” jelas Edy.

    Sementara itu, Ketua KPU Sumsel Andika menjelaskan jika hari ini ada 8 Paslon dari 7 Calon Walikota dan Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati serta 1 Gubernur dan Wakil Wakil Gubernur Edy Santana Putra bersama Rizky Aprilia.

    “Semua proses pemeriksaan kami serahkan kepada Tim RSMH,” kata Andika

    Sedangkan Dirut Medik dan Keperawatan RSMH Palembang, Paryanto, SpOG, Mars menambahkan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pagi ini dan kemungkinan selesai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

    “Masing – masing Calon proses pemeriksaanya sama, tapi yang membedakan faktor pada diri masing – masing mungkin ada yang bisa selesai lebih cepat mungkin jika akan membutuhkan waktu,” ungkapnya

  • Diusung Satu Parpol ERA Jadi yang Kedua Daftar ke KPU

    Diusung Satu Parpol ERA Jadi yang Kedua Daftar ke KPU

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Edy Santana Putra yang berpasangan dengan Rizky Aprilia (ERA) seketika menjadi Paslon Ketiga yang mencalonkan diri pada Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel). Hanya diusung PDI P, keduanya menjadi pendaftar kedua di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Rabu (28/8/2024).

    Bakal Calon Gubernur Sumsel Edy Santana Putra mengatakan, mengatakan jika dirinya datang ke KPU dengan dukungan tunggal dari PDI P akibat perubahan demokrasi yang luar biasa. Dengan Tagline ERA jika ia bersama Rizky menang, berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk mensejahterakan Rakyat Sumsel. Ia ingin Sumsel lebih maju lebih cerah, cerdas dan sehat.

    “Ekonomi masyarakat tentu akan menjadi prioritas dalam kerja kami jika terpilih nanti sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Untuk mewujudkan Sumsel yang lebih baik ini era baru, harapan baru dan Pemimpin baru,” jelasnya.

    Diusung oleh satu Partai, Edy merasa Optimis bisa memenangkan Pilkada, satu partai tapi semangatnya lebih. Terkait ia yang sebenarnya merupakan Kader Partai Gerindra, Edy menjawab jika dalam politik itu pasti ada dinamika dan tentu akan di jalankan saja dinamika itu. “Rizky Aprilia merupakan Kader PDIP, ” tegasnya.

    Terkait statusnya sebagai Anggota DPRD RI, Edy menjelaskan jika dirinya akan mengajukan mundur dari Anggota DPRD RI.

    Sementara itu, ditanyai soal pilihan Nomor saat Pilkada, Bakal Calon Wakil Gubernur Sumsel Rizky Aprilia mengatakan kalau jadi pemimpin harus nomor 1, namun PDIP mendapatkan Nomor 3 dalam Pileg lalu. “Jadi kalau bisa tetap nomor 3,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua KPU Sumsel Andika, seperti biasanya dalam Proses penerimaan berkas Paslon, ada dua item yang diterima. Pertama syarat calon yang menyangkut Pribadi, kedua syarat pencalonan yang diusung Partai Politik baik Gubernur dan Wakil Gubernur.

    “Untuk itu, dokumen pendaftaran diri Edy Santana Putra dan Rizky Aprilia kami nyatakan Lengkap, selanjutnya seperti standar proses Pendaftaran yang kami lakukan Paslon yang diusung ini besok kami jadwalkan melakukan pemeriksaan kesehatan jam 07.00 WIB di RSMH,” ungkapnya.

    Andika menambahkan selanjutnya KPU akan mengecek Verifikasi Administrasi, jika nanti ada kekurangan atau kekurangan data, KPU meminta agar Paslon Edy – Rizky dan tim untuk melengkapi berkas.

  • Sama Kuat HDCU – Matahati Bersaing Ketat Untuk Sumsel

    Sama Kuat HDCU – Matahati Bersaing Ketat Untuk Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Lembaga Survei Patra Data menyebutkan Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) Tahun 2024 memiliki persaingan ketat terhadap 2 Pasangan Calon (Paslon) yang telah memiliki kursi yang cukup untuk maju memperebutkan BG 1 dan 2.

    Direktur Riset dan Pemenangan PatraData di Palembang, Hasmin, mengatakan meski sebelumnya banyak nama yang diisukan maju dalam Pilgub Sumsel. Faktanya sampai saat ini baru 3 Paslon yang telah mendapat dukungan Partai, Pertama ada Herman Deru dan Cik Ujang (HDCU). Kedua Mawardi Yahya – Anieta Noeringhati (Matahari) dan Ketiga ada Heri Amalindo dan Polo Ali (HAPAL).

    “Namun dari ketiga Paslon itu, HDCU da Matahati menunjukan Progres dukungan dan rekomedi dari Partai – Partai Besar. Tentu Mantan Pasangan Herman Deru versus Mawardi Yahya pada perebutan menjadi orang nomor satu di Sumatera Selatan dipastikan akan berjalan keras dan seru,” katanya, Kamis (8/8/2024).

    Herman Deru, mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur (2005-2015) tampaknya akan mendapat perlawanan sengit dari bekas wakilnya sendiri, Mawardi Yahya yang kini menjadi anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Pasangan Matahati diusung oleh Gerindra dan Golkar. Sedangkan Herman Deru-Cik Ujang, yang disingkat HDCU akan diusung Nasdem, PKS dan Demokrat.

    Tentu menurutnya, ada peluang pada Paslon satu lagi (HAPAL) yang saat ini telah didukung oleh PKB dan PAN, sebab PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Hanura, dan PPP belum menentukan sikap akhir tentang siapa figur yang diusungnya.

    “Jika hanya tiga pasang calon maka pertarungan perebutan suara di Pilgub Sumsel akan sangat sengit karena peta kekuatannya nyaris berimbang,” katanya.

    PatraData Dashboard System (PDS), lembaga riset dan pendampingan politik dengan big data yang mengembangkan algoritma politik melakukan simulasi peta kekuatan politik di Sumatera Selatan memastikan pertarungan berjalan keras.

    Metode kerja platform Patradata ini sendiri memotret pemetaan politik dengan menghitung dan mengidentifikasi pola dan kecenderungan pemilih berdasarkan hasil Pemilu selama sepuluh tahun terakhir, baik Pemilu Eksekutif (DPR RI, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota) maupun pemilu legislatif.

    Modal politik pasangan Mawardi Yahya – Anita Noeringhati (Matahati) sangatlah menjanjikan. Secara pencapaian politik, parpol pengusung pasangan ini tak bisa dianggap sepele. Dari 6.326.348 pemilih berdasarkan DPT 2024 yang memilih pada 25.985 TPS, Golkar menjadi partai berhasil meraih suara terbanyak dengan 749.720 suara dan berhasil menguasai 12 kursi (16%) di DPRD Provinsi. Disusul Gerindra (716.413 suara) atau 11 kursi (15%).

    “Namun jika kemarin PAN ikut mendukung koalisi Matahati yang memperoleh suara 411.711 suara dan 6 kursi (8%), artinya itu menambah kekuatan koalisi Matahati menjadi 39 persen suara atau 29 kursi, namun nyatanya PAN membelokan dukungan kepada Paslon HAPAL,” ungkapnya.

    Sedangkan, koalisi Nasdem, PKS, dan Demokrat yang mencalonkan Herman Deru-Cik Ujang memiliki modal politik 1.432.381 suara atau 33 persen suara. Dari dua koalisi terkuat ini, tak ada yang menguasai perolehan suara secara mayoritas di atas 50 persen. Sementara, partai-partai yang belum menentukan pilihan calon yang sekitar 27 persen akan sangat menentukan peta kekuatan kandidat. Praktis, dengan peta kekuatan seperti ini, pertarungannya akan sangat keras dan terbuka.

    “Simulasi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada koalisi partai yang benar-benar dominan dalam modal politik yang bisa dikonversikan menjadi modal elektabilitas. Selisih antara satu koalisi dengan lain tidak terpaut jauh. Namun sejauh ini Paslon HDCU dan Matahati menjadi yang terkuat,” ungkapnya.

    Namun terdapat satu hal yang tampaknya perlu dicermati pasangan Herman Deru – Cik Ujang bahwa koalisi pengusung Matahati adalah koalisi pemenang Pilpres. Dalam banyak analisis, situasi bagi pasangan kandidat yang berhadapan dengan koalisi pemenang Pilpres bisa menjadi rumit dan bahkan merugikan dengan mengaca pada Pilpres 2024 lalu.

    “Praktis Pilkada di Sumatera Selatan akan berlangsung seru. Pemenang adalah mereka yang mampu menghitung secara detil peta dan modal politik sekaligus piawai merancang micro-targeting,” kata Hasmin.