oleh

Tabung Oksigen Langka, YLKI Sumsel Segera Investigasi Bisa Jadi Penimbunan

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Selatan mendesak Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi atas kelangkaan tabung gas oksigen yang terjadi di Sumatera Selatan.

Ketua YLKI Sumatera Selatan, RM Taufik Husni, mengungkapkan, investigasi perlu dilakukan untuk mencari tahu penyebab kelangkaan tabung oksigen. Karena tidak menutup kemungkinan ada pihak tertentu yang memanfaatkan tingginya permintaan tabung oksigen.

“Apakah ini disebabkan karena penimbunan oleh personal, pengusaha kecil, atau pengusaha besar. Bisa jadi ada spekulan yang bermain,” ujar Taufik, Selasa (13/7/2021).

Menurut Taufik, penimbunan tabung oksigen merupakan salah satu bentuk tindak kejahatan dan pelakunya dapat dituntut secara pidana. Pelaku penimbunan bahkan dapat diancam hukuman berat karena dilakukan di saat kondisi bencana.

“Saat ini Indonesia dalam kondisi darurat untuk penanganan Covid 19 ini. Jadi sudah pantas kalau pelaku penimbunan ini dihukum berat,” cetus Taufik.

Taufik mengatakan, tabung oksigen merupakan barang yang paling dibutuhkan dan dicari saat ini. Mengingat angka kasus positif Covid 19 yang terus meningkat. Atas dasar itu, selagi proses investigasi berjalan perlu segera dilakukan langkah solutif untuk memastikan ketersediaan tabung oksigen.

“Pemerintah harus segera ambil langkah, apakah perlu impor atau mengkonversi penggunaan tabung oksigen industri untuk keperluan medis. Paling tidak ada solusi untuk mengatasi kebutuhan tabung oksigen yang saat ini sangat diperlukan bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri,” imbuhnya.

Sebelumnya Kapolda Sumatera Selatan, Prof Irjen Pol Eko Indra Heri, menyatakan, Sumsel kekurangan tabung untuk disalurkan ke berbagai gerai atau ke masyarakat. Keterbatasan tersebut akibat tabung oksigen merupakan produk impor.

“Oksigen kita tidak kosong, tabungnya saja yang susah. Jadi oksigen banyak tapi tabungnya gak ada,” ungkap Eko, Senin (12/7/2021).

Meski defisit tabung oksigen, Kapolda memastikan penyaluran ke rumah sakit tidak ada masalah. Selama ini, oksigen yang dikhususkan ke rumah sakit berbentuk liquid atau cair. Pihaknya akan mengawal dan mengawasi setiap penyaluran oksigen di wilayah Sumsel.

“Nantinya pembagian ke rumah sakit akan dilakukan oleh Dinkes, untuk oksigen di gerai terus kita pantau agar harganya tidak naik,” pungkasnya. (Nat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed