Stok Gas Melon Masih Aman, Pengecer Diingatkan Soal HET

- Redaksi

Kamis, 12 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pemilik warung menjual gas elpiji di Kabupaten Empat Lawang. (Photo: Istimewa/Alfariski)

Salah satu pemilik warung menjual gas elpiji di Kabupaten Empat Lawang. (Photo: Istimewa/Alfariski)

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Ketersediaan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon, di Kabupaten Empat Lawang, masih cukup aman. Hingga saat ini, gas elpiji subsidi tersebut belum mengalami kelangkaan.

Menurut Kayan, salah seorang pemilik warung menjual gas eceran di kawasan Tebing Tinggi, bahwa gas melon tidak langka, bahkan sekarang ini banjir penjual eceran disetiap sudut kota.

“Kalau langka itu tidak, melainkan saat ini keberadaanya dibilang membanjiri warung-warung untuk menjual lagi secara eceran,” kata Kayan, Kamis (12/8/2021).

Dia menjelaskan, mengenai harga di tingkat eceran, biasanya dijual dengan harga Rp22 ribu per tabung. “Kami jual seharga itu, karena kami mau ambil untung juga. Kan beli dari pangkalan lain,” ujarnya.

Ditambahkannya, jika kelangkaan tabung gas melon itu, biasanya disebabkan dari suplayer melakukan pengurangan jatah ke setiap warung tingkat pengecer.  “Biasanya jatah warungnya sedikit, sehingga tidak semua pelangan kebagian,” ujarnya.

Kabid Perdagangan Disperindag Empat Lawang, Yeni Novita mengatakan, mengenai harga harga eceran tertinggi (HET) dikeluarkan pemerintah untuk elpiji bersubsidi ialah Rp18 ribu. Sedangkan pihaknya, hanya mengawasi harga, jangan sampai terlampau jauh dari HET.

“Kalo HET itu pertamina yang menentukan, kami cuma memantau harga di pasaran. Supaya jangan terlampau jauh (dari HET),” katanya.

Ia membenarkan, jika keberadaan tabung gas melon elpiji tiga kilogram itu di Empat Lawang tidak mengalami kelangkaan.

“Sampai saat ini tidak langkah. Warung-warung penjual eceran banyak stok, juga tidak ada yang antri panjang untuk membeli tabung gas,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Digulung, Polda Sumsel Bakar 200 Kg Barang Bukti dan Kejar Tiga DPO
Siswo Pranoto Resmi jabat Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang
Rotasi dan Promosi Pejabat Kembali Dilakukan di Pemkab Empat Lawang
Korban Kedua Anak yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan pada Hari Keempat Pencarian
Satu Korban yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Lagi Masih Dicari
Dua Bocah SD Hilang Terseret Arus Sungai Musi, Pencarian Hari Kedua Masih Berlangsung
HUT ke-19 Empat Lawang Jadi Momentum Perkuat Arah Pembangunan Daerah
Pemkab Empat Lawang Bantah Isu Mobil Dinas Rp3,5 Miliar, Anggaran Dialihkan untuk BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:08 WIB

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Digulung, Polda Sumsel Bakar 200 Kg Barang Bukti dan Kejar Tiga DPO

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:14 WIB

Siswo Pranoto Resmi jabat Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:39 WIB

Rotasi dan Promosi Pejabat Kembali Dilakukan di Pemkab Empat Lawang

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Anak yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan pada Hari Keempat Pencarian

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:36 WIB

Satu Korban yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Lagi Masih Dicari

Berita Terbaru

Ketua Badan Penganggaran MPR RI Melchias Markus Mekeng saat konferensi pers usai kegiatan sarasehan di Ballroom Hotel Aston Palembang, Selasa (19/5/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

RUU Obligasi Daerah Target Disahkan Akhir 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:38 WIB