SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Keberadaan Bahan Bakar Minyak Solar berubsidi belakangan ini sulit di temukan (Langka) di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jika pun ada, terlihat antrian panjang khsusnya pada kendaraan yang ingin mengisi BBM jenis Solar.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru, ia belum mengetahui adanya lonjakan penggunaan BBM Solar saat ini apakah melebihi rata-rata. “Lebih baik tanyakan langsung ke Pertamina untuk kuotanya. Kita juga ingin tahu kenapa ada kelangkaan Solar ini terjadi karena apa,” kata Deru saat di bincangi, Selasa (14/12/2021).
Deru juga menjelaskan ada kemungkinan Solar ini langka dikarenakan adanya kendaraan tertentu yang tidak boleh menggunakan solar bersubsidi. Misal kendaraan yang memang peruntukannya pertambangan, harusnya pakai yang industri.
“Apakah mereka juga mengambil kuota ini, memanfaatkan kuota BBM bersubsidi. Ini tidam benar,” tegas Deru.
Ia juga meminta agar Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, untuk ikut memperhatikan tehksnisnya dilapangan seperti apa. “Ini kita harus cari tahu kebenarany, Pertamina juga harus buka suara soal ini. Juga tugasnya Kepolisian Daerah yang memperhatikan tehknisnya di lapangan,” katanya. (ANA)

















