Sekda Sumsel Sebut Dapur MBG yang Tak Layak Akan Dihentikan Sementara

- Redaksi

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra saat diwawancarai usai rapat koordinasi persiapan kunjungan Wapres, Rabu (24/9/2025). Foto Tia

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra saat diwawancarai usai rapat koordinasi persiapan kunjungan Wapres, Rabu (24/9/2025). Foto Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul laporan dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa di Palembang dan daerah lainnya.

Sekretaris Daerah Sumsel Edward Chandra mengatakan bahwa langkah penghentian sementara operasional dapur akan diambil apabila ditemukan indikasi pelanggaran standar kebersihan atau keamanan pangan.

“Apabila terdapat dapur yang terindikasi bermasalah, kami minta dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” kata Edward, Selasa (30/9/2025).

Edward menyampaikan hasil uji awal menunjukkan adanya kadar zat tertentu yang cukup tinggi, meski penyebab pasti masih menunggu konfirmasi laboratorium.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan secara ketat, mulai dari proses pemilihan bahan baku hingga penyajian makanan.

“Kami ingin memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman dan layak konsumsi. Jangan sampai kejadian ini terulang,” imbuhnya.

Selain itu, koordinasi lintas sektor akan diperkuat, termasuk dengan instansi teknis seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mendukung proses investigasi yang menyeluruh dan transparan.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga menyampaikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut mekanisme pengawasan di tingkat daerah.

“Perluasan peran pengawasan daerah menjadi penting agar potensi masalah bisa lebih cepat terdeteksi dan ditangani,” ujar Deru.

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel
Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Astra Motor Sumsel Hadirkan Promo Spesial Shocktober
Pegadaian Hadirkan ATM Emas, Cetak Emas Fisik Tanpa Waktu Tunggu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan

Berita Terbaru