Ridwan Kamil Lobi 70 Perusahaan Cari Dana

- Redaksi

Rabu, 28 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIKID, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berhasil mengumpulkan 70 perusahaan swasta untuk penggalangan dana, komitmen, dan kontribusi lain untuk mengurangi ketergantungan pada APBD dalam menangani COVID-19.

Penggalangan dana dikemas dalam Virtual Roundtable Meeting for COVID-19 Handling in West Java, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/7/2021). Hadir sekitar 240 orang mewakili 70 perusahaan berbagai sektor baik dalam dan luar negeri.

Fokus dalam pertemuan dengan para donatur adalah bagaimana menjamin ketersediaan oksigen bagi pasien baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang isoman di rumah atau pusat isolasi desa/kelurahan.

Menurut Gubernur, untuk memenuhi kebutuhan Pemda Prov Jabar tidak bisa hanya mengandalkan kapasitas APBD. Maka dari itu Jabar membuka pintu seluas-luasnya untuk bermitra dengan berbagai entitas dalam dan luar negeri.

“Karena dalam kalkulasi kami hal ini tidak dapat 100 persen mengandalkan kapasitas APBD kita. Sehingga kami membuka pintu seluas-luasnya untuk bermitra dengan berbagai entitas luar dan dalam negeri,” ujarnya.

Ridwan Kamil mengatakan, ketersediaan oksigen penting mengingat saat ini tidak ada yang dapat memastikan kapan pandemi berakhir.

“Kebutuhan ketersediaan oksigen perlu disiapkan bukan hanya untuk memenuhi kondisi kebutuhan mendesak saat ini, melainkan juga untuk antisipasi gelombang selanjutnya,” katanya.

Dalam “roundtable”  Pemda Prov Jabar menerima bantuan 1.466 tabung oksigen dari PT Shopee International Indonesia yang diberikan kepada Dinas Kesehatan Jabar untuk kemudian dikelola oleh Posko Oksigen Jabar.

Selain tabung, regulator, dan concentrator oksigen, masih banyak bentuk bantuan lain yang diberikan perusahaan- perusahaan tersebut seperti fasilitasi ke suplier luar negeri, bantuan pengadaan, serta dukungan transportasi. Ada juga yang memberikan bantuan vaksin hingga komitmen kucuran dana segar.

Khusus stakeholders yang memberikan dana segar, jika jadi, maka dananya akan dimaksimalkan untuk infrastruktur fasilitas oksigen. “Apabila terdapat donasi berupa uang akan diprioritaskan untuk infrastruktur terkait fasilitas oksigen di Jabar,” sebut Ridwan Kamil.

“Nantinya seluruh bentuk bantuan berupa informasi, donasi, maupun pengadaan akan diarahkan langsung ke Posko Oksigen Jabar yang diwakili Jasa Sarana,” tambahnya.

Gubernur mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah memberikan kemampuannya untuk menangani kelangkaan oksigen di Jabar. “Saya sangat berterima kasih atas begitu banyaknya dukungan dan ketulusan dari partisipan semua, dan seluruh bantuan yang akan diberikan,” ungkapnya.

Donasi untuk pengadaan oksgen ini merupakan satu dari dua strategi yang sedang dijalankan pemda Prov Jabar untuk menjamin Jabar tidak kekurangan oksigen. Strategi kedua adalah dengan pembelian oksigen dari dana terbatas.

Jika dua strategi ini berhasil diharapkan menjadi model bagi provinsi lain untuk menerapkan hal yang sama. Dengan pemda yang mandiri akan meringankan beban pemerintah pusat dalam penanganan COVID-19.

Sebelumnya, Jabar telah menerima 700 tabung oksigen dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa  Barat dan PT Abyro Multitecno Cemerlang. Ditambah 1.500 tabung dari koneksi Gubernur di Singapura. Bantuan juga datang dari  PT Krakatau Steel, PT Pupuk Sriwidjaja, Sinar Mas Group, AICO Energi, dan PT Serba Dinamik Indonesia (SDI). Tabung- tabung gas tersebut telah disalurkan ke 27 kabupaten/kota dengan prioritas daerah paling kekurangan. (ADV)

Berita Terkait

Pimpin Apel Gelar Pasukan Karhutla, Bupati PALI Asgianto Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
Bupati PALI Asgianto Hadiri Sidang Tahunan MPR RI, Siap Sinkronkan Program Pembangunan dengan Arahan Presiden
Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum
Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam
Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Start HUT Pagar Alam Ke-XXV,Ratusan UMKM Pagar Alam Siap Ramaikan Besemah Expo ke-22
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Berangkat Bareng ke Tanah Suci, Walikota Pagar Alam Berikan Fasilitas Transportasi Untuk CJH

Berita Terbaru

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga harus diterapkan melalui tindakan nyata. Menurut saya, penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, kehidupan akan menjadi lebih aman, rukun, dan saling menghargai. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Contohnya, ketika melihat teman sedang beribadah, saya tidak mengganggunya dan tetap menghormati keyakinannya. Saya harus melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Dampak positifnya adalah terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sebaliknya, jika saya tidak menghargai perbedaan agama, dapat muncul pertengkaran, kebencian, dan perpecahan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Misalnya, ketika melihat teman kesulitan membawa barang, saya membantu tanpa memandang latar belakangnya. Saya harus membantunya karena setiap manusia perlu saling menghargai dan memiliki rasa kepedulian. Dampak positifnya adalah tumbuhnya rasa solidaritas dan persaudaraan. Jika saya tidak menerapkannya, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain sehingga lingkungan sosial menjadi kurang harmonis. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya untuk menjaga persatuan walaupun memiliki berbagai perbedaan. Contohnya, ketika bekerja dalam kelompok di sekolah, saya mau bekerja sama dengan semua teman dan tidak memilih-milih berdasarkan suku, daerah, atau perbedaan lainnya. Dampak positifnya adalah pekerjaan menjadi lebih mudah dan hubungan pertemanan semakin kuat. Jika saya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau bekerja sama, dapat terjadi perselisihan, perpecahan, dan hilangnya rasa persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Contohnya, ketika kelompok saya memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tugas, saya mendengarkan pendapat teman dan ikut mencari keputusan yang disepakati bersama. Dampak positifnya adalah keputusan menjadi lebih adil dan setiap orang merasa dihargai. Jika saya memaksakan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain, dapat terjadi konflik dan hubungan dengan teman menjadi tidak baik. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak mengambil hak orang lain. Contohnya, ketika mendapatkan tugas kelompok, saya mengerjakan bagian saya dengan sungguh-sungguh dan tidak membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh teman. Saya harus melakukannya karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Dampak positifnya adalah terciptanya keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jika saya tidak menerapkannya, teman dapat merasa dirugikan dan muncul rasa tidak percaya kepada saya. Dengan demikian, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan saya sehari-hari. Setiap sila mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, adil, dan menghargai orang lain. Jika saya terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil, saya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika nilai-nilai tersebut diabaikan, berbagai masalah seperti konflik, perpecahan, ketidakadilan, dan kurangnya kepedulian dapat terjadi. Oleh karena itu, saya harus berusaha mengamalkan Pancasila bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pimpin Apel Gelar Pasukan Karhutla, Bupati PALI Asgianto Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Bupati PALI Asgianto Hadiri Sidang Tahunan MPR RI, Siap Sinkronkan Program Pembangunan dengan Arahan Presiden

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:59 WIB

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Berita Terbaru

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga harus diterapkan melalui tindakan nyata. Menurut saya, penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, kehidupan akan menjadi lebih aman, rukun, dan saling menghargai. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Contohnya, ketika melihat teman sedang beribadah, saya tidak mengganggunya dan tetap menghormati keyakinannya. Saya harus melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Dampak positifnya adalah terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sebaliknya, jika saya tidak menghargai perbedaan agama, dapat muncul pertengkaran, kebencian, dan perpecahan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Misalnya, ketika melihat teman kesulitan membawa barang, saya membantu tanpa memandang latar belakangnya. Saya harus membantunya karena setiap manusia perlu saling menghargai dan memiliki rasa kepedulian. Dampak positifnya adalah tumbuhnya rasa solidaritas dan persaudaraan. Jika saya tidak menerapkannya, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain sehingga lingkungan sosial menjadi kurang harmonis. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya untuk menjaga persatuan walaupun memiliki berbagai perbedaan. Contohnya, ketika bekerja dalam kelompok di sekolah, saya mau bekerja sama dengan semua teman dan tidak memilih-milih berdasarkan suku, daerah, atau perbedaan lainnya. Dampak positifnya adalah pekerjaan menjadi lebih mudah dan hubungan pertemanan semakin kuat. Jika saya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau bekerja sama, dapat terjadi perselisihan, perpecahan, dan hilangnya rasa persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Contohnya, ketika kelompok saya memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tugas, saya mendengarkan pendapat teman dan ikut mencari keputusan yang disepakati bersama. Dampak positifnya adalah keputusan menjadi lebih adil dan setiap orang merasa dihargai. Jika saya memaksakan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain, dapat terjadi konflik dan hubungan dengan teman menjadi tidak baik. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak mengambil hak orang lain. Contohnya, ketika mendapatkan tugas kelompok, saya mengerjakan bagian saya dengan sungguh-sungguh dan tidak membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh teman. Saya harus melakukannya karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Dampak positifnya adalah terciptanya keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jika saya tidak menerapkannya, teman dapat merasa dirugikan dan muncul rasa tidak percaya kepada saya. Dengan demikian, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan saya sehari-hari. Setiap sila mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, adil, dan menghargai orang lain. Jika saya terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil, saya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika nilai-nilai tersebut diabaikan, berbagai masalah seperti konflik, perpecahan, ketidakadilan, dan kurangnya kepedulian dapat terjadi. Oleh karena itu, saya harus berusaha mengamalkan Pancasila bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:39 WIB

Sumsel

Menerapkan Sila-Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:36 WIB

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:27 WIB