Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Juwita Sapfitri

NIM   : PO7124126079

Prodi: D-III Kebidanan

 

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Pancasila adalah dasar negara Indonesia sekaligus pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Menurut saya, Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak kecil, orang tua saya selalu mengajarkan bahwa menjadi orang baik tidak harus menunggu memiliki jabatan atau pekerjaan yang tinggi. Hal yang paling penting adalah mampu bersikap baik kepada siapa pun. Dahulu, saya belum terlalu memahami bahwa nasihat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, seiring bertambahnya usia, terutama setelah menjadi mahasiswa, saya mulai menyadari bahwa Pancasila dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

 

Contohnya, setiap pagi sebelum memulai aktivitas, saya selalu berusaha untuk berdoa dan bersyukur atas kesehatan serta kesempatan yang masih diberikan Tuhan kepada saya. Di rumah, saya juga membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah ketika tidak ada kegiatan kuliah. Walaupun terkadang merasa lelah, saya percaya bahwa membantu keluarga merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus rasa hormat kepada orang tua.

 

Di lingkungan kampus, saya berusaha bergaul dan berinteraksi dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun kondisi ekonomi. Saya senang berteman dengan siapa pun karena saya percaya bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Ketika terdapat perbedaan pendapat, saya lebih memilih untuk berdiskusi dengan baik daripada bertengkar atau memaksakan kehendak sendiri.

 

Pernah suatu ketika saya berbeda pendapat dengan teman saat mengerjakan tugas kelompok. Awalnya, saya ingin mempertahankan pendapat saya. Namun, akhirnya saya memilih untuk mendengarkan pendapat teman-teman terlebih dahulu. Setelah berdiskusi, kami menemukan solusi yang lebih baik dan seluruh anggota kelompok dapat menerima hasilnya. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menghargai pendapat orang lain jauh lebih penting daripada memaksakan keinginan sendiri.

 

Dari pengalaman tersebut, saya juga menyadari bahwa setiap sila dalam Pancasila saling berhubungan dan sama-sama penting dalam kehidupan. Jika sila pertama tidak diterapkan, seseorang dapat melupakan rasa syukur kepada Tuhan dan kurang menghargai perbedaan keyakinan sehingga dapat menimbulkan sikap tidak toleran. Jika sila kedua tidak diterapkan, seseorang dapat menjadi tidak peduli terhadap sesama, membeda-bedakan orang lain, bahkan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Jika sila ketiga tidak dijalankan, persatuan dapat mudah rusak akibat sikap egois dan kurangnya kerja sama. Jika sila keempat tidak diterapkan, musyawarah tidak dapat berjalan dengan baik karena setiap orang ingin menang sendiri sehingga mudah menimbulkan konflik. Sementara itu, jika sila kelima tidak diamalkan, keadilan akan sulit terwujud karena masih adanya perlakuan tidak adil, sikap pilih kasih, dan kesenjangan di masyarakat. Oleh karena itu, saya semakin yakin bahwa mengamalkan Pancasila sangat penting agar kehidupan dapat berjalan dengan damai, rukun, dan saling menghargai.

 

Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di Program Studi D-III Kebidanan. Saya menyadari bahwa menjadi seorang bidan tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga hati yang tulus. Seorang bidan harus mampu melayani pasien dengan sabar, ramah, dan adil tanpa membeda-bedakan siapa pun. Oleh karena itu, saya ingin membiasakan diri menerapkan nilai-nilai Pancasila sejak sekarang agar kelak dapat menjadi bidan yang profesional sekaligus memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.

 

Saya percaya bahwa menerapkan Pancasila tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Saya berharap dapat terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga sikap, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan. Dengan demikian, saya tidak hanya menjadi mahasiswa yang memiliki ilmu, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan.

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat
Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap
Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis
Stylo Sound Ride, Satukan Gaya dan Musik Komunitas Honda
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis

Berita Terbaru

Foto saat gubernur Sumsel H. Hermanderu menghadiri acara Perayaan HUT OKI ke-81 di rapat paripurna DPRD OKI

Ogan Komering Ilir

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Okt 2026 - 20:48 WIB