Realisasi APBD Sumsel Triwulan I 2026 Baru 10,27 Persen, Pemangkasan Dana Pusat Jadi Pemicu

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Yossi Hervandi  saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (1/3/2026). Foto: Tia

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Yossi Hervandi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (1/3/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Penyerapan belanja APBD Provinsi Sumatera Selatan hingga 31 Maret 2026 tercatat baru mencapai Rp4,34 triliun atau 10,27 persen dari total pagu Rp42,3 triliun akibat adanya penyesuaian anggaran menyusul pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

Rendahnya realisasi belanja pada tiga bulan pertama tahun ini mengakibatkan serapan anggaran masih didominasi oleh pengeluaran rutin, sementara proyek fisik dan belanja modal baru terealisasi sebesar 1,81 persen.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Yossi Hervandi menyampaikan jika pemerintah daerah harus melakukan pembahasan ulang bersama DPRD terhadap rancangan yang telah disiapkan sebelumnya.

“Belanja di tiga bulan ini memang masih didominasi oleh belanja-belanja rutin seperti air, listrik dan gaji pegawai,” ujar Yossi Hervandi, Rabu (1/4/2026).

Yossi menambahkan, kebijakan pemotongan dana transfer pusat memaksa sejumlah pekerjaan prioritas yang awalnya diproyeksikan melalui lelang dini menjadi terhambat.

Kondisi fiskal yang tertekan ini juga diperparah dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal, di mana baru terkumpul sekitar Rp1,29 triliun pada periode yang sama.

“Itu kenapa kita (Sumsel) agak terhambat, pekerjaan-pekerjaan yang kemarin kita sudah rencanakan dan diproyeksikan, karena ada penyesuaian tadi,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama DPRD telah membentuk Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah.

Fokus utama pansus ini adalah menggali potensi sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal, termasuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak pada sektor kendaraan bermotor.

“Seperti salah satunya meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dari sekitar 4 juta wajib pajak, baru sekitar 1,7 juta yang aktif membayar,” kata dia.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pancasila sebagai Pedoman Hidup
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Mahasiswa
Deskripsi Diri sebagai Mahasiswa Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila dalam Diriku
Menjadi Manusia Pancasila dalam Keseharian
Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Diri Saya dan Pancasila: Penerapan dan Dampak Negatif
Menjadi Mahasiswa Berkarakter Pancasila 
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:34 WIB

Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Sabtu, 5 September 2026 - 12:23 WIB

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Mahasiswa

Sabtu, 5 September 2026 - 11:53 WIB

Deskripsi Diri sebagai Mahasiswa Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Sabtu, 5 September 2026 - 11:50 WIB

Pancasila dalam Diriku

Sabtu, 5 September 2026 - 11:20 WIB

Menjadi Manusia Pancasila dalam Keseharian

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 12:34 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Diriku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:50 WIB

Sumsel

Menjadi Manusia Pancasila dalam Keseharian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:20 WIB