Puluhan Massa Minta Gubernur tak Izinkan Bupati OKI Rombak OPD 

- Redaksi

Jumat, 5 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Mendengar adanya dugaan politisi jabatan yang dilakukan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pengganti Djafar Shodiq. Puluhan aksi massa yang tergabung Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Sumatera Selatan (Sumsel) mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Sumsel.

Koordinator Aksi, Fadrianto mengatakan, Adanya isu Bupati akan melakukan Rotasi pada perangkat daerahnya sebelum masa jabatannya usai 15 Januari nanti. Demonstran merasa adanya unsur politik didalam perubahan tersebut.

“Tinggal beberapa hari lagi, tetapi ia menggunakan jabatan di akhir masa jabatanya untuk merotasi OPD,” ujarnya usai aksi massa, Jumat (5/1/2024).

Hal itu dilakukan tanpa seizin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan diduga tidak sesuai dengan statement Pj Gubernur Sumsel bahwa tidak ada rotasi jabatan di Kabupaten OKI Menjelang pemilu 2024.

“Kami meminta pergantian kepala OPD dan jabatan lainya harus di batalkan,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta, Pj Gubernur Sumsel untuk Tidak menyetujui rotasi dan pergantian jabatan di OPD Kabupaten OKI.

“Kita juga meminta Pj Gub Sumsel untuk Menegaskan bahwa tidak ada dan boleh terjadi rolling jabatan dan pergantian OPD tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel, Kurniawan mengatakan bahwa Pemprov Sumsel sudah mendengar kabar tersebut. Namun, saat ini belum terlaksana.

“Mudah-mudahan ini tidak terlaksana, kami akan berkoordinasi dengan Pemkab OKI terkait hal tersebut,” ucapnya.

Lanjutnya lagi, ia akan segera menyampaikan hal ini kepada Pj Gubernur Sumsel tetapi tetap akan kami koordinasikan dulu dengan pemkab OKI.

“Kita harus tetap jaga kondusifitas karena adanya pesta demokrasi pada tahun ini, nanti akan kita sampaikan,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati OKI saat ini Djafar Shodiq merupakan Bupati pengganti Bupati terpilih sebelumnya Iskandar, yang mundur akhir tahun lalu karena ingin ikut dalam pemilihan Legislatif RI. Ia yang sebelumnya merupakan Wakil Iskandar, ditunjuk menjadi Bupati untuk menyelesaikan masa jabatan mereka hingga 15 Januari nanti. 

Berita Terkait

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek
Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:27 WIB

Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WIB

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:49 WIB

Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat

Berita Terbaru

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Kota Palembang

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:29 WIB

Caption: ilustrasi - Pelaksanaan pemadaman darat di Pulau Semambu Kabupaten Ogan Ilir oleh Tim Satgas Darat BPBD Sumsel. Foto: BPBD Sumsel

Kota Palembang

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:01 WIB