SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Komitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan, Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melakukan monitoring pengecekan hasil panen jagung oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Giat monitoring tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Sumber Mulya, dan Desa Berasan Mulya. Guna mengetahui kadar air di jagung yang telah dijemur terlebih dahulu.
Monitoring di Desa Sumber Mulya, jagung milik Rohman mempunyai kadar air 8,3 % dengan jumlah 21 karung (kapasitas 50 Kg).
Kemudin, jagung milik Pardiono di Desa Berasan Mulya mempunyai kadar air 12,3% dengan jumlah 36 karung (kapasitas 50 Kg).
Hasil panen jagung tersebut akan dijual ke bulog dengan ketentuan kondisi jagung dalam keadaan bersih, kadar air maksimal 14%, dimasukan kedalam karung polos dan dijahit dengan mesin dengan harga Rp 6.400,-.
Kapolsek BMT Iptu Swisspo mengatakan, kegiatan pengecekan hasil panen jagung ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Buay Madang Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program 1 Desa 1 Hektar, serta Polsek BMT tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan.
“Kami hadir mendampingi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian dalam komoditas jangung,” ungkapnya, pada Selasa (11/11/2025).
Dia menambahkan, melalui program 1 desa 1 hektar lahan jagung, diharapkan dapat menjadi salah satu penghasil jagung terbesar di Kecamatan Buay Madang Timur.
Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan serta masyarakat dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.
“Kami (Polsek BMT) berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menjaga nama baik marwah Polri di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.















