PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Selatan resmi merampungkan seluruh proses identifikasi terhadap total 17 jenazah korban kecelakaan maut bus ALS versus Truk Tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara pada, Sabtu (23/5/2026).
Kepastian selesainya seluruh rangkaian identifikasi dari insiden tragis yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) lalu ini didapatkan setelah hasil laboratorium DNA terhadap empat sisa jasad terakhir keluar dan dinyatakan cocok dengan data pihak keluarga.
“Kami menyampaikan pertama tentang hasil laboratorium yang kami terima kemarin, hari Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 WIB,” kata Kabid Dokkes Polda Sumatera Selatan AKBP Andrianto saat menggelar konferensi pers di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.
Andrianto menjelaskan bahwa berkas hasil pemeriksaan dari laboratorium DNA tersebut berkaitan erat dengan kondisi empat jenazah yang pada waktu sebelumnya memang belum berhasil teridentifikasi secara medis.
Sebelum mengumumkan hasil akhir tersebut kepada publik, tim dokter forensik terlebih dahulu menggelar proses sinkronisasi berkas pada pagi harinya.
“Pagi tadi pukul 08.00 WIB kami melakukan rekonsiliasi, artinya pencocokan data antemortem dan data postmortem,” jelasnya.
Berdasarkan hasil rapat pencocokan berkas rekonsiliasi tersebut, sisa jasad pertama dengan Nomor PM 062 berhasil diidentifikasi sebagai Sukarpi, berjenis kelamin laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Marium.
Kemudian, jasad kedua dengan Nomor PM 063 teridentifikasi sebagai Suwido Gurning, berjenis kelamin laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Mona Lisa Siahaan.
Selanjutnya, sisa jasad ketiga dengan Nomor PM 064 berhasil diidentifikasi sebagai Sukono Bin Supardi Nasution, yang merupakan ayah biologis dari Zazkiatul Padila.
Berdasarkan data administrasi pihak rumah sakit, korban Sukono dilaporkan telah berstatus teridentifikasi oleh tim medis, namun sempat belum diambil oleh pihak keluarganya.
Sementara itu, untuk sisa jasad keempat dengan Nomor PM 065 berhasil diidentifikasi sebagai Karno Bin Salim, berjenis kelamin laki-laki.
Jasad Karno dinyatakan teridentifikasi secara valid oleh petugas karena memiliki kecocokan yang sangat identik dengan sampel pembanding langsung di lapangan berupa properti peci milik korban.
Andrianto menegaskan bahwa dari seluruh hasil pengujian sampel postmortem ini, tingkat akurasi identitas jasad terbukti sangat kuat.
Adanya kecocokan mutlak antara data antemortem yang diserahkan keluarga dengan data postmortem dari jasad korban memastikan status hukum dan kepemilikan seluruh jenazah kini menjadi sangat jelas.
“Dari hasil laboratorium data postmortem ini, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas karena terdapat kecocokan antara data antemortem dengan data postmortem,” tuturnya.
Dengan tuntasnya pencocokan data terhadap empat jasad terakhir ini, seluruh proses pencarian identitas korban meninggal dunia dalam kecelakaan menonjol di Kabupaten Muratara tersebut resmi dinyatakan selesai.
Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan seluruh ahli waris untuk proses penyerahan sisa jasad agar bisa dibawa pulang ke rumah duka masing-masing.
“Jadi seluruh jenazah yang berjumlah 17 orang semuanya sudah teridentifikasi dari hasil laboratorium DNA, baik melalui data antemortem maupun postmortem. Itu yang bisa saya sampaikan sebagai laporan hasil laboratorium DNA,” pungkasnya.
Penulis : Tia
Editor : Jaks

















