Plagiat Tesis Berujung Gugur Gelar, UPGRI Palembang Tutup Celah Kecurangan Akademik

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua BPH PB PGRI UPGRIP, Drs. H. Lukman Haris, M.Si.

Wakil Ketua BPH PB PGRI UPGRIP, Drs. H. Lukman Haris, M.Si.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Universitas PGRI Palembang (UPGRI) menunjukkan sikap tegas dalam menjaga marwah akademik pendidikan tinggi. Di tengah menguatnya isu plagiarisme di lingkungan kampus, UPGRI menutup rapat celah kecurangan akademik dengan memberlakukan sanksi keras bagi mahasiswa pascasarjana yang terbukti melakukan plagiarisme.

Sanksi tersebut tidak main-main, mulai dari pembatalan kelulusan hingga pencabutan keabsahan ijazah, meskipun mahasiswa bersangkutan telah menyelesaikan seluruh proses perkuliahan.

Kebijakan ini diberlakukan khusus bagi mahasiswa Program Magister (S2), terutama pada Program Studi Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Matematika. Universitas menegaskan bahwa tesis bukan sekadar syarat administratif kelulusan, melainkan puncak pertanggungjawaban akademik mahasiswa atas proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan yang telah ditempuh.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Badan Pengurus (BP) PGRI Universitas PGRI Palembang, Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H., melalui Wakil Ketua BPH PB PGRI UPGRI Palembang, Drs. H. Lukman Haris, M.Si., menegaskan bahwa setiap tesis yang diajukan mahasiswa wajib bersifat orisinal, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Tidak ada toleransi terhadap plagiarisme. Tesis harus lahir dari pemikiran, penelitian, dan kerja akademik mahasiswa sendiri, bukan hasil meniru, menyalin, atau memodifikasi karya orang lain,” tegas Lukman.

Menurutnya, plagiarisme tidak hanya merusak kredibilitas individu mahasiswa, tetapi juga mencederai integritas institusi pendidikan tinggi. Karena itu, UPGRI memilih bersikap tegas sejak awal agar mahasiswa memahami bahwa kejujuran akademik merupakan nilai yang tidak dapat ditawar.

Ia menambahkan, mahasiswa yang terbukti melanggar ketentuan tersebut akan menanggung konsekuensi serius. Selain kelulusan yang dapat dibatalkan, ijazah yang telah diterbitkan pun berpotensi dinyatakan tidak sah sehingga gelar magister yang diperoleh dapat gugur.

“Ini bukan ancaman, melainkan komitmen universitas dalam menjaga mutu lulusan serta kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan,” ujarnya.

Sebagai langkah preventif, Universitas PGRI Palembang menerapkan kebijakan yang relatif ketat dibandingkan sebagian perguruan tinggi lainnya, yakni mewajibkan mahasiswa S2 mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah dan tesis. Kebijakan ini bertujuan membekali mahasiswa tidak hanya dari sisi teknis penulisan, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai etika akademik.

“Pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran agar mahasiswa memahami cara menyusun artikel ilmiah yang baik dan benar, memahami teknik sitasi, pengolahan data, serta menghindari plagiarisme secara sadar,” jelasnya.

Pelatihan pembuatan artikel dan tesis tersebut menjadi bagian integral dari rangkaian perkuliahan semester akhir. Berbeda dengan pola sebelumnya, mahasiswa kini diarahkan untuk terlebih dahulu menyusun artikel ilmiah yang kemudian dikembangkan menjadi tesis. Dengan demikian, proses penulisan tesis dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan terencana.

“Artikel ilmiah itu menjadi fondasi awal tesis. Mahasiswa tidak memulai dari nol, tetapi mengembangkan karya yang sudah dibangun secara akademik dan metodologis,” tambahnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan. Selain itu, pelatihan tersebut juga menjadi sarana pembinaan agar mahasiswa terbiasa dengan standar penulisan ilmiah yang berlaku di dunia akademik dan publikasi.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 70 mahasiswa, terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemahaman teknik penulisan ilmiah dan etika akademik dalam menyelesaikan studi magister.

Pihak universitas berharap kebijakan ini tidak hanya menghasilkan tesis yang berkualitas, tetapi juga melahirkan lulusan magister yang berintegritas, kompeten, dan siap berkontribusi secara akademik maupun profesional di tengah masyarakat.

“Budaya akademik yang jujur dan bertanggung jawab harus dibangun sejak di bangku kuliah. Inilah yang ingin kami tanamkan kepada mahasiswa pascasarjana Universitas PGRI Palembang,” pungkas Lukman.

Berita Terkait

PCX Bikers Playland, Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Pererat Kebersamaan Bersama Keluarga
Tim Karate Polda Sumsel Tembus Peringkat Ke-8 Tingkat Nasional Piala Kapolri
Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34 WIB

PCX Bikers Playland, Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Pererat Kebersamaan Bersama Keluarga

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:05 WIB

Tim Karate Polda Sumsel Tembus Peringkat Ke-8 Tingkat Nasional Piala Kapolri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:10 WIB

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Berita Terbaru