SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang memperketat aturan pelaksanaan Ujian Kesetaraan Paket C yang akan digelar pada April mendatang. Dalam kebijakan terbaru ini, peserta yang tidak hadir mengikuti ujian sesuai jadwal secara otomatis dinyatakan mengundurkan diri tanpa kesempatan ujian susulan.
Ketegasan tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang PAUD dan Dikmas melalui Pelaksana Tugas Kepala Tim Sarana dan Prasarana Bidang PAUD dan Dikmas, R. Abd. Syaripuddin, AMD. Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, disiplin, dan seragam di seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurut Syaripuddin, tidak ada toleransi dalam bentuk apa pun bagi peserta yang absen, baik dengan alasan pribadi maupun teknis. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pendidikan nonformal.
“Kami tegaskan, tidak ada dispensasi maupun ujian susulan. Peserta yang tidak hadir pada jadwal ujian akan langsung dianggap mengundurkan diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kredibilitas Ujian Kesetaraan Paket C agar setara dengan sistem pendidikan formal. Dengan aturan tegas ini, diharapkan peserta lebih bertanggung jawab terhadap proses pendidikan yang dijalaninya.
Pada pelaksanaan Ujian Paket C tahun ini, jumlah peserta yang terdaftar tercatat sekitar 280 orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 300 peserta. Penurunan ini terjadi hampir merata di sejumlah PKBM di Kota Palembang.
Meski demikian, pihak penyelenggara memastikan bahwa penurunan jumlah peserta tidak mengurangi komitmen dalam menjaga mutu dan integritas pelaksanaan ujian. Seluruh tahapan ujian akan tetap diawasi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku.
Syaripuddin menambahkan, peserta yang tidak mengikuti ujian pada periode April 2026 ini baru dapat kembali mendaftar pada tahun berikutnya sesuai jadwal yang akan ditetapkan. Oleh karena itu, peserta diminta benar-benar mempersiapkan diri dan memastikan kehadiran selama seluruh rangkaian ujian berlangsung.
Sementara itu, salah satu peserta Ujian Paket C, Andi Wijaya, mengaku program pendidikan kesetaraan tersebut menjadi peluang besar untuk memperbaiki masa depannya. Ia menilai Paket C sebagai jalan alternatif bagi masyarakat yang tidak sempat menuntaskan pendidikan formal.
“Dengan Paket C, saya bisa mendapatkan ijazah setara SMA yang sangat dibutuhkan untuk melamar pekerjaan,” kata Andi.
Ia mengaku kini tengah mempersiapkan diri secara serius agar dapat mengikuti ujian dengan baik dan lulus sesuai harapan. Menurutnya, keberadaan program Paket C sangat membantu masyarakat dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.

















