SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi mulai membangun ekosistem wisata kesehatan terpadu yang menyinergikan rumah sakit rujukan, layanan kebugaran daerah, dan biro perjalanan guna memantapkan posisi Sumsel sebagai destinasi health tourism nasional.
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, menyatakan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan fasilitas kesehatan, pelaku usaha pariwisata, hingga pelaku UMKM.
“Semua fasilitas pelayanan kesehatan kita dorong untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk kebugaran, dan harus terintegrasi dengan sektor pariwisata,” ujar Edward Candra usai memimpin rapat koordinasi di Graha Bina Praja, Senin (19/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman mengatakan kesiapan sumber daya manusia medis yang memiliki keahlian spesialis dan fellowship menjadi modal utama dalam menjalankan program ini.
“SDM kita sudah sangat siap, apalagi ke depan rumah sakit akan dinilai berdasarkan kompetensinya, sehingga fokus kita adalah meningkatkan standar pelayanan tersebut,” katanya.
Pengembangan ekosistem ini dipastikan tidak hanya berpusat di Kota Palembang, melainkan merambah ke wilayah lain seperti Kota Pagar Alam yang akan difokuskan pada layanan kebugaran (wellness) berbasis alam.
Ia menyebut para pelaku usaha perjalanan dan pemandu wisata akan diposisikan sebagai garda terdepan dalam memasarkan paket wisata medis komprehensif dengan sistem tarif yang transparan.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas sekaligus menikmati kekayaan wisata di Sumatera Selatan.
“Pemandu wisata nantinya berperan penting mengarahkan wisatawan, mulai dari kebutuhan medis di rumah sakit hingga destinasi wisata melalui paket perjalanan,” pungkasnya.

















