Pemprov Sumsel Buka Pasar Murah, 1 kg Beras Rp. 10 Ribu

- Redaksi

Jumat, 24 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni saat menjadi penjual beras di Pasar Murah yang diselenggarakan Pemprov Sumsel melalui Dinas Perdagangan Sumsel. Foto : Reza Mardiansyah

PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni saat menjadi penjual beras di Pasar Murah yang diselenggarakan Pemprov Sumsel melalui Dinas Perdagangan Sumsel. Foto : Reza Mardiansyah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuka Operasi Pasar murah hari ini hingga besok untuk menekan harga pangan yang saat ini tengah mengalami kenaikan.

Bertempat di halaman kator Dinas Perdagangan Sumsel, Pasar Murah ini menjual pangan degan harga – harga dibawah harga pasar seperti beras yang dijual degan harga Rp. 10.000 per kilogramnya.

PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan, Selain Operasi Pasar pihaknya juga membagikan beberapa Bibit tanaman pangan seperti Bawang, Cabe dan Terong untuk menyukseskan progam Sumsel Mandiri Pangan.

“Karena di akhir tahun ini harga Pangan cenderung naik, makanya kita adakan pasar murah ini agar masyarakat bisa membeli dibawa harga pasar. Ada beras, minyak goreng, gula dan lain-lain. Bahkan harganya dibawah dari pasaran,” kata PJ Gubernur Agus Fatoni, Jumat (24/11/2023).

Menyurut Fatoni, pasar Murah diadakan tidak hanya untuk memberikan harga panga dibawah harga pasar yang bisa membantu masyarakat. Juga sebagai penekan angka Inflasi apalagi jika melihat harga yang saat ini tengah mengalami kenaikan.

“Mudah-mudahan inflasi bisa terkendali dan bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Deva Octavianus Coriza mengatakan pihaknya berencana akan mengadakan pasar murah satu kali dalam satu bulan. Dalam satu hari pasar murah ini menyediakan 10 ton beras dalam setiap kegiatan yang bekerja sama dengan Bulog dan PTPN.

“Kita jual beras Rp 10 ribu per kg, dengan kemasan 5 kg. Jadi satu sak isi 5 kg seharga Rp 50 ribu. Untuk pembelinya dibatasi 10 kg atau dua sak per orang,” katanya.

Lanjut dia, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat apalagi pangan yang dijual degan harga murah (dibawah harga pasar). “Kita juga bisa menekan inflasi dari naiknya harga pangan. Kita juga bisa membantu masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai informasi selain beras ada juga telur dijual Rp 24 ribu per kg, bawang merah Rp 25 ribu per kg, cabai Rp 65 ribu per kg, gula pasir Rp 13 ribu per kg, tepung terigu Rp 10.500 per kg dan minyak Fortune Rp 15.000 per kg.

Berita Terkait

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
Pelabuhan Tanjung Carat Ditargetkan Beroperasi 2028
Bulog Targetkan Efisiensi Logistik Lewat Hibah Lahan Belasan Hektare di Sumatera Selatan
Fokus Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Muba Perkuat Evaluasi Program Terpadu
Tanpa APBN, Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Andalkan Investasi Swasta Murni
Dua Kurir Sabu 2 Kilogram Dituntut 15 Tahun Penjara
Terkuak di Sidang! Proposal Rp300 Juta Dipangkas, Saksi Sebut Ada “Setoran” Puluhan Juta di Kasus KONI Lahat
Adik Selebgram Palembang Jadi Korban Penodongan, Pelaku Rampas HP dan Minta Uang Tebusan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:42 WIB

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 21:02 WIB

Pelabuhan Tanjung Carat Ditargetkan Beroperasi 2028

Kamis, 9 April 2026 - 20:45 WIB

Bulog Targetkan Efisiensi Logistik Lewat Hibah Lahan Belasan Hektare di Sumatera Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 18:30 WIB

Fokus Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Muba Perkuat Evaluasi Program Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 17:47 WIB

Tanpa APBN, Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Andalkan Investasi Swasta Murni

Berita Terbaru