Pemerintah Naikan Harga BBM, Pengamat: Masyarakat Kena Prank

- Redaksi

Senin, 5 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah dinilai tidak konsisten terhadap kebijakan soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Semula, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan BBM tidak akan naik. Namun hanya berselang beberapa hari justru pemerintah menaikan harga BBM. Masyarakat pun seakan kena prank.

“Awal September Pemerintah baru menyatakan BBM batal naik. Tapi selang sehari kemudian, atau pada 3 September 2022, Presiden Jokowi mengumumkan kalau BBM kembali naik. Jadi kita ini masyarakat seperti sudah di prank (oleh pemerintah),” kata Pengamat Ekonomi, Yan Sulistyo, Senin (5/9/2022).

Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah menjadi korban kebijakan pemerintah selama 10 tahun terakhir.

“Terkait keputusan yang telah diambil Presiden Jokowi itu, berkali-kali saya katakan bahwa memang Pemerintah ini membuat masyarakat selama 10 tahun menjadi korban kebijakan-kebijakan yang menurut saya ini Pemerintah ugal-ugalan dalam pengeluaran APBN,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa masyarakat dipaksa mengikuti keegoisan pemerintah.

“Jadi kita ini dipaksa mengikuti cara egoisnya Pemerintah. Padahal sebenarnya kenaikan BBM ini tidak perlu dinaikan, asal Pemerintah menggunakan dana APBN itu dengan benar,” lanjutnya.

“Jadi analisa saya begini, 2 tahun lagi Presiden Jokowi ini tidak lagi memimpin negara. Dia mau bersih-bersih anggaran APBN gitu terutama untuk membayar uutang negara dengan luar negeri. Sehingga ketika dia tidak lagi jadi Presiden utangnya tidak lagi banyak, begitu,” tambahnya.

Terkait kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM, dia pun turut menuntut agar upah buruh juga ikut naik sebesar 30 persen.

“Saya mendukung sepenuhnya tuntutan dari buruh untuk kenaikan upah mereka sebesar 30 persen. Ini semua atas kenaikan BBM sekitar 30 persen, sehingga ada keseimbangan ekonomi,” tegasnya.

Kalau sekarang taraf hidup masyarakat, pengeluaran semakin tinggi gara-gara kenaikan BBM, maka upah buruh harus dinaikan juga. Sehingga ekonomi menjadi ada keseimbangan, inflasi yang terjadi itu tidak terdampak secara luas, karena diimbangi dengan kenaikan upah. (ANA)

Berita Terkait

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital
Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis
Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag
Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali
BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:45 WIB

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:16 WIB

Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 19:14 WIB

Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:46 WIB

Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag

Berita Terbaru