Pedagang Pasar Tradisional Gigit Jari, Pembeli Banyak ke Minimarket

- Redaksi

Kamis, 20 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang kelontongan di pasar 45 Pahlawan membereskan barang daganganya untuk tutup lebih awal akibat sepi pembeli.
Foto: etr/SP

Pedagang kelontongan di pasar 45 Pahlawan membereskan barang daganganya untuk tutup lebih awal akibat sepi pembeli. Foto: etr/SP

SUARAPUBLIK.ID PALEMBANG – Walaupun harga minyak goreng di minimarket dan supermarket sudah turun jadi Rp 14 ribu. Namun, harga di pasar tradisional tetap mahal. Pedagang pasar mengeluhkan kalau hari ini, daganganya sepi pembeli akibat banyak beralih ke minimarket.

Pantauan suarapublik.id di pasar tradisional, Kamis (20/1/2022), pedagang tutup lebih awal lantaran sepi pembeli. “Kami membeli dengan harga yang mahal, waktu beli masih diharga modal Rp17 ribu. Makanya saya menjual dengan harga tinggi juga,” ujar Rina, salah satu penjual kelontongan yang berada di kawadan Pasar 45 Palembang, Kamis (20/1/2022).

Penurunan minyak yang diberikan pemerintah secara mendadak ini, membuat pedagang pasar tradisional sangat merasakan dampaknya. “Sangat bepengaruhlah, soalnya pembeli banyak yang lebih memilih beli di Indomaret atau Alfamart. Sementara kami padagang pasar, tidak bisa jual dengan harga murah,” sahut dia.

Jika harga minyak ini di jual dengan harga murah yang berkelanjutan penjual tradisional terpaksa akan menjual rugi barang dagangan mereka. “Kalau harga di Indomaret atau Alfamart tetap murah, terpaksa kami jual rugi untuk menghabiskan stok-stok yang sudah terlanjur dibeli,” tutupnya.

Senada juga diucapkan Sarina, salah satu pedagang di kawasan pasar tradisional 45. Ia juga mengatakan bahwa mereka terpaksa akan menjual rugi jika pemerintah tetap menjual dengan harga yang murah.

“Namanya jualan, kami stok barang pas harga lagi tinggi jadi jual sesuai harga, tinggi juga. Nah kami bisa untung. Tapi begitu harga tiba-tiba turun seperti sekarang, terpaksa konsekuensinya merugi,” kata dia.

Ia juga mengakui, hari ini banyak pedaganv pasar tutup lebih awal lantaran sepi pembeli. Jika biasanya sampai pukyl 16.00, hari ini pasar tutup pukul 12.00 Wib. (Etr)

Berita Terkait

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat
Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:42 WIB

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan

Selasa, 7 April 2026 - 10:05 WIB

BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Berita Terbaru