Nama : Malca Alvaira Sufiyah
NIM : PO7133126031
Prodi : D3 Sanitasi
Pancasila Is My Life Style
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memiliki lima nilai penting sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Di zaman sekarang, khususnya bagi Generasi Z, perkembangan teknologi dan media sosial membuat kehidupan menjadi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga dapat memberikan pengaruh terhadap cara kita berpikir dan bersikap. Menurut saya, Pancasila tetap penting untuk diterapkan karena nilai-nilainya dapat menjadi pedoman agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Sebagai seorang mahasiswa D3 Sanitasi, saya menyadari bahwa menerapkan Pancasila tidak harus selalu melalui hal-hal besar. Penerapannya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang saya lakukan setiap hari, baik di rumah, tempat kos, kampus, maupun ketika berinteraksi dengan orang lain. Bagi saya, Pancasila bukan hanya sesuatu yang harus dihafalkan, tetapi juga harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan menjalankan ibadah, berdoa sebelum melakukan kegiatan, dan berusaha bersyukur atas apa yang saya miliki. Ketika berada di lingkungan perkuliahan, saya juga berusaha menghargai teman yang memiliki keyakinan berbeda. Menurut saya, setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya masing-masing sehingga tidak seharusnya kita memaksakan keyakinan kepada orang lain.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan berusaha menghargai dan membantu orang lain. Contohnya ketika ada teman yang mengalami kesulitan dalam memahami tugas atau materi kuliah, saya berusaha membantu jika saya mampu. Saya juga belajar untuk menjaga ucapan agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Menurut saya, menjadi manusia yang beradab bukan hanya tentang berbicara dengan sopan, tetapi juga tentang memiliki rasa peduli dan tidak merendahkan orang lain.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya rasakan dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa yang bertemu dengan banyak orang dari latar belakang berbeda. Saya belajar bahwa setiap orang mempunyai karakter, kebiasaan, dan pendapat yang berbeda. Dalam mengerjakan tugas kelompok, saya berusaha bekerja sama dan menghargai pendapat teman. Jika terjadi perbedaan pendapat, saya mencoba menyelesaikannya dengan berdiskusi dan tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk bermusuhan. Bagi saya, persatuan dapat dimulai dari lingkungan kecil, seperti menjaga hubungan baik dengan teman.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan ketika mengambil keputusan bersama. Dalam kegiatan perkuliahan, terkadang terdapat perbedaan pendapat mengenai pembagian tugas atau cara menyelesaikan suatu pekerjaan. Saya belajar untuk menyampaikan pendapat dengan baik, mendengarkan pendapat teman, dan menerima keputusan yang telah disepakati bersama. Saya menyadari bahwa tidak semua keinginan saya harus selalu diikuti oleh orang lain. Dari musyawarah, saya belajar menghargai pendapat dan menjadi lebih bertanggung jawab.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha memperlakukan teman secara adil dan tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakangnya. Dalam tugas kelompok, saya juga berusaha mengerjakan bagian yang menjadi tanggung jawab saya agar pekerjaan tidak hanya dibebankan kepada satu orang. Selain itu, sebagai mahasiswa D3 Sanitasi, saya semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, dan menjaga kebersihan tempat tinggal merupakan bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
Sebagai Generasi Z, saya juga merasa bahwa penerapan Pancasila penting dilakukan di media sosial. Sebelum membagikan informasi, saya perlu memastikan kebenarannya agar tidak ikut menyebarkan berita yang salah. Saya juga harus berhati-hati dalam berkomentar dan tidak menggunakan media sosial untuk menghina atau menjatuhkan orang lain. Menurut saya, perkembangan teknologi seharusnya digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti mencari informasi, belajar, berkomunikasi, dan mengembangkan kemampuan diri.
Dari pengalaman saya sehari-hari, saya menyadari bahwa menerapkan Pancasila sebenarnya tidak sulit jika dimulai dari diri sendiri. Lima sila tersebut dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana seperti beribadah, menghargai orang lain, menjaga persatuan, bermusyawarah, bersikap adil, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi saya, menjadi Generasi Z bukan berarti harus meninggalkan nilai-nilai Pancasila karena perkembangan zaman. Justru di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, Pancasila dapat menjadi pedoman agar saya tetap memiliki sikap dan karakter yang baik. Sebagai mahasiswa D3 Sanitasi, saya ingin menerapkan nilai Pancasila bukan hanya untuk kehidupan saya sekarang, tetapi juga sebagai bekal untuk menjadi tenaga kesehatan lingkungan yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan.
Pada akhirnya, “Pancasila Is My Life Style” bagi saya bukan sekadar sebuah slogan. Pancasila adalah nilai yang dapat saya praktikkan melalui tindakan kecil setiap hari. Saya percaya bahwa perubahan yang besar dapat dimulai dari diri sendiri. Jika saya mampu menerapkan lima nilai Pancasila secara konsisten, saya dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, dan bermanfaat bagi orang lain.







