Nama : Reysha Ramadhani Ayatullah
NIM : PO7133126024
Prodi : D3 Sanitasi
Kehidupanku Sehari-hari dan Pancasila
Tumbuh dan berinteraksi di tengah masyarakat membuat saya sadar bahwa membentuk karakter yang baik membutuhkan pedoman yang jelas. Bagi saya, Pancasila hadir bukan sebagai aturan yang mengekang, melainkan sebagai arah dalam menentukan sikap sehari-hari.
Hal ini dimulai dari sila pertama. Saya berusaha selalu melaksanakan salat lima waktu dan menjalankan ibadah lainnya. Selain berusaha menjalankan ibadah dengan baik, saya juga belajar untuk selalu menghargai tetangga dan teman-teman yang berbeda keyakinan agar kita semua dapat hidup dengan nyaman dan beribadah dengan tenang.
Kemudian, pada sila kedua, saya menerapkannya melalui etika dan rasa kepedulian. Saya berusaha menjaga tutur kata agar tetap baik dan sopan, menghargai perasaan orang lain, serta sebisa mungkin membantu teman yang sedang kesulitan dalam mengerjakan tugas. Saya juga berusaha menegur atau melaporkan jika melihat tindakan perundungan di kampus. Kepedulian dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti mendengarkan teman ketika mereka sedang bercerita.
Sila ketiga menjadi pedoman saya saat berada di lingkungan yang beragam, termasuk di kampus. Bertemu dengan orang-orang dari suku dan latar belakang yang berbeda mengajarkan saya untuk tidak memilih-milih teman, apalagi bermusuhan hanya karena adanya perbedaan. Sebaliknya, saya berusaha merangkul perbedaan tersebut demi menjaga kebersamaan.
Saat harus mengambil keputusan bersama, sila keempat selalu menjadi pengingat bagi saya, baik di masyarakat maupun di kampus. Saya berusaha menahan diri untuk tidak memaksakan pendapat, mau mendengarkan masukan orang lain, dan mengutamakan diskusi demi mencapai tujuan bersama. Saya belajar bahwa keputusan yang baik bukan hanya tentang keinginan pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan kepentingan bersama.
Terakhir, sila kelima saya wujudkan dengan bersikap adil dan menghargai hak orang lain. Hal sederhana yang dapat saya lakukan adalah menggunakan fasilitas kampus secara bergantian dan tidak menguasainya sendiri, tidak mengambil sesuatu yang bukan milik saya, serta memperlakukan setiap orang secara setara tanpa membeda-bedakan.
Saya juga menyadari bahwa menerapkan nilai-nilai Pancasila tidak harus selalu melalui hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti menghormati orang lain, bertanggung jawab, dan menjaga sikap saat berinteraksi merupakan langkah kecil untuk menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, Pancasila bukan hanya sekadar teori di kelas, melainkan panduan hidup yang membantu saya menjadi pribadi yang lebih peka, peduli, dan baik, baik di tengah masyarakat maupun di lingkungan kampus.







