Pancasila dalam Tindakan Nyata

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Nanda Humaira

NIM    : PO7131126111

Prodi  : D3 Gizi

 

Pancasila dalam Tindakan Nyata

 

Menjalani kehidupan sehari-hari dengan berbagai kesibukan sering kali membuat kita berhadapan dengan banyak situasi sosial dan personal. Di tengah dinamika tersebut, saya menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar teori hafalan, melainkan panduan hidup yang memiliki alasan kuat di balik setiap penerapannya.

 

Penerapan ini saya mulai dari Sila Pertama, yaitu menjalankan ibadah sholat lima waktu. Saya melakukannya karena butuh penenang jiwa dan pengingat arah di tengah kejenuhan. Jika ditinggalkan, pikiran gampang gelisah, stres, dan hilang fokus dalam menjalani hari.

 

Pada Sila Kedua, saya bersikap sopan dan santun di mana pun berada. Saya membiasakan hal ini agar menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan nyaman. Kalau tidak diterapkan, hubungan antarmanusia akan dipenuhi rasa saling tidak hargai, memicu kesalahpahaman, dan merusak etika bersosialisasi.

 

Sementara itu, penerapan Sila Ketiga saya lakukan dengan mencintai dan memakai produk lokal, seperti skincare buatan dalam negeri. Alasan utamanya adalah untuk mendukung perekonomian bangsa sendiri. Jika kita acuh dan terus bergantung pada produk luar, UMKM lokal sulit berkembang dan perekonomian negara sendiri justru akan melemah.

 

Dalam interaksi kelompok, Sila Keempat hadir lewat sikap menghargai pendapat orang lain. Hal ini penting agar setiap keputusan yang diambil adil dan disepakati bersama. Jika tidak dilaksanakan, diskusi hanya akan menjadi ajang egoisme, memicu pertengkaran, dan merusak kerja sama.

 

Terakhir, untuk Sila Kelima, saya menghargai hak orang lain dengan tidak menerobos antrean. Ini dilakukan demi keadilan dan ketertiban bersama. Jika budaya menerobos antrean dibiarkan, akan timbul kekacauan, rasa tidak adil bagi yang sudah menunggu, serta hilangnya rasa saling menghargai di tempat umum.

 

Pada akhirnya, setiap sila dalam Pancasila bukan sekadar aturan kaku. Ada alasan logis dan dampak nyata di baliknya yang menjaga kehidupan kita tetap selaras, tertib, dan bernilai.

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota
Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis
APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Jamin Hak Pendidikan Bagi WBM, Rutan Kelas IIB Baturaja Jalin Kerjasama Dengan PKBM
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:02 WIB

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota

Jumat, 11 September 2026 - 19:57 WIB

Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Berita Terbaru