Pancasila dalam Diriku: Panggilan Hati dan Pedoman Hidup Sehari-hari

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Syabillah

NIM   : PO7124126011

Prodi : D3 Bidan

 

Pancasila dalam Diriku: Panggilan Hati dan Pedoman Hidup Sehari-hari

 

Jujur saja, setiap kali mendengar kata “Pancasila”, ada rasa tersendiri yang membuat saya merasa terpanggil. Seolah-olah ada suara dari dalam diri yang mengingatkan bahwa saya butuh aturan, arahan, dan pedoman dalam melangkah. Bagi saya, Pancasila bukan cuma materi pelajaran yang dihafal saat sekolah, tapi benar-benar panduan hidup yang berusaha saya praktikan setiap harinya, mulai dari hal-hal yang paling sederhana.

 

Semua ini saya mulai dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Saya mengawali hari dengan beribadah dan bersyukur. Rasa percaya pada Tuhan ini bikin saya sadar untuk selalu menjaga sikap, termasuk menghormati dan memberi ruang bagi orang lain di sekitar saya yang berbeda keyakinan.

 

Masuk ke sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya mencoba untuk selalu memperlakukan orang lain dengan baik. Di kehidupan sehari-hari, ini tentang bagaimana saya belajar mendengarkan orang lain, bersikap sopan kepada orang yang lebih tua, seperti guru, dosen dan mau bantu teman atau tetangga yang lagi kesulitan tanpa perlu peduli latar belakang mereka.

 

Lalu untuk sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya menerapkannya dengan berusaha jadi teman yang baik buat siapa saja. Saya sadar kita semua beda-beda, jadi saya sebisa mungkin menghindari konflik yang merusak pertemanan dan bangga dengan keberagaman yang kita punya.

 

Saat ada masalah atau keputusan yang harus diambil bareng-bareng, saya pegang prinsip sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Di sini saya belajar menurunkan ego, nggak memaksakan kehendak sendiri, dan mau duduk bareng buat ngobrol mencari jalan keluar yang enak buat semua.

 

Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, ngajarin saya untuk tahu diri dan peduli. Mulai dari nggak nyusahin orang lain di tempat umum, menjaga kebersihan, sampai ikut turun tangan kalau ada kegiatan gotong royong di lingkungan rumah.

Menjalankan kelima sila ini setiap hari bikin hidup saya terasa lebih terarah. Buat saya, Pancasila adalah cara terbaik untuk menjaga diri agar tetap berada di jalur yang benar dalam bermasyarakat.

 

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat
Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap
Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis
Stylo Sound Ride, Satukan Gaya dan Musik Komunitas Honda
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis

Berita Terbaru

Foto saat gubernur Sumsel H. Hermanderu menghadiri acara Perayaan HUT OKI ke-81 di rapat paripurna DPRD OKI

Ogan Komering Ilir

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Okt 2026 - 20:48 WIB