Nama : Jenny Aprillia
NIM : PO7124226042
Prodi : STr Kebidanan
Pancasila dalam Cara Saya Bersikap
Tanpa disadari, banyak hal sederhana yang saya lakukan setiap hari memiliki kaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila bukan hanya sesuatu yang saya pelajari dan hafal sejak sekolah, tetapi juga dapat terlihat dari cara saya bersikap, bergaul, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain. Bagi saya, penerapannya tidak harus melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan menjalankan kewajiban sebagai umat beragama sekaligus menghargai teman yang memiliki keyakinan berbeda. Saya berusaha memberikan ruang kepada orang lain untuk menjalankan ibadah dan tidak menjadikan perbedaan keyakinan sebagai alasan untuk menjauh atau membeda-bedakan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan menghargai orang lain, termasuk ketika memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Saya berusaha menjaga ucapan, terutama ketika bercanda, karena sesuatu yang menurut saya lucu belum tentu menyenangkan bagi orang lain. Saya juga berusaha lebih bijak ketika berkomentar atau menggunakan media sosial.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dalam pertemanan dan kegiatan perkuliahan. Tidak semua teman memiliki cara berpikir dan cara bekerja yang sama. Ketika mengerjakan tugas kelompok, saya belajar untuk tetap bekerja sama meskipun terdapat perbedaan pendapat atau kebiasaan. Bagi saya, persatuan bukan berarti harus menjadi sama, tetapi mampu tetap bersama untuk mencapai tujuan yang sama.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan ketika berdiskusi atau menentukan keputusan bersama. Saya berusaha menyampaikan pendapat tanpa memaksakannya dan memberikan kesempatan kepada teman untuk berbicara. Jika pendapat saya tidak menjadi pilihan, saya belajar menerima keputusan yang telah disepakati bersama.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha memperlakukan orang lain secara adil dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika berada dalam pertemanan, saya tidak ingin hanya mementingkan teman yang paling dekat dengan saya.
Saya berusaha tetap menghargai dan memperlakukan teman lainnya dengan baik. Saya juga belajar untuk tidak mengambil hak orang lain hanya karena saya lebih dulu atau lebih membutuhkannya. Bagi saya, keadilan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana untuk memikirkan kepentingan orang lain, bukan hanya kepentingan diri sendiri.
Bagi saya, menerapkan Pancasila tidak selalu mudah. Ada kalanya saya harus menahan emosi, menerima perbedaan pendapat, atau mengesampingkan kepentingan sendiri. Dari situ saya memahami bahwa Pancasila bukan hanya tentang mengetahui kelima silanya, tetapi tentang bagaimana saya berusaha menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Saya menyadari bahwa saya masih terus belajar. Namun, saya dapat memulainya dari hal-hal kecil, seperti cara berbicara, menghargai perbedaan, bekerja sama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan begitu, Pancasila tidak hanya menjadi sesuatu yang saya pelajari, tetapi juga menjadi nilai yang saya bawa dalam kehidupan sehari-hari.












