Pancasila Bukan Sekedar Wacana, Melainkan Pedoman Bersama  

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Qori Nur Intan

Nim    : PO7124226002

Prodi  : D4 Kebidanan

 

Pancasila Bukan Sekedar Wacana, Melainkan Pedoman Bersama

 

Sebagai seorang mahasiswi sekaligus bagian dari masyarakat, saya meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila adalah pedoman paling penting, agar setiap tindakan yang kita lakukan dapat menciptakan suasana yang aman, tentram, dan harmonis. Menurut saya, penerapan Pancasila itu harus dimulai dari diri sendiri bahkan ditanamkan sejak dini yaitu dengan menerapkan setiap sila pada kehidupan sehari-hari. Dari hal kecil inilah, kita dapat mengubah diri kita menjadi lebih baik demi menyambut masa depan gemilang.

 

Pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, penerapan dalam diri saya ditunjukkan melalui ketekunan beribadah sesuai keyakinan. Saya menjalankan kewajiban saya sebagai seorang muslim, saya terbiasa Sholat 5 waktu, Puasa, dan tadarusan dan sebelum berangkat ke kampus saya selalu berdoa pada awal perjalanan memohon untuk dilindungi di perjalanan hingga sampai ke kampus dengan keadaan sehat walafiat dan kembali ke rumah dengan aman. Selain itu, ketaqwaan ini juga saya wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan senantiasa menghormati teman yang berbeda keyakinan, menjaga toleransi antar umat beragama, dan tidak membeda-bedakan teman demi terciptanya kedamaian di sebuah kelompok ataupun lingkungan yang berada di sekitar kita.

 

Pada sila kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, penerapan dalam diri saya diwujudkan melalui komitmen untuk selalu bisa menghargai seseorang tanpa membeda-bedakan dari sudut latar belakangnya. Saya di SMA kemarin dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua OSIS dan sekarang di kampus di percaya sebagai ketua tingkat, yang dimana saya selalu menolak secara tegas segala bentuk perundungan (bullying), baik di lingkungan kampus ataupun di tengah masyarakat. Menurut saya, bersikap adil dan beradab memiliki arti berani membela hak-hak orang lain dan memperlakukan sesama manusia dengan sopan dan rasa empati, serta aktif menciptakan lingkungan sosial yang saling merangkul dan bebas dari rasa takut.

 

Pada sila ketiga Persatuan Indonesia, saya memilih untuk bisa mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain terlebih dahulu. Saya yakin bahwa persatuan hanya bisa tumbuh dari rasa saling menghargai dan menghormati. Untuk dapat didengar terlebih dahulu lapang dad mendengarkan pendapat dari orang lain. Selain itu, saya akan selalu berusaha dan mengupayakan merawat keharmonisan dari ruang kelas hingga ruang rapat dengan merangkul semua teman tanpa membeda-bedakannya. Dengan hal ini orang di sekitar kita akan merasa nyaman dan aman. Ketika terjadi perbedaan pendapat, saya memilih untuk menyelesaikannya dengan kepala dingin dan tetap mengedepankan rasa kekeluargaan di atas ego pribadi.

 

Pada sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya sering kali mengikuti agenda diskusi hingga dipercaya mengadakan dan memimpin jalannya rapat. Dalam proses ini, saya selalu berusaha memberi ruang yang sama dengan anggota lain untuk menyampaikan ide-ide ataupun masukan yang dapat menjadi pilihan nantinya. Bagi saya, musyawarah bukan sekedar mencari keputusan secara cepat, melainkan jalan bijaksana untuk melahirkan mufakat yang dapat diterima, dihormati, dan dijalankan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.

 

Pada sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya wujudkan melalui tindakan nyata yang adil. Hal sederhana yang biasa saya lakukan di kampus yaitu konsisten dan bertanggung jawab menjalankan piket kelas, membagi tugas kelompok dengan adil, hingga menghargai hasil kerja keras teman sekelompok. Bagi saya, keadilan sosial itu tidak hanya soal teori, melainkan tentang bagaimana kita mau dan memiliki keinginan untuk saling merangkul, serta mau bergotong royong demi kenyamanan bersama.

 

Setiap kegiatan masyarakat harus dilandaskan dengan Pancasila, agar tindakan yang kita lakukan dapat menjunjung tinggi etika. Tanpa mengaitkan aktivitas sehari hari dengan Pancasila, akan memicu perselisihan hingga maraknya perundungan. Oleh karena itu, ayo kita bersama-sama jadikan Pancasila sebagai panduan hidup nyata bagi kita semua kalangan. Dengan menerapkannya secara konsisten, kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan beradab.

 

Berita Terkait

Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
Pancasila Sebagai Pandangan Hidup dan Berperilaku 
PANCASILA SEBAGAI CERMINAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI  
Pentingnya Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa Calon Bidan
Dua Lokasi Karhutbunla di Serasan Jaya Berhasil Dipadamkan, BPBD Muba Imbau Warga Waspada
Penerapan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Saya
Pancasila dalam Langkah-Langkah Kecil Kehidupan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup dan Berperilaku 

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:30 WIB

PANCASILA SEBAGAI CERMINAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI  

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Pancasila Bukan Sekedar Wacana, Melainkan Pedoman Bersama  

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Dua Lokasi Karhutbunla di Serasan Jaya Berhasil Dipadamkan, BPBD Muba Imbau Warga Waspada

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup dan Berperilaku 

Minggu, 9 Agu 2026 - 11:39 WIB

Sumsel

PANCASILA SEBAGAI CERMINAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI  

Minggu, 9 Agu 2026 - 11:30 WIB