SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pelantikan pengurus baru Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumatera Selatan langsung diikuti aksi konkret. Tanpa menunggu lama, Paguyuban Sinarmas Sumsel menyerahkan donasi perdana sebesar Rp25 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Bantuan tersebut diserahkan sesaat setelah prosesi pelantikan pengurus LAZISNU Sumsel periode 2025–2030 yang berlangsung di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Talang Jambe, Kota Palembang, Senin (12/1/2026).
Donasi diserahkan langsung Ketua Paguyuban Sinarmas Sumsel, H. Iwan Setiawan, kepada Ketua LAZISNU Sumsel H. M. Irawan Taqwa, Lc., MM, disaksikan Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zinuddin Al-Qodri.
H. Iwan Setiawan menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari sedekah sukarela para karyawan tiga perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, dan PT SBA Wood Industries, yang tergabung dalam Paguyuban Sinarmas Sumsel.
“Awalnya kami mendapat informasi tentang pelantikan pengurus LAZISNU Sumsel. Alhamdulillah, secara bersamaan kami juga menerima amanah donasi dari para karyawan. Kami menilai LAZISNU adalah lembaga yang tepat untuk menyalurkan bantuan ini,” jelas Iwan, saat dikonfirmasi selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, donasi tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan diharapkan dapat menumbuhkan budaya bersedekah di lingkungan perusahaan maupun masyarakat luas.
“Kami berharap semangat berbagi ini terus disosialisasikan, sehingga menjadi kebiasaan hidup. Insya Allah, kebaikan akan kembali kepada kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LAZISNU Sumsel H. M. Irawan Taqwa menyebut bantuan dari Paguyuban Sinarmas Sumsel sebagai donasi pertama yang diterima lembaganya setelah resmi dilantik.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Ini menjadi pemantik bagi perusahaan lain di Sumsel untuk ikut bersinergi bersama LAZISNU,” katanya.
Ia menegaskan bahwa LAZISNU Sumsel telah memiliki legalitas lengkap sebagai lembaga amil zakat resmi. Dana yang diterima akan difokuskan untuk membantu korban bencana di Sumatera, termasuk melalui pondok pesantren di bawah naungan NU.
“Selain bantuan bencana, dana juga akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pesantren, pemenuhan kebutuhan makan santri, serta membantu keluarga NU yang benar-benar membutuhkan. Semua akan kami data secara transparan,” jelasnya.
Ke depan, LAZISNU Sumsel diharapkan mampu berperan aktif dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, LAZISNU Sumsel dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat Sumatera Selatan,” pungkasnya.
Paguyuban Sinarmas Sumsel sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program sosial Nahdlatul Ulama di Sumsel, agar keberadaan NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (ANA)

















