Blog

  • Status WA Terakhir Pegawai Seblak Sebelum Gantung Diri, Kirim Pesan yang Buat Keluarga Menangis

    Status WA Terakhir Pegawai Seblak Sebelum Gantung Diri, Kirim Pesan yang Buat Keluarga Menangis

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – YC (20), pegawai seblak di Palembang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan jilbab yang diikat di ventilasi jendela kamar.

    Peristiwa ini terjadi pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 11.12 WIB, di Jalan Kolonel H Burlian, Kompleks Bougenville, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang.

    Sinta (30), kakak ipar korban mengatakan, sebelum mengakhiri hidup, sang adik sempat membuat status di WhatsApp.

    “Uang Bisa dicari, tapi menggeluarkan uang untuk mengetahui sifat seseorang itu tidak rugi,” kata Sinta, membacakan pesan status yang ditulis YC di WhatsApp.

    Tak hanya itu, kata Sinta, satu pekan sebelumnya sang adik juga sempat bilang sama keluarga. “Tunggulah, satu minggu lagi kalian akan menangis,” kata Sinta, menirukan omongan sang adik.

    Rupanya, omongan itu tidak hanya sekedar omong kosong. Korban mengakhiri hidup tepat satu minggu setelah dia menelpon keluarga.

    “Dia ini (YC) dimarahin sama Ibu karena sering pulang malam. Ibu juga tau dia pulang malam karena melihat dari status WhatsAppnya YC. Kalau sama saya disembunyiin statusnya. Sama keluarga di Empat Lawang tidak,” terang Sinta.

    Sinta juga tidak menyangka sang adik nekat mengakhiri hidup dengan cara seperti itu. “Kalau ada masalah itu bilang. Tapi, dia tidak pernah mau cerita,” tangis Sinta.

    Saat ini jasad korban sudah dibawa ke Kabupaten Empat Lawang untuk dikebumikan. (ANA)

  • 3 Kandidat Balondes Bertarung di Pilkades Bengkuang

    3 Kandidat Balondes Bertarung di Pilkades Bengkuang

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Bengkuang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, telah mengadakan rapat pleno untuk membahas penutupan Pendaftaran bakal calon kades (Balondes).

    Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pilkades Bengkuang Adi Susanto, saat ditemui Suarapublik.id, Kamis (6/7). Yang mana, menurut Adi Susanto, bahwa pihaknya telah resmi menutup pendaftaran Balondes melalui rapat pleno pada, Selasa, 4 Juli 2023.

    Ketua Panitia Pilkades Bengkuang Adi Susanto, menjelaskan, selama tenggang waktu tiga hari, berkas persyaratan Bacalon tersebut akan dilakukan penelitian kelengkapan administrasinya, klarifikasi berkas.

    Untuk verifikasi berkas telah selesai dan kepada Balondes diberi tenggang waktu tiga hari, pada 5-7 Juli 2023 untuk melengkapi syarat lainnya yang belum dilengkapi.

    “Tanggal 8 Juli 2023, Balondes yang berkas administrasinya lengkap dan benar pasca diteliti oleh panitia akan ditetapkan sebagai Calon Resmi Kepala Desa Bengkuang,” jelas dia.

    Adi Susanto menerangkan, hingga pendaftaran Balondes ditutup, ada tiga kandidat yang telah resmi mendaftar yakni, Solehan (Incumbant), Ahmad Huzairin, dan Periadi. (ANA)

  • Diduga Ikut Tawuran, Pemuda 18 Tahun Alami Luka Bacok di Kepala

    Diduga Ikut Tawuran, Pemuda 18 Tahun Alami Luka Bacok di Kepala

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Malang dialami pemuda berumur 18 tahun di Palembang inisial EW. Dirinya terpaksa harus dilarikan di rumah sakit lantaran menderita luka bacok.

    Korban diduga mengalami luka bacok akibat tawuran di Jalan HM Ryacudu, tepatnya di Lorong Garuda, Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

    Korban EW, warga Gandus mengalami luka robek di bagian kepala kanannya, akibat sabetan senjata tajam (Sajam) jenis pedang. Atas kejadian yang dialaminya, korban pun harus dilarikan ke RS Mohamad Hosien (RSMH), Palembang.

    Tak terima anaknya sudah menjadi korban pembacokan, ayahnya yakni Nova (38), melapor ke Polrestabes Palembang, pada Rabu (5/7/2023).

    Kepada petugas pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Nova menuturkan, dirinya mendapatkan kabar anaknya mengalami luka bacok dan dilarikan ke RS Muhamadiyah, awalnya tahu dari teman anaknya.

    “Awalnya saya mendapatkan kabar bahwa anak saya sudah di rumah sakit dari temannya. Pada malam Selasa itu ia memang dijemput temannya, namun dirinya pergi tidak tahu kemana. Tahu tahu dapat kabar pagi, sudah dirumah sakit,” katanya kepada petugas.

    Ditanya anaknya mengalami luka bacok akibat apa, Sambung Nova, ia tidak tahu persis kejadian yang menimpa anaknya.

    “Tidak tahu masalah apa. Namun saat dijemput kembali teman-temannya ramai datang ke rumah. Saya juga belum sempat menanyakan akibat apa anak saya mengalami luka bacok, ” katanya, sambil mengatakan anaknya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

    Setelah dilarikan ke RS Muhamadiyah Palembang, tadi malam korban dilarikan ke RSMH Palembang dan hendak menjalani perawatan luka Robert di kepalanya.

    “Tadi malam di pindah ke RSMH, katanya luka bacok dikepala hendak dijahit,” ungkapnya, Kamis (6/7/2023).

    Sementara, Piket SPKT, Reskrim dan Inafis Polrestabes Palembang, setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, langsung mendatangi TKP, guna melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi dilapangan guna penyelidikan lebih lanjut. (ANA)

  • Diduga Masalah Asmara, Pegawai Seblak Tewas Bunuh Diri

    Diduga Masalah Asmara, Pegawai Seblak Tewas Bunuh Diri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – YC (20), wanita pegawai seblak di Palembang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar rumah milik keluarganya di Jalan Kolonel H Burlian, Kompleks Bougenville, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang,  Kamis (6/7/2023), sekitar pukul 11.12 WIB.

    Sebelum mengakhiri hidup, warga Kabupaten Empat Lawang itu sempat berkomunikasi dengan sang pacar. Sinta (30), kakak ipar korban mengatakan bahwa sebelum meninggal sang adik sempat turun ke bawah.

    “Adik saya ini tadi habis dari bawah, terus naik ke atas ke kamarnya di lantai dua,” kata dia.

    “Dia naik ke lantai dua itu karena mau mandi, mau kerja, dia berangkat kerja jam 11,” tambah dia.

    Namun, kata Sinta, sang adik tidak kunjung turun ke bawah. “Dia ini kan tidak turun-turun, jadi saya naik ke atas, sampai di atas,  kamarnya terkunci, saya panggil. Tapi tidak ada jawaban,” jelas dia.

    Khawatir, Sinta pun meminta bantuan tetangga untuk mendobrak pintu kamar. Betapa kagetnya Sinta, melihat sang adik sudah tewas tergantung di pentilasi jendela kamar.

    “Kalau untuk sama saya tidak ada masalah, kemungkinan sama pacarnya,” terang dia.

    Semasa hidup lanjut Sinta, sang adik memiliki sifat yang pendiam. “Dia itu jarang cerita, pulang kerja langsung naik ke kamar,” tutur dia. (ANA)

  • Viral, Pesepeda Dijambret Pengendara Motor

    Viral, Pesepeda Dijambret Pengendara Motor

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pesepeda di Palembang menjadi korban pelaku tindak kejahatan jalanan. Pesepeda yang belum diketahui identitasnya tersebut, dijambret pengendara motor saat tengah melintas di jalan protokol.

    Akibat tindak kejahatan itu, pesepeda tersebut harus merelakan sebuah tas yang melinggar di pinggangnya dirampang. Detik-detik aksi ini pun sempat terekam kamera dan viral di media sosial (Medsos).

    Dalam video berdurasi 12 detik yang diunggah akun media sosial Instagram @palembangkulukilir, terlihat seorang pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor mengenakan helm dan jaket berwarna hitam, mendekati korban dari belakang.

    Lalu pelaku dengan mengunakan tangan kiri melepaskan tas pinggang korban, yang saat itu sedang dipakainya dan posisi korban sedang mengayuh sepedanya.

    Setelah berhasil merampas tas pinggang korban, pelaku langsung kabur. Sedangkan korban, saat itu berteriak meminta tolong. Meski korban sudah berteriak, namun tidak ada satu pun pengendara maupun warga yang melintas, terlihat mengejar pelaku.

    Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur (IT) I Palembang, AKP M Ismail, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

    “Benar, itu kejadiannya berlangsung beberapa hari kemarin. Kita monitor, pengendara sepeda dijambret oleh pelaku saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman,” ungkapnya.

    Menurut Ismail, hingga kini korban belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian, baik di Polsek IT I, maupun Polrestabes Palembang.

    “Korban sejauh ini belum melapor, baik Polsek IT I maupun Polrestabes Palembang, sudah saya cek. Kejadian ini diduga pada hari libur dan di pagi hari. Saya berharap korban agar dapat melaporkan peristiwa ini,” jelasnya.

    Ismail menegaskan, terkait peristiwa ini, anggotanya sudah melakukan penyelidikan mendalam, guna menangkap pelaku.

    “Kita sudah melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini untuk segera menangkap pelaku,” tegasnya. (ANA)

  • Hendak Jual Ekstasi, Dua Pria Ini Diciduk Polisi

    Hendak Jual Ekstasi, Dua Pria Ini Diciduk Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dua pengedar narkoba di Palembang ditangkap saat hendak menjual ekstasi atau ineks di jalan. Kedua tersangka ialah Zakaria dan M. Ridwan.

    Zakaria alias Zarek (50), merupakan warga Jalan RE Martadinata, 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, dan M. Ridwan, warga Lorong Kebangkan, Jalan Segaran, 9 Ilir, Ilir Timur III. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita ratusan butir ekstasi atau ineks.

    Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Dolifar Manurung mengatakan, ditangkapnya kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah karena pelaku disebut kerap mengedarkan, atau menjual narkoba di Lorong Prestasi, Jalan Tansa Trisna, Kelurahan Srimulyo, Kecamatan Sematang Borang Palembang.

    “Dari informasi masyarakat yang resah atas ulah mereka ini, anggota kami kemudian langsung melakukan penyelidikan untuk menangkap mereka,” kata Dolifar, Kamis (6/7/2023).

    Kata Dolifar, kedua tersangka ditangkap saat hendak menjual barang haram tersebut, pada Selasa (4/7/2023), sekitar pukul 11.30 WIB. Keduanya pun langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan.

    “Iya benar, mereka kami amankan saat hendak menjual ekstasi di kawasan tersebut,” terang Dolifar.

    Lanjut dikatakan Dolifar, bahwa dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 398 butir ekstasi yang dibungkus plastik klip transparan.

    “Ada 398 butir ekstasi, terdiri dari 200 butir pil warna merah muda berlogo diamond dan 198 pil warna orange berlogo serupa,” jelas Dolifar.

    Dari hasil pemeriksaan, dua sahabat ini nekat menjadi pengedar karena kebutuhan ekonomi. “Motifnya untuk kebutuhan sehari-hari,” terang Dolifar.

    Lebih lanjut Dolifar mengatakan bahwa saat ini polisi masih memburu bandar tempat keduanya mengambil barang haram tersebut.

    “Kami masih menyelidiki dan melakukan pengembangan siapa bandarnya,” jelas Dolifar.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2, tentang tindak pidana penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ANA)

  • Nikmati pengalaman tak terlupakan dengan menaiki kuda di  ASTON Palembang Hotel & Conference Center

    Nikmati pengalaman tak terlupakan dengan menaiki kuda di ASTON Palembang Hotel & Conference Center

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – ASTON Palembang Hotel & Conference Center dengan gembira mengumumkan peluncuran event Kids Horse Riding baru yang menarik, menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para petualang muda. Dengan tujuan memberikan pengalaman menginap yang penuh keseruan dan berkesan bagi keluarga di masa libur sekolah.

    ASTON Palembang memberikan kesempatan unik bagi anak-anak untuk menemukan kegembiraan dan memungkinkan anak-anak untuk berinteraksi dan mengendarai kuda. Paket Kids Horse Riding ini dapat dinikmati pada tanggal 02 & 09 Juli 2023 secara gratis bagi tamu hotel yang menginap.

    “Kami sangat antusias mengadakan event Kids Horse Riding ini karena bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terhubung dengan alam, dan menciptakan kenangan yang menyenangan dikala libur sekolah. Kami dengan senang hati menyambut keluarga dan menawarkan pengalaman menginap yang tak terlupakan.” Ujar  Nizar Husin selaku Restaurant & Banquet Manager ASTON Palembang Hotel & Conference Center.

    Segera ajak teman dan keluarga untuk menikmati promo khusus ini! Untuk info dan pemesanan dapat menghubungi nomor 0821 7833 2807. (*)

  • Korban Banjir Bandang OKU Selatan Dapat Bantuan

    Korban Banjir Bandang OKU Selatan Dapat Bantuan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Banjir bandang yang melanda sebagian daerah di Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumsel berdampak kepada masyarakat yang terkena imbas dari Banjir tersebut. Bahkan ada satu orang meninggal dunia.

    Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan, M Iqbal Alisyahbana mengatakan, ada enam kecamatan yang terdampak bencana banjir bandang di OKU Selatan.

    “Dari enam kecamatan itu, Kecamatan Muara Duo Kisam adalah yang terparah. Karenanya sesuai atensi Gubernur Sumsel pasca mendapat informasi kejadian tersebut langsung menurunkan bantuan untuk para korban,” kata dia, Kamis (6/7/2023).

    Ada 102 KK yang terdampak, maka pihaknya pun memberikan bantuan ratusan paket sembako. Selain itu juga membawa terpal juga obat-obatan untuk membantu para korban.

    “Kami juga membawa tim personil berupa tenaga medis dan trauma healing yang ditempatkan di Kecamatan Muara Duo Kisam. Wilayah ini yang paling parah terdampak banjir bandang,” kata dia.

    Sebelumnya, BPBD Sumsel juga sudah memberikan bantuan kepada BPBD setempat berupa perahu karet untuk membantu evakuasi warga terdampak.

    “Bantuan lain juga akan diberikan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang sesuai kebutuhan di lapangan. Karena itu, sampai sekarang kami masih menunggu pendataan terkait apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

    Iqbal menuturkan pihaknya pun terus mengimbau kepada masyarakat di lokasi tersebut agar waspada terhadap bencana susulan. Sebab meski di daerah lain sudah mengalami musim kemarau, namun di sejumlah daerah di Sumsel terutama dataran tinggi masih diguyur hujan.

    “Bencana susulan bisa terjadi kembali. Karenanya, kami imbau masyarakat tetap waspada. Begitupun di kabupaten dan kota lain seperti di Lahat, Lubuklinggau dan Musi Rawas yang juga mengalami banjir untuk masyarakat dan pemerintahnya tetap waspada,” pungkasnya.

  • INFOBRAND.ID Kembali Umumkan Pemenang Indonesia Digital Popular Brand 2023

    INFOBRAND.ID Kembali Umumkan Pemenang Indonesia Digital Popular Brand 2023

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Pentingnya popularitas brand di ranah digital semakin disadari pelaku brand dan bisnis di Indonesia. Perkembangan teknologi digital membuat pelaku brand dan bisnis secara masif memanfaatkan platform digital, seperti media online, media sosial, dan website, untuk mempertahankan bahkan mendongkrak popularitasnya di ranah digital.

    Seiring berjalannya waktu, kini muncul tren digital branding. Tren ini muncul lantaran perkembangan zaman yang semakin pesat. Melalui digital branding, pelaku brand dapat membangun brand untuk mengenalkan produk lewat platform digital secara online.

     

    Susilowati Ningsih, CEO INFOBRAND.ID mengatakan penyelenggaraan Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) kali ini merupakan ajang kedua di tahun 2023, atau penyelenggaraan ke-31 sejak tahun 2015. Masih diselenggarakannya penghargaan ini, menjadi bukti bahwa Indonesia Digital Popular Brand Award telah diterima oleh pelaku brand di Indonesia dan dipercaya sebagai barometer utama pengukuran brand-brand populer di ranah digital.

     

    “Tentunya dengan menggunakan logo Indonesia Digital Popular Brand Award 2023, akan membuat sebuah brand semakin dipercaya oleh konsumen dan calon konsumen, terutama dalam mencari, dan memilih sebuah brand di ranah digital,” ujar Susilowati Ningsih.

    Susilowati menginformasikan, hasil riset Indonesia Digital Popular Brand Index telah diumumkan oleh TRAS N CO Indonesia, dan awarding ceremony diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting, Rabu (5/6/2023).

     

    Tujuan dihadirkannya penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2023 ini, adalah sebagai penghargaan bergengsi dan pengakuan bagi brand-brand di Indonesia yang telah sukses membangun popularitas, serta meningkatkan aktivitas brand-nya melalui media digital, sebagai brand yang unggul dan populer dibandingkan brand yang lain.

     

    Pada kesempatan yang sama, Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia, sekaligus penggagas Indonesia Digital Popular Brand Award menjelaskan, riset tersebut dilakukan untuk mengcapture suara netizen melalui tiga parameter penilaian, yakni; Search Engine Based, untuk mengukur popularitas brand rata-rata perbulan dalam pencarian dan ulasan di halaman internet. Social Media Based, untuk mengetahui popularitas brand di media sosial Facebook, Instagram dan YouTube. Dan Website Based, untuk mengukur kecepatan akses dan traffic website brand.

     

    “Riset dilakukan lebih dari 1.500 brand teriset di 300 kategori produk atau jasa,” kata Tri Raharjo.

     

    Lebih lanjut Tri Raharjo menjelaskan, brand-brand yang masuk dalam daftar tiga teratas Indonesia Digital Popular Brand Index merupakan brand yang kreatif dalam berpikir dan bertindak, serta konsisten dalam melakukan aktivitas brand di ranah digital. Atas prestasi tersebut, brand-brand pemenang berhak mendapatkan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award.

     

    Dalam mengukur kepopuleran brand-brand di ranah digital, TRAS N CO Indonesia juga bekerjasama dengan IMFocus DigiMarketing Consultant, dengan mengacu pada tiga kriteria penilaian yakni; Search Engine Based, Social Media Based, dan Website Based.

     

    Dari riset Indonesia Digital Popular Brand Index 2023 yang dilakukan pada bulan Maret-Mei 2023, terhadap 1500 brand ter-riset di 300 brand kategori produk atau jasa. Diketahui terdapat 10 kategori produk/jasa yang banyak dicari di halaman internet dalam rata-rata bulanan. Pertama adalah kategori Situs Jual Beli Online dengan 9,8 Juta pencarian, kategori Aplikasi Booking Penginapan & Hotel dengan 3,3 Juta pencarian, lalu kategori Multiplatform Televisi Kabel dengan 3,2 Juta, kategori Jasa Kurir 2,97 Juta, kategori Situs Online Reservasi Hotel 2,93 Juta, lalu kategori Situs Online Booking Tiket Pesawat, Kereta dan Travel dengan 2,9 Juta Pencarian.

     

    Kategori selanjutnya adalah kategori Internet Berlangganan dengan 503,9 Ribu pencarian, kategori Tv Berlangganan dengan 368,6 Ribu pencarian, kategori Supermarket Perkakas Dan Dekorasi Rumah dengan 368 Ribu pencarian dan kategori Cargo dengan 329 Ribu Pencarian.

     

    Sedangkan berdasarkan ulasan 10 kategori produk/jasa ini menjadi yang paling banyak diulas, Kategori Situs Jual Beli Online dengan 142,8 juta ulasan halaman internet, kategori Multiplatform Televisi Kabel dengan 30,1 juta ulasan halaman internet, kategori Situs Online Booking Tiket Pesawat Kereta Dan Travel dengan 26,6 Juta ulasan.

     

    Berikutnya kategori Situs Online Reservasi Hotel dengan 26 juta ulasan, kategori Aplikasi Booking Penginapan & Hotel dengan 23,6 juta ulasan, lalu kategori Jasa Kurir dengan 15,7 juta ulasan, kategori Blender dengan 8,1 juta ulasan, kemudian kategori Smart TV dengan 6,5 juta ulasan, kategori GADAI dengan 6,2 Juta ulasan dan kategori Sepeda Lipat dengan 6 juta ulasan halaman internet.

     

    Adapun peraih penghargaan IDPBA 2023 Fase ke-2 kali ini antara lain adalah, Vicee kategori Vitamin C, Bihunku (Bihun Instan), Depo Air Minum Biru (Depo Air Minum Isi Ulang), Apotek K24 (Apotek), Shop&Drive ( Bengkel & Aksesoris Mobil), Mandiri Tunas Finance (Pembiayaan Multiguna), Natur-E (Vitamin E), Dulcolax (Pelancar BAB), My Republic (Internet Berlangganan), Tekiro (Hand Tools), RYU (Power Tools), Promag (Obat Maag), Entrostop (Obat Diare), Insto (Obat Tetes Mata), Pigeon (Botol Susu Bayi), Blibli (Situs JUAL Beli Online), Farmaku (Apotek Online), Fatigon (Multivitamin)

  • Membahas Berbagai Aspek Tentang Energi Nasional dan Global, Arcandra Tahar Terbitkan Buku “Public Interest in Energy Sector”

    Membahas Berbagai Aspek Tentang Energi Nasional dan Global, Arcandra Tahar Terbitkan Buku “Public Interest in Energy Sector”

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Arcandra Tahar Ph.D, Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) hari ini merilis bukunya berjudul “Public Interest in Energy Sector”. Buku ini merupakan rangkuman dan penyempurnaan dari tulisan-tulisan pak AT (demikian Arcandra Tahar biasa disapa) yang membahas berbagai aspek kebijakan, inovasi teknologi, kendaraan listrik dan isu-isu energi di Indonesia dan dunia yang ditulis melalui akun media sosial pribadinya yaitu Instragram dan Facebook @arcandra.tahar sejak enam tahun lalu.

    Acara peluncuran buku Arcandra Tahar yang diselenggarakan di Nusantara Ballroom, Hotel Darmawangsa ini juga diramaikan dengan diskusi energi dan bedah buku yang menghadirkan tokoh-tokoh energi nasional yaitu Prof Ir Purnomo Yusgiantoro MSc, M.A., PH.D (Menteri ESDM 2000-2009), DR (HC) Ignasisus Jonan S.E., M.A, (Menteri ESDM 2016-2019) dan Darmawan Prasodjo, Ph.D (Direktur Utama PLN).

    Hadir dalam acara ini Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, sejumlah menteri di kabinet Indonesia Kerja periode 2014-2019, tokoh-tokoh nasional, pejabat ESDM dan SKK Migas, juga jurnalis dari berbagai media nasional.

    Arcandra mengatakan, berbagai tulisan dalam buku ini merupakan bagian dari pengalamannya sewaktu mendapat amanah sebagai menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) periode tahun 2016 dan Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019. Demikian juga pengetahuannya ketika belajar dan bekerja selama lebih dari 20 tahun di industri migas dunia, khususnya di Amerika Serikat.

    “Terima kasih kepada para follower dan pembaca yang terus menyemangati dan memberikan masukan mengenai tulisan-tulisan kami. Karena banyaknya keinginan dari pembaca juga, kami akhirnya menyusun rangkaian tulisan tersebut menjadi sebuah buku. Harapan kami buku ini bisa dibaca secara lebih luas, terutama kepada generasi muda agar dapat memahami berbagai aspek mengenai energi,” katanya.

    Buku “Public Interest in Energy Sector” terdiri dari 101 tulisan dan dikelompokkan menjadi tujuh bagian tulisan, yaitu Pengelolaan Sektor Hulu Migas (Bagian I); Pengelolaan Sektor Hilir Migas (Bagian II); Pengembangan Teknologi dan SDM di Sektor Energi (Bagian III); Bisnis dan Tata Niaga Energi (Bagian IV); Bagaimana Dunia Mengelola Energi (Bagian V); Baterai, Kendaraan Listrik dan Energi Terbarukan (Bagian VI); dan Strategi Dunia Pasca-Covid-19 (Bagian VII).

    Sambutan Presiden Jokowi
    Dalam kata sambutannya di buku ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sebagai negara dengan populasi penduduk yang besar dan ekonomi yang tumbuh positif, kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat. Untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi, diperlukan peningkatan investasi di sektor minyak dan gas. Untuk itu pemerintah telah melakukan transformasi penyederhanaan perizinan dan memberikan kepastian hukum melalui UU Cipta Kerja.

    Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia memerlukan keterlibatan, dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menjawab berbagai tantangan transisi energi baru terbarukan dan rendah karbon yang adi; dan merata serta menjamin kesejahteraan masyarakat Indonesia.

    “Buku ini memuat pengalaman, keahlian, ide dan gagasan otentik dari sdr Arcandra Tahar sebagai seorang ahli di sektor energi. Tidak hanya menjabarkan berbagai tindakan, praktik-praktik baik dan insiatif kebijakan yang telah dilakukan, namun juga memuat langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk menjawab tantangan masa depan. Dengan berbagai inisiatif dan inovasi tersebut, harapannya ketahanan energi nasional dapat terwujud secara berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi tertentu,” kata Presiden.

    Ignasius Jonan, dalam tulisan pengantar buku ini mengatakan; Sebagai patner ketika memimpin Kementerian ESDM periode 2016-2019, dimana saya mendapat amanah sebagai menteri dan pak AT sebagai wakil menteri, secara bersama kami berusahaa untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong pengelolaan energi dan sumber daya alam bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

    Selain menjadi amanat UUD 1945 pasal 33, komitmen tersebut juga menjadi prioritas kebijakan Presiden Joko Widodo. Itulah sebabnya, serangkaian kebijakan di sektor energi ditujukan bagi kepentingan rakyat. Contohnya adalah Kebijakan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia.

    Selama periode 2016-2019 banyak kebijakan Kementrian ESDM yang berhasil membuktikan kemampuan bangsa ini untuk mengelola sumber daya alamnya. Seperti pengelolaan Blok Migas Rokan oleh Pertamina, Pengambilalihan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh PT Mind ID serta keberhasilan program B30 yang membuat kebutuhan solar nasional tidak perlu lagi diimpor.

    “Berbagai aspek kebijakan kementerian ESDM tadi ditulis kembali secara runtut oleh pak AT dalam bukunya ini. Selain tentunya banyak isu-isu lain yang patut untuk dibaca dan dipahami.

    Seperti bagaimana pemerintah menghitung formula harga BBM di dalam negeri, isu nikel dan industri mobil listrik nasional serta isu-isu terkini mengenai krisis energi di Eropa sebagai dampak perang Rusia-Ukraina dan pulihnya ekonomi global pasca pandemi Covid 19.”

    “Selamat membaca dan memahami berbagai isu-isu menarik terkait energi dan sumber daya alam yang ditulis dengan apik dan epik oleh pak AT. Terima kasih,” tulis Ignasius Jonan. (*)

  • Pelaku Utama Proyek Fiktif Irigasi yang Dilaporkan Ternyata tidak Dijadikan Tersangka

    Pelaku Utama Proyek Fiktif Irigasi yang Dilaporkan Ternyata tidak Dijadikan Tersangka

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang pembuktian perkara dugaan penipuan proyek fiktif pekerjaan irigasi di Pagar Alam, dengan nilai Rp100 miliar yang menjerat terdakwa Melky, Has Karel dan Besrinawawi, digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (5/7/2023).

    Dihadapan majelis hakim yang diketuai Noor Ichwan Ichlas Ria Adha, tim Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel menghadirkan empat saksi dari pihak saksi korban.

    Para saksi yang dihadirkan di antaranya istri saksi korban Teguh, menunjukkan bukti transfer sebanyak lima kali kepada pihak-pihak yang disebut dalam dakwaan penuntut umum.

    Sementara saksi Lim Fui Sang menjelaskan, bahwa saksi korban Teguh dijanjikan Willyanto, oknum Jaksa di wilayah hukum Jambi, untuk mendapatkan Proyek Irigasi Pagar Alam, dengan dilakukan Penunjukan Langsung (PL) karena proyek tery sudah tiga kali gagal lelang.

    “Pak Teguh ini dijanjikan proyek tersebut, tetapi ada syaratnya, yaitu, tanda keseriusan harus setor sejumlah Rp 200.000.000, untuk membuka portal dan undangan peserta sebesar 1 persen, dari nilai kontrak proyek. Dan sampai dengan dinyatakan pemenang lelang, prosesnya di Jakarta, dikerjakan secara bersama-sama oleh kedua tim, yakni tim Panitia dari Kementerian PUPR,” ujar saksi Lim di persidangan.

    Lim Fui Sang mengatakan, bahwa saksi korban Teguh percaya proyek itu akan didapatkan karena sudah ada jaminan dari Willyanto yang merupakan oknum Jaksa.

    Seusai sidang Teguh saksi korban mengaku heran karena pelaku utamanya yang dia laporkan ke pihak kepolisian tidak dijadikan tersangka atau didakwa dalam perkara ini.

    “Yang saya laporkan adalah Willyanto oknum Jaksa di Jambi dan kawan-kawan, karena dia juga yang membujuk saya dan merayu saya agar ikut serta dalam kegiatan proyek ini. Tapi yang menjadi terdakwa dalam persidangan ini saya tidak kenal,” ujar Teguh.

    Teguh mengatakan, dia juga merasa aneh proyek dari Kementerian PUPR untuk kegiatan di Pagar Alam, malah pengumuman pemenang lelang justru muncul di LPSE Muara Enim pada tanggal 13 Agustus 2021.

    “Setelah kami telusuri bahwa proyek itu ternyata fiktif, merasa ditipu akhirnya saya melaporkan kasus ini ke Polisi,” ungkapnya.

    Ditambahkannya, dalam sidang ini dia berharap kepada majelis hakim PN Palembang agar bisa mengungkap kasus ini dengan terang benderang.

    Dalam dakwaan, bahwa akibat perbuatan saksi Melky bersama-sama dengan Jhonsi Hartono, Has Karel, Agung Satria, Hariman Nasrullah, Husni Mubarok, Darlissawati dan Besrinawadi mengakibatkan saksi Teguh mengalami kerugian sebesar Rp 2.940.000.000.

    Saksi Mubarak mengalami kerugian sebesar Rp 1.300.000.000, dan saksi Endria mengalami kerugian sebesar Rp 100.000.000.

    Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ANA)

  • Polres Lahat Reales Kasus Curat, Imbau Tetap Waspada dan Saling Jaga

    Polres Lahat Reales Kasus Curat, Imbau Tetap Waspada dan Saling Jaga

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Kapolres Lahat AKBP S. Kunto Hartono SIK. MT didampingi Waka Polres Kompol Roy Aprian Tambunan SP. SIK, Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto SH. MSi, Kapolsek Kota Lahat AKP Samsuardi, melaksanakan Press Conference Ungkap kasus Curat berdasarkan laporan polisi Lp / B-93/VI/2023/sumsel/res lahat tanggal 23 juni 2023 tempat di jalan sosial no. 62/Rt 10/Rw 03 kek. Gunung Gajah kec. Kota lahat., dengan kerugian total Rp. 670.000.000 (enam ratus tujuh puluh juta rupiah), Rabu 05 Juli 2023.

    Kapolres Lahat, dalam Press Conference ini, ada 2 kasus yang berhasil di ungkap pihaknya, yaitu pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada tanggal 23 Juni 2023 di Kelurahan Gunung Gajah Lahat pada pukul 01.00 WIB.

    Dimana, Pasal yang disangkakan terhadap para tersangka yaitu 363 KUHP Junto 480 KUHP yaitu tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau penadahan hasil tindak pidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

    “Sampai saat ini polres lahat, melalui satreskrim telah mengamankan 3 orang Tersangka inisial NS, MH dan AO, dimana masing-masing TSK memiki peran yang berbeda-beda yaitu ada yang berperan mengawasi situasi keadaan lingkungan rumah, ada yang masuk kedalam dan mengambil uang serta barang berharga, dan satunya lagi menikmati hasil curian,” ungkapnya.

    Diakui Kapolres Lahat, penangkapan terhadap NS (32), MH (38) dan AO (31) kurang dari 24 jam, dimana penangkapan terhadap NS dan AO ditangkap di salah satu hotel Palembang. Selain mengamankan NS dan AO, tim Opsnal Macan Kumbang Sat Reskrim Polres Lahat juga berhasil menyita barang bukti uang tunai hasil curian sebesar Rp. 17.35.1000 dan beberapa lembar pakaian celana dan baju serta satu bungkus butiran kristal yang diduga sabu-sabu yang dibeli dari uang hasil curian.

    “Dan dari hasil introgasi terhadap ke Dua TSK tersebut bahwa pelaku bersama rekan lainnya yang berinisial MH yang berada di Kabupaten Lahat juga ikut dalam aksi pencurian spesialis rumah kosong,” lanjutnya.

    Setelah melakukan pencurian, para pelaku menggunakam uang tersebut untuk Foya-foya, judi slot Online, beli sabu-sabu dan pesta fora di salah satu diskotik Palembang.

    Kapolres Lahat menerangkan, Modus para pelaku menjalankan aksinya tersebut ialah para pelaku menunggu pemilik rumah pergi meninggalkan rumahnya, selanjutnya pelaku MH, NS masuk kedalam rumah dengan memanjar pagar samping rumah, lalu masuk melalui pintu dapur keadaan tidak terkunci, kemudian masuk kedalam kamar merusak pintu lemari dan mengambil uang serta Emas lalu para TSK ini kabur sambil membawa hasil curiannnya.

    “Dari penangkapan ke 3 tersangka, kami berhasil mengamankan uang tunai sebesar 440 juta rupiah yang disita dari tersangka MH, uang sebesar 17.35.1000 juta yang disita dari NS, sehingga tital keseluruhan uang tunai Rp. 457.351.000, 4 buah Koin Emas serta barang bukti. Para tersangka telah menggunakan uang hasil curian kurang lebih sebesar 100 Juta Rupiah,” jelasnya.

    Selain ungkapkan kasus pencurian spesialis rumah kosong, pihaknya juga berhasil mengungkap pencurian hewan ternak yang terjadi pada bulan November tahun 2022 lalu di desa Suka Rame Kecamatan Gumay Talang.

    “Kita tangkap 2 TSK yaitu R dan N, barang bukti yaitu mobil satu buah, seutas tali dan satu ekor sapi beserta identitas sapi,” kata Kapolres.

    Masih disampaikan Kapolres, Kerugian korban sekitar 19 juta rupiah. Kapolres menyatakan bahwa peristiwa pencurian hewan ternak tersebut terjadi pada bulan November 2022 disimpang barak RAM Desa Suka Rame Gumay Talang, korban keluar dan melihat kandang sapi sudah terbuka sehingga dilihat sapi sudah hilang dan melihat seputaran kandang sapi, sempat melihat 2 unit Mobil Pick Up didalamnya sudah ada sapi.

    Korban sempat mengejar, dan saat itu kendaraan yang telah berisi sapi tersebut ditinggalkan oleh para pelaku karena sudah termonitor sehingga TSK meninggalkan hewan dan kendaraan dan korban melapor ke Polsekta.

    “Dan ditindak lanjuti, didapatilah data para TSK, sehingga sampai saat ini kita dapatkan 2 TSK R dan N. Kami harapkan kewaspadaan terhadap diri pribadi maupun terhadap lingkungan, tolong tetap waspada. Saling menjaga di lingkungan baik pribadi maupun masyarakat sekitar,” tutup Kapolres.

    Sementara itu, salah satu tersangka mengungkapakan, aksi pencurian tersebut didasari karena terlilit hutang game online, sehingga mereka para TSK nekat melakukan pencurian.

  • Pendaftaran Mulai Dibuka, Kuota 50 Orang

    Pendaftaran Mulai Dibuka, Kuota 50 Orang

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Kabar gembira bagi putra putri daerah asli Kabupaten Muba khususnya peserta didik tingkat SMA sederajat yang lulus di tahun 2021-2023.

    Pasalnya, Pj Bupati Apriyadi Mahmud mengucurkan anggaran untuk beasiswa kuliah gratis secara full bagi putra putri asli Kabupaten Muba.

    “Untuk tahap pertama ini kita siapkan kuota bagi 50 anak-anak asli Muba yang nantinya akan kuliah gratis secara penuh biayanya ditanggung selama menempun pendidikan di Telkom University,” ungkap Mantan Kepala Dinas Pendidikan Muba tersebut, Rabu (5/7/2023).

    Ia menjelaskan, untuk proses pendaftaran mulai dibuka 3-14 Juli 2023. “Pendaftaran gratis tidak ada pungutan biaya,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Dr Iskandar Syahrianto MH merinci, adapun kuota beasiswa kuliah gratis di Telkom University yakni diantaranya S1 Fakultas Teknik Elektro, S1 Fakultas Komunikasi Bisnis.

    “Lalu, S1 Fakultas Informatika, S1 Fakultas Industri Kreatif, S1 Fakultas Rekayasa Industri, D3 Fakultas Ilmu Terapan, dan S1 Fakultas Ekonomi Bisnis,” urainya.

    Selain itu, syarat yang harus dipenuhi yakni diantaranya nilai rapor semester 1-5 minimal 75 (matematika, fisika, bahasa indonesia, bahasa Inggris).

    “Pendaftaran bisa diakses melalui smb.telkomunikasi.ac.id/jalur-seleksi/jalur-kerjasama-telu-muba,” pungkasnya.

  • Kepala BKKBN RI :  Sumsel Dapat  Menjadi Contoh  Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia

    Kepala BKKBN RI :  Sumsel Dapat  Menjadi Contoh  Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ditunjuknya Provinsi Sumsel menjadi tuan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 sangat tepat hal ini tidak lain berkat capain dan prestasi Sumsel dalam percepatan penurunan angka stunting.

    “Kenapa di Sumsel ? Alasan tegas bahwa Sumsel adalah provinsi percepatan penurunan stunting terbaik di Indonesia,” kata Kepala BKKBN RI, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo saat Gala Dinner dan Penganugerahan Tanda Penghargaan Bidang Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 di Griya Agung Palembang, Selasa (4/7) malam.

    Menurutnya penurunan 6 persen dari 24,8 menjadi 18,6 persen adalah suatu yang luar biasa. Dan penurunan tingkat provinsi itu sangat dipercaya karena sampelnya dan survei cukup merata.

    “Kami sangat yakin Sumsel dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di seluruh Indonesia dalam penurunan angka stunting ini,” tegasnya.

    Dia mengatakan penghargaan yang di berikan kepada para kepala daerah  merupakan dorongan agar penurunan stunting itu dapat tercapai menjadi 14 persen.

    “PR nya bukan penghargaanya akan tetapi setelah penghargaan itu harus bagaimana menuju angka 14 persen. Nah kalau untuk Sumsel dari 18 persen menuju 14 persen tidak terlalu berat tapi provinsi lain harus lebih  berusaha lebih  keras,” tambahnya.

    Sementara itu, Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengatakan ide-ide baru dan inovasi yang dilakukan oleh Sumsel luar biasa, wajar kalau pencapaian stunting yang terbaik di Indonesia.

    Dia mengatakan saat ini penurunan stunting dalam rangka kerja nasional, karena memberikan perhatian yang sangat serius terhadap keluarga. Kenapa keluarga itu penting karena keluarga sebagai unit terkecil dari suatu negara.

    “Saat ini kita sedang berusaha untuk menjauhkan keluarga dari neraka dunia yang dirumuskan dalam tiga hal yaitu stunting, kemiskinan dan narkoba,” ungkapnya.

    Dia mengapresiasi  Gubernur Sumsel Herman Deru atas  prestasi  luar biasa dalam menurunkan angka stunting.

    “Saya mengapresiasi  Pak Gubernur sudah luar biasa tidak hanya dalam penanganan stunting tapi termasuk kemiskinan ektrem juga cukup berhasil,” tutupnya.

    Ditempat yang sama, Gubernur Sumsel  Herman Deru mengaku bangga atas ditunjuknya Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Harganas ke-30 yang  puncaknya digelar, Kamis (6/7) di Kabupaten Banyuasin.

    “Saya berterima kasih atas ditunjuknya Sumsel sebagai tuan rumah Harganas. Terlalu banyak dampak positif bagi kami. Kalau ekonomi tentu, eskalasi luar biasa salah satunya pempek makanan khas Palembang biasa sehari 11 ton kini menjadi 20 ton,” paparnya.

    Herman Deru mengatakan pelaksanaan Gala Dinner ini merupakan inisiasinya guna dapat bersilaturahmi bersama seluruh Kepala Daerah se Indonesia.

    “Saya dengan sengaja menyambut bapak-ibu disini agar kita bisa bersilturahmi,” imbuhnya.

    Herman Deru menyebutkan, dirinya saat menjabat   Bupati OKU Timur  beberapa tahun lalu juga   pernah merasakan menerima penghargaan  Manggala Karya Kencana bersama  Ketua PKK  Hj Febrita Lustia  karena sukses dalam menjalankan  program KB.

    “Kalau dulu kita mengatur kelahiran tapi saat ini kita dihadapkan dengan memberantas stunting,” ungkapnya.

    Herman Deru menyebut Sumsel telah berhasil menurunkan angka stunting sebesar 6,2 persen dari 24,8 menjadi 18,6 persen hal ini berkat dukungan Kepala BKKBN RI bersama Bupati dan Walikota se Sumsel.

    “Keberhasilan kita  menurunkan angka stunting ini ada resepnya yaitu aktivasi posyandu inilah garda terdepan dalam  menurunkan angka stunting di bawah nasional,” pungkasnya.

    Pada kesempatan tersebut dilakukan pemberikan penghargaan   Wira Karya Kencana untuk sejumlah kepala daerah, Dharma Karya Kencana, MKK untuk Ketua TP PKK, dan MKK Kepala Daerah serta Penyerahan Akte Kelahiran secara Simbolis.

  • Rumah Tauke Kopi Disatroni Maling saat Hujan Deras, Kerugian Capai Ratusan Juta

    Rumah Tauke Kopi Disatroni Maling saat Hujan Deras, Kerugian Capai Ratusan Juta

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sebuah gudang tauke kopi di Kota Pagar Alam menjadi sasaran maling, Rabu (5/7/2023). Adalah Misdi, warga Bumi Agung, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, yang menjadi korban. Kasusnya, saat ini sedang dalam proses penyelidikan Polres Pagar Alam.

    Informasi di lapangan, bahwa kejadian itu diketahui korban sekira pukul 10.00 WIB. Tidak hanya biji kopi di dalam gudang, namun satu unit Mobil Daihatsu Grand Max jenis pick Up juga berhasil dibawa kabur.

    Kapolsek Dempo Utara Iptu Efriensi mengatakan, bahwa pelaku melakukan pencurian tersebut dengan cara merusak gembok rolling door.

    Sementara kronologisnya, saat korban Misdi mau membuka gudang kopi miliknya dan ternyata gembok atau kunci rolling door tidak ada lagi.

    Kemudian korban langsung masuk ke dalam gudang dan korban langsung panik melihat mobil Pick Up Dihatsu grand Max yang biasa diparkirkan di dalam gudang kopi tersebut tidak ada lagi.

    “Selanjutnya korban langsung mengecek jumlah karung Biji kopi dan ternyata 20 karung biji kopi miliknya juga hilang,” terang Kapolsek.

    Atas kejadian itulah, Sambung Kapolsek, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polisi dan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta.

    Sementara, kata dia, Pada saat terjadinya pencurian tersebut kondisi cuaca sedang hujan deras.

    “Sedangkan gudang tidak dijaga dengan alasan korban sedang sibuk acara persedekahan padahal kopi didalam gedung tersebut sangat banyak sekitar 3 ton,” jelasnya.

    Ia mengatakan saat ini sedang dalam penyelidikan anggota seraya mengimbau untuk selalu waspada. “Mudah-mudahan kasus ini dapat segera terungkap,” tegasnya. (ANA)

  • Tertangkap Basah, Pria di OI Ditusuk Selingkuhan Istri

    Tertangkap Basah, Pria di OI Ditusuk Selingkuhan Istri

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Pria di Tanjung Raja, Ogan Ilir, diringkus aparat kepolisian karena menusuk warga dengan menggunakan senjata tajam. Pria bernama Amsal (41), dibekuk Tim Rajawali Polsek Tanjung Raja, pimpinan Kanit Reskrim Ipda Zulkarnain.

    Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman, melalui Kapolsek Tanjung Raja, AKP Hermansyah menerangkan, kronologi penganiayaan berawal saat korban bernama Muhlis (43), mengawasi rumahnya pada Selasa malam (4/7/2023).

    Tindakan tersebut dilakukan korban karena takut istrinya diganggu tersangka yang datang malam-malam. Menurut Hermansyah, korban curiga istrinya selingkuh dengan tersangka. Kecurigaan tersebut terbukti saat tersangka mendatangi rumah korban pada malam hari.

    “Begitu tersangka masuk rumah dan hendak mengunci pintu, korban mendobraknya,” ungkap Herman, di Mapolsek Tanjung Raja, Rabu (5/7/2023).

    Korban meneriaki tersangka maling, sehingga tersangka merasa panik dan mengeluarkan pisau yang dia selipkan di pinggang. Tersangka lalu menusuk korban, namun ditangkis hingga korban mengalami luka tusuk di kedua tangannya.

    Hermansyah menjelaskan, korban penusukan merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang pulang kampung pada Idul Adha baru-baru ini.

    “Begitu korban pulang, dia curiga istrinya selingkuh dengan tersangka karena datang ke rumah malam-malam,” ungkap Hermansyah.

    Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus tersangka. Karena selang beberapa jam kemudian, tersangka dibekuk tanpa perlawanan.

    “Ya, tadi malam dinihari anggota kami mengamankan tersangka,” terang Hermansyah.

    Selain tersangka, polisi mengamankan sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

    “Tentunya tersangka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya. (ANA)

  • Anak-anak Pemalak Sopir di Simpang Soekarno-Hatta Diringkus

    Anak-anak Pemalak Sopir di Simpang Soekarno-Hatta Diringkus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Satreskrim Polrestabes Palembang, menangkap anak-anak yang viral di media sosial tengah memalak sopir truk luar Provinsi di Simpang Jalan Soekarno Hatta. Selain anak-anak, polisi juga menangkap empat pelaku yang sudah berusia dewasa. Sehingga totalnya ada 13 pelaku.

    Kesembilan anak-anak itu memalak sopir secara paksa, bahkan sampai ada yang naik ke mobil. Anak-anak itu terdiri dari empat orang perempuan dan lima orang laki-laki yang berusia 12 hingga 17 tahun, dan sudah putus sekolah.

    Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Haris Dinzah mengatakan, modus para remaja ini beragam. Mulai dari membiarkan anak perempuan mengetuk jendela agar dibuka, kemudian yang laki-laki naik ke pintu truk untuk meminta uang secara paksa.

    “Modusnya, pertama yang perempuan dulu mengetuk pintu truk, lalu yang laki-laki naik (ke pintu truk). Mereka ambil apa saja yang ada di dashboard mobil dan meminta uang kepada sopir truk,” kata Haris, Rabu (5/7/2023).

    Selain itu, jelas Haris, modus mereka ada juga yang mencegat mobil truk plat luar Sumsel ketika melintas di seputaran Simpang Macan Lindungan dan Jalan Soekarno-Hatta.

    “Bahkan sampai dipecahkan juga kacanya, ” jelasnya.

    Pemalak cilik ini meminta uang kepada sopir truk mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. “Dikasih Rp5 ribu tidak mau, maunya Rp10 ribu sampai Rp50 ribu. Kalau tidak begitu mereka ada yang sampai pecah kaca truk,” terang Haris.

    Haris menambahkan, jika remaja tersebut tidak ditahan namun hanya diberikan pembinaan oleh Dinas Sosial Kota Palembang dan BAPAS.

    “Karena semuanya masih anak-anak dan selama ini kasus ini cukup meresahkan masyarakat. Jadi kami sudah memutuskan solusi yang tepat untuk membina anak-anak ini. Solusi ini juga sudah dibicarakan dengan RT dan orangtua mereka,” tegasnya.

    DR (12), salah satu remaja yang memalak sopir mengaku, jika dalam satu hari ia bisa mengumpulkan uang hingga Rp50 ribu. DR bersama kawanannya menunggu di Simpang Jalan Soekarno-Hatta mulai dari pukul 17.00 WIB hingga malam hari.

    Ia mengaku adalah orang yang naik ke pintu truk memaksa minta uang ke sopir. “Iya saya yang naik itu. Karena lihat kawan saya naik ke pintu truk jadi saya ikut juga naik,” akunya. (ANA)

  • Cerita Iwan, Detik-detik Rumahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang

    Cerita Iwan, Detik-detik Rumahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang

    SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, pada Rabu pagi (5/7/2023), mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Tak hanya korban jiwa, satu unit rumah turut dilaporkan terbawa arus.

    Bahkan, detik-detik dahsyatnya banjir bandang yang menghanyutkan satu unit rumah di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Kisam Tinggi, Kabupaten OKU Selatan itu, viral di media sosial.

    Iwan (33), penghuni rumah yang terbawa arus itu pun, merasa sangat bersyukur meski rumahnya hancur tak bersisa. Sebab, dirinya bersama keluarga yang berada di dalam rumah, masih sempat menyelamatkan diri.

    Menurut Iwan, pada saat peristiwa tersebut terjadi, rumah yang ditempatinya dihantam pepohonan dan terseret banjir Bandang dari luapan Sungai Lipung. Banjir ini pun diakuinya terjadi disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sejak dini hari tadi.

    “Tadi malam sekira pukul 02.00 WIB, memang intensitas hujan sudah tinggi. Hujan tidak kunjung berhenti membuat kami, penghuni rumah yang berada tepat di bibir sungai samping jembatan itu jadi was-was,” ungkapnya.

    Menurut Iwan, pada malam hujan deras itu dirinya masih tidur, namun dibangunkan istrinya yang memberitahu bahwa air sungai sudah besar.

    Melihat air terus membesar sudah masuk di bawah rumah panggung bertiang pemanen itu, Iwan meminta anggota keluarganya terdiri dari istri saudara ipar dan mertua, mengungsi ke lokasi yang aman.

    “Saya lihat air sudah semakin naik sedada dan saya masih memantau di dalam rumah. Berharap hujan redah,” katanya.

    Namun, setelahnya air sungai malah terus naik dengan suara gemuruh air seolah menandakan air sungai akan menerjang. Hingga puncaknya, pepohonan terbawa arus sungai menghantam tiang rumahnya di bagian belakang.

    “Setelah tiang dapur rumah telah lepas di hantam oleh kayu yang dibawa air, membuat rumah sudah tidak stabil dan bergoyang. Saya lompat keluar rumah menyelamatkan diri,” kata Dia.

    Beruntung, dalam peristiwa tersebut ia bersama anggota keluarganya berhasil selamat. Sementara bangunan rumah beserta isinya berupa parabotan, tidak dapat diselamatkan karena terbawa air sungai.

    “Harta benda yang dapat diselamatkan hanya satu unit televisi, Kulkas dan kursi plastik. Sedangkan yang lainnya hanyut semua,” tandasnya.

    Terpisah, Camat Kisam Tinggi Pajrul Liswan mengatakan, selain satu unit rumah di Desa Ulak Pandan, banjir bandang, khususnya di wilayah Kecamatan Kisam Tinggi, terjadi  di empat Desa lainnya.

    Di antaranya, Desa Gunung Megang, Desa Kota Padang, Desa Siring Agung dan Desa Padang Bindu. “Untuk yang terdampak, terutama area persawahan, saat ini masih terus kita lakukan pendataan,” ungkapnya. (ANA)

  • 2 Korban Hanyut Terbawa Arus Banjir Bandang di OKU Selatan Selamat dari Maut

    2 Korban Hanyut Terbawa Arus Banjir Bandang di OKU Selatan Selamat dari Maut

    SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN – Dua korban banjir bandang di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang dikabarkan hilang, Karno (60) dan Toyib (35), ditemukan dalam keadaan selamat di pinggir sungai setelah terseret arus sungai. Sementara satu orang lainnya yaitu, Sarmi (45), saat ditemukan sudah meninggal dunia.

    Ketiganya diketahui berada dalam sebuah pondok yang berada di Desa Lawang Kidul, Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan, Sumatera Selatan, saat peristiwa banjir bandang terjadi, Rabu (5/7/2023).

    Camat Muaradua Kisam, Adi Ismail Mubarok, menjelaskan bahwa warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Muaradua Kisam, terbawa arus sungai sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka berada dalam satu pondok bersama Karno (60), Sarmi (45), dan Toyib (35).

    “Saat kejadian ketiganya sedang berada di dalam pondok, dan terseret arus sungai. Semuanya telah ditemukan, satu dalam keadaan meninggal dan dua selamat,” ujar Camat.

    Untuk korban meninggal dunia, kini jenazahnya sedang dilakukan pemulasaraan oleh warga desa setempat. Dan dua orang yang selamat telah mengungsi di rumah kerabatnya.

    Proses evakuasi jenazah pun berlangsung dengan dramatis karena medan yang sulit, terutama setelah dua jembatan yang biasa digunakan hanyut. Evakuasi dilakukan melalui jalan alternatif yang berjarak sekitar 5 kilometer.

    “Alhamdullilah untuk korban meninggal sudah dapat dievakuasi walaupun harus menempuh medan yang sulit. Saat ini jenazah sudah diurus warga dan segera dimakamkan,” tutur camat. (ANA)

  • Satu Orang Jamaah Haji Lahat Meninggal Dunia 

    Satu Orang Jamaah Haji Lahat Meninggal Dunia 

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun satu orang jemaah haji (CJH) Lahat PLM 13 atas nama Hj. Indah Wati Kadir usia 64 tahun meninggal dunia di RS King dan dimakamkan di Pemakaman Ma’lah Mekah.

    Sebelum meninggal Jemaah haji yang berasal dari Desa Lubuk Saung, kecamatan Jarai tersebuti mengalami sesak nafas dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

    Ketua kloter 13 Ujang Jamhari, M.Pd didampingi Ketua Regu 5, Rudi Darma Setiawan, SE, M.Si mengabarkan, sebelumnya pada tanggal 29 Juni 2023, jamaah sedang berada Mina, kemudian almarhumah Hj Indah Wati ini mengalami sesak nafas dan batuk.

    Kemudian jamaah dirujuk ke KKHI Mina selanjutnya dari KKHI Mina jamaah di rujuk ke RS Mina Al Wadii dan dirawat selama 2 hari.

    “Semoga almarhumah husnul khatimah diampuni semua kesalahannya dilipatgandakan amal ibadahnya, menjadi haji yang mabrur dan ditempatkan oleh Allah di Surga nya. Aamiiin” ujar Ujang Jamhari.

  • JPU Hadirkan 2 Ahli Dalam Sidang Perkara Korupsi Serasi di Banyuasin

    JPU Hadirkan 2 Ahli Dalam Sidang Perkara Korupsi Serasi di Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel, menghadirkan Aswad, ahli dari Inspektorat Kementerian Pertanian dan Poppy Rahmat Daulay, ahli perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pada sidang di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (4/7/2023).

    Keduanya dihadirkan dalam sidang lanjutan pembuktian perkara dugaan tindak pidana korupsi, pada Kegiatan Optimasi Lahan Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2019 pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin. Di mana merugikan keuangan negara mencapai sebesar Rp7,9 miliar.

    Dalam perkara tersebut, menjerat tiga terdakwa yakni, Zainuddin mantan Kepala Dinas Pertanian Banyuasin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sarjono Ketua Tim Teknis kegiatan SERASI dan Ateng Kurnia selaku Konsultan Pengawas.

    Dalam keterangannya, Aswad menjelaskan bahwa program SERASI hanya didapat dua Provinsi yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

    “Yang mendapatkan SERASI dari Kementerian Pertanian ada dua Provinsi yakni, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Tujuan program ini untuk menyelamatkan rawa. Akan tetapi saya tidak tahu berapa anggaran dan luas lahan untuk program Serasi, di Sumsel khususnya di Banyuasin. Saya tidak bisa menjelaskan, berapa besar anggarannya karena saya tidak tahu, anggarannya berapa tidak tahu,” kata ahli dalam persidangan.

    Aswad juga menjelaskan dia pernah melakukan pengawalan untuk program SERASI di Banyuasin pada saat program belum dimulai.

    Akan tetapi saat kembali dipertegas oleh majelis hakim berapa anggaran program SERASI untuk Kabupaten Banyuasin, ahli lagi-lagi menjawab tidak tahu.

    Mendengar keterangan dari ahli tersebut, majelis hakim mempertanyakan terkait tupoksi ahli selaku inspektorat di Kementerian Pertanian.

    “Kalau ahli dari pengawasan Inspektorat Kementan saja tidak tahu. Bagaimana yang dilapangan?, makanya asal – asalan. Jangan timpakan semua kesalahan ke Kabupaten, besar ratusan miliar anggaran program SERASI di Banyuasin ini, untuk Sumsel saja hampir Rp1 triliun. Berarti saudara tidak melaksanakan tugas dan wewenang selaku inspektorat,” ujar hakim ketua.

    Kemudian saat dicecar soal konsultan pengawas program SERASI ahli mengatakan tidak ada mata anggaran. “Saudara ahli ya, terdakwa Ateng Kurnia ini sebagai konsultan apakah ada anggarannya?,” Tanya hakim.

    “Tidak ada yang mulia,”jawabnya.

    “Jadi siapa yang salah kalau konsultan meminta-minta kepada UPKK kalau tidak ada mata anggarannya. Karena kami akan membuktikan bahwa konsultan ini tidak berhak mengambil uang dari UPKK, seperti meminta dana untuk SID, Asbuilt Drawing dan SPJ,” tegas hakim ketua kepada ahli.

    Diketahui dalam dakwaan, Zainuddin didakwa turut serta melakukan perbuatan, Pegawai Negeri atau Penyelenggara negara dengan maksud  menguntungkan diri sendiri atau orang lain, Secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaanya, Memaksa seorang Ketua, Bendahara, Sekertaris dari 82 Unit Pengelola Kegiatan dan Keuangan (UPKK) kegiatan Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Kabupaten Banyuasin memberikan sesuatu berupa uang untuk 4 Kegiatan.

    Di antaranya yaitu, Penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID) sebesar Rp 820.340.000, Kegiatan Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Berat sebesar Rp 609.840.000, Kegiatan Pembelian Pompa Air/Mesin/Kelengkapan sebesar Rp 5.701.495.000, dan Kegiatan Pelaporan yang terdiri dari Pembuatan Asbuilt Drawing dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Rp 779.956.000, dengan jumlah Total Rp 7.911.631.000. (ANA)

  • Belasan Tenda Pernikahan Porak Poranda

    Belasan Tenda Pernikahan Porak Poranda

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Setidaknya ada 12 unit tenda pernikahan yang telah terpasang di Desa Sumber Karya, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat porak poranda.

    Peristiwa ini terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan pada Rabu (5/7) sekitar pukul 23.00 hingga 08.00 Wib.

    Kepala Desa (Kades) Rindu Hati, Ruismanto membenarkan, jika tenda tersebut miliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gumay Cahaya.

    “Betul ada 12 unit tenda milik BUMDes Gumay Cahaya Desa Rindu Hati, yang mengalami kerusakan hingga 80 persen,” sebutnya, Rabu 5 Juli 2023.

    Ia mengaku, robohnya tenda tersebut disebabkan kencangnya angin. Kondisi ini ditambah lagi derasnya curah hujan semalam.

    “Sehingga seluruhnya roboh dan rusak, kini dalam waktu dekat, Pemerintah Desa (Pemdes) Rindu Hati akan menyalurkan dana untuk perbaikan,” katanya.

    Ruismanto menuturkan, sebab BUMDes Gumay Cahaya kini sudah menyumbangkan pendapatan asli desa (PADes).

    “Untuk itulah, kita akan segera memberikan bantuan supaya tenda yang rusak tersebut, segera ada perbaikan dan dioperasikan kembali,” ulasnya.

    Ia meminta, kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas. Sebab, mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun.

    “Perlu kecermatan dan kehati-hatian, supaya tidak menyebabkan korban jiwa. Terlebih lagi, ketika hujan disertai angin,” tukasnya.

    Terpisah, Camat Gumay Ulu, Tarmidi menghimbau, agar kiranya untuk lebih waspada, baik ketika melintas maupun melakukan aktivitas ke kebun.

    “Apalagi tadi pagi, tenda milik BUMDes Desa Rindu Hati roboh dan rusak. Selain itu, agar tidak berada di bawah pohon, maupun pinggir sungai serta tanah rawan longsor,” harapnya.

  • Bejat, Pria di Banyuasin Tega Setubuhi Anak Kandung

    Bejat, Pria di Banyuasin Tega Setubuhi Anak Kandung

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Aksi bejat dilakukan AS (41), warga Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Ia tega mencabuli dan menyetubuhi anak kandungnya sendiri, SKJ, yang masih berusia 17 tahun.

    Kasus ini terungkap setelah korban mengaduh kepada bibinya. Mendengar aduan dari korban, bibinya tidak terima dan langsung melaporkan pelaku ke Polres Banyuasin dengan dasar LP/B/134/VII/2023/SPKT/Polres Banyuasin/Polda Sumatera Selatan.

    Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Syafi’i, melalui Kasat Reskrim, AKP Hary Dinar mengatakan, kejadian ini pertama berlangsung pada Desember 2021 pukul 23.00 WIB, di sebuah pondok di Kebun Karet.

    Saat itu, lanjut Kasat, korban dan adiknya diajak pelaku ke pondok tersebut. Saat korban dan adiknya tertidur, korban merasa ada yang membuka celana dan menindih badannya. Akan tetapi korban tidak terbangun.

    “Setelah paginya, vagina korban mengeluarkan darah dan vagina korban merasa sakit dan pedih. Adik korban menceritakan, hati-hati dengan pelaku, kau tadi malam di raba-rabanya badanmu, dilepasinnya bajumu. Korban menjawab, ye,” terang Kasat, menirukan ucapan korban.

    Selanjutnya, kejadian persetubuhan terjadi pada 2022, siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Di mana korban dan pelaku pulang dari mantang dan kemudian beristirahat di kebun karet.

    Pelaku mengatakan, “Sini kau tu, sambil menarik tangan korban. Korban menjawab “nak ngapoin Bak“.

    Pelaku masih menarik tangan korban untuk duduk di tanah dan pelaku langsung memeluk korban, mencium pipi dan bibir korban, serta meraba-raba seluruh badan korban.

    “Korban menanyakan, ngapoin Bak, aku tak nak, pelaku tak menghiraukan ucapan korban dan baju korban diangkat ke atas, payudara korban di remas – remas serta dihisapnya. Korban menangis dan pelaku berhenti. Kemudian pelaku mengajak korban pulang ke rumah,” ujar dia.

    Kejadian persetubuhan yang sudah lupa hari, lupa tanggal, dan lupa bulan tahun 2022, sekitar 2 sampai 3 hari setelah kejadian sebelumnya, kemarin terjadi di kebun karet yang sama. Korban dan pelaku naik motor mau pergi mantang di kebun karet.

    Saat pelaku mantang karet di kebun karet, korban pun ikut mantang. Kemudian pukul 12.00 WIB, korban dan pelaku istirahat di kebun karet. Pelaku melepaskan bajunya dan meletakan bajunya di atas tanah dan korban langsung mengatakan, “nak ngapoin“.

    Pelaku menjawab, duduk be disini dekat aku, korban duduk beralaskan baju pelaku di kebun karet tersebut bersama bapak kandung nya. Selanjutnya, pelaku langsung meraba-raba badan korban, di peluk dan langsung meremas-remas payudara korban sambil mencium pipi dan bibir korban.

    “Korban menolak dan berontak – rontak sambil berkata “aku dak galak Bak“. Pelaku menjawab, Idak di apo – apoin, gek aku beliin HP. Akan tetapi pelaku masih memaksa korban, dan menyetubuhinya. Korban hanya bisa menurutinya karena korban takut pelaku menampar korban,” tutur dia.

    Menurut Kasat, baju korban di naikan ke atas, payudara korban langsung diremas – remas dan di hisap oleh pelaku. Kemudian celana korban di lepaskan oleh pelaku serta kaki korban dibuka lebar – lebar, dan terjadilah perbuatan biadab itu.

    “Saat itu korban merasakan kesakitan di vagina. Bak sakit, namun pelaku tak menghiraukan ucapan anaknya. Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku mengajak korban pulang ke rumah,” kata dia.

    Lebih jauh, Kasat mengatakan, semenjak kejadian itu, pelaku semakin berani menyetubuhi korban saat korban bersama pelaku pulang mantang dan kirim paket. Kejadian itu terus menerus terulang Kepada korban saat korban tidak bersama ibunya. Pelaku sudah menyetubuhi korban sudah lebih dari 3 kali.

    “Korban selalu dipaksa oleh pelaku jika tidak menurutinya. Korban selalu ditampar, dan jika korban menurutinya pelaku selalu berkata- kata baik dan tidak pernah marah kepada korban. Selain itu setelah melakukan persetubuhan pelaku selalu memberikan pil KB kepada korban,” beber dia.

    Kasat mengungkapkan, bahwa kejadian terakhir pada April 2023, sekira pukul 23.00 WIB, di kebun karet Desa Sukamulyo, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III.

    Di mana korban dan pelaku naik motor habis mengantarkan paket. Pelaku berhenti di kebun karet dan menurunkan korban. Kemudian mereka berdua duduk di atas tanah.

    Saat itu pelaku dan korban berhadap-hadapan, pelaku mengatakan kepada korban, “lepaskan bajumu“. Setelah itu pelaku melepaskan celana dan baju korban. Kemudian korban di peluknya sambil meremas – remas payudara korban sembari di hisapnya. Juga pipi dan bibir korban dicium.

    “Setelah itu perbuatan tidak senonoh itu kembali terjadi. Puas melampiaskan nafsunya, pelaku mengajak korban pulang ke rumah. Korban sudah di setubuhi oleh pelaku sebanyak 3 kali. Atas kejadian ini, bibi korban tidak terima dan melaporkannya ke Polres Banyuasin,” terang dia.

    Pelaku berhasil diamankan bermula pada Selasa, 4 Juli 2023, Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Hary Dinar mendapatkan informasi keberadaan pelaku, di rumah makan Pindang Musi di simpang koliner Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III.

    Mendapat informasi tersebut, Kasat Reskrim memerintahkan Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Banyuasin untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Kemudian sekira pukul 19.00 WIB, Anggota Unit PPA Sat Reskrim Polres Banyuasin berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku tanpa adanya perlawanan.

    “Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Banyuasin untuk dilakukan pemeriksaan. Juga turut disita barang bukti berupa 1 helai baju lengan pendek berwarna merah,” imbuh dia.

    “Pelaku dijerat dengan pasal 81 JO, pasal 76 D UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak menjadi UU,” jelas dia. (ANA)

  • Gegara Senpi Rakitan Laras Panjang, Daksi Mendekam di Bui 1 Tahun 3 Bulan

    Gegara Senpi Rakitan Laras Panjang, Daksi Mendekam di Bui 1 Tahun 3 Bulan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Simpan Senpi Rakitan laras panjang jenis kecepek di dalam rumah dekat lemari baju, terdakwa Daksi dijatuhi hukuman oleh majelis hakim dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

    Putusan tersebut dibacakan majelis hakim Masriati, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (5/7/2023).

    Dalam Amar putusannyan, majelis hakim menyatakan bahwa perbuatan terdakwa Daksi terbukti secara sah menurut hukum bersalah, melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki senjata api. Atas perbuatan terdakwa diatur  dan diancam pidana dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

    “Mengadili dan menjatuhkan terhadap terdakwa Daksi dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan,” tegas Majelis Hakim, saat bacakan amar putusan.

    Dalam persidangan sebelum, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejati Sumsel, Desmilita, menuntut terdakwa Daksi dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan Penjara. Sehingga, vonis ini sesuai dengan tuntutan.

    Dalam dakwaan JPU, Kejadian bermula, sekitar tanggal 10 maret 2023,anggota tim Reserse Polda Sumsel, mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang berada di daerah KM 21 Desa Sebokor Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin yang menyimpan 1 (Satu) pucuk senjata api rakitan.

    Mendapatkan informasi tersebut akhirnya tim langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap terdakwa.

    Saat hendak dilakukan penggeledahan terhadap ditemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis kecepek bergagang kayu warna cokelat tali sandang warna hitam yang berada di dalam rumah terdakwa samping lemari baju.

    Saat diinterogasi terdakwa menjelaskan, bahwa senjata Api tersebut saya pinjam dari temanya bernama welly yang akan terdakwa gunakan untuk menjaga diri.

    Selanjutnya, terdakwa dan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis kecepek bergagang kayu warna cokelat tali sandang warna hitam diamankan oleh Tim dari Ditreskrimum Polda Sumsel dan dibawa ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. (ANA)

  • Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Membuat Salad Sebagai Peluang Bisnis Milenial Banyuasin

    Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Membuat Salad Sebagai Peluang Bisnis Milenial Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN- Sukarelawan Srikandi Ganjar Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan pelatihan membuat salad buah bersama milenial di Kabupaten Banyuasin.

    Korwil Srikandi Ganjar Sumsel Nur Indah Haryani mengatakan melalui pelatihan itu mereka mengajarkan cara usaha dan berbisnis kepada para milenial.

    Adapun pelatihan itu dilakukan di Caffe Gokil, Jalan Bukit Indah, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin Ill, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Rabu (5/7).

    “Kali ini Srikandi Ganjar Sumsel mengadakan kegiatan pelatihan membuat salad buah sebagai peluang bisnis untuk milenial bersama muda-mudi Banyuasin,” ujar dia dalam siaran persnya.

    Indah mengatakan salad buah merupakan makanan sehat yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

    “Salad buah adalah makanan segar yang terbuat dari berbagai macam buah enak dan segar yang dicampur dengan bahan lain seperti yogurt, susu, mayones, dan keju,” ujar dia.

    Oleh karena itu, Srikandi Ganjar Sumsel menggaet muda mudi Banyuasin untuk bersama-sama membuat salad buah.

    “Proses membuat salad buah terbilang mudah, yakni cukup dengan memotong buah menjadi potongan kecil, kemudian bahan bahan seperti, susu, mayones, yogurt dicampur dan diaduk menjadi satu. Kemudian parutan keju digunakan sebagai toping,” beber Indah.

    Menurut dia, para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

    “Kami berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat Indonesia khususnya perempuan milenial makin bersemangat dan inovatif dalam mencari ide bisnis salah satunya membuat salad buah,” kata dia.

    Dalam kegiatan itu, mereka juga turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo yang akan maju sebagai calon presiden pada 2024.

    Anita, salah satu perempuan muda yang ikut dalam pelatihan itu mengaku sangat senang dan mengapresiasi Srikandi Ganjar.

    “Apa yang diadakan sukarelawan Srikandi Ganjar ini sangat bermanfaat bagi kami anak muda,” ujar dia.

  • Asyik Main Game, Motor Raib Diparkiran Kos

    Asyik Main Game, Motor Raib Diparkiran Kos

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pelaku pencurian sepeda motor kembali beraksi Palembang. Kali ini pelaku beraksi di sebuah kos-kosan di Jalan Ariodillah Kecamatan Ilir Timur (IT) I, dan aksinya pun terekam CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).

    Akibat peristiwa ini, motor milik Ramajan Syahputra (25), Honda beat nopol BG 5924 ADP, yang saat itu dirinya tengah istirahat di kos-kosan temannya, dan motornya diparkir di TKP, raib dicuri pelaku berjumlah dua orang, pada Selasa (4/7/2023) sekitar pukul 04.30 WIB.

    Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku saat beraksi berjumlah dua orang. Pelaku saat itu memakai Hoodie dan topi. Satu pelaku masuk mencuri motor korban. Satu pelaku lagi bertugas mengawasi situasi di lokasi saat mereka beraksi.

    Betapa paniknya Ramajan ketika mengetahui motornya hilang, saat itu ia mencoba menanyakan keberadaan motorya dengan penjaga malam. Namun tidak satu pun penjaga malam yang mengetahui keberadaan motornya, hanya saja setelah melihat CCTV, motor  benar dicuri pelaku.

    Atas peristiwa ini korban langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, guna melaporkan peristiwa curanmor yang dialaminya.

    ” Saat itu saya sedang main ke rumah kawan, pukul 01.30 WIB, di sana saya main game. Lalu motor saya parkir di perkarangan kostan tersebut,” katanya, Rabu (5/7/2023).

    Lanjutnya, saat terbangun pagi sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya hendak pulang dan menuju parkiran motornya sudah tidak ada lagi.

    “Motor saya kunci stang pak saat parkir, saya turun menuju parkiran di bawah, motor saya sudah tidak adalagi,” ungkapnya, berharap atas laporannya pelaku ditangkap.

    Sementara, piket Reskrim, Polsek, SPKT dan Inafis Polrestabes Palembang, mendapati adanya peristiwa ini langsung mendatangi TKP.

    “Setelah korban melapor kita langsung mendatangi TKP guna melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di lapangan, guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Iptu Agus Wijaya, Kanit Inafis Polrestabes Palembang. (ANA)

  • Diagunkan Tanpa Izin, Sertifikat Rumah Widodo Kini Dikembalikan

    Diagunkan Tanpa Izin, Sertifikat Rumah Widodo Kini Dikembalikan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Widodo (53), warga Jalan Pandawa, Lorong Beringin, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, dapat bernafas lega, setelah sertifikat rumah miliknya dikembalikan. Sebelumnya, sertifikat rumah Widodo diagunkan ke salah satu bank plat merah.

    Widodo akhirnya menerima sertifikat rumahnya dari pihak termohon eksekusi PT Tunas Visi Pratama (TVP), yang merupakan pengembang perumahan dari The Green Kayana.

    Seperti yang dijelaskan Kuasa Hukum Widodo, yakni Direktur LBH Bima Sakti Muh Novel Suwa. Dia menjelaskan, PT TVP akhirnya menyerahkan sertifikat setelah dua kali peringatan (aanmaning) tak digubris.

    “Kami sangat mengapresiasi majelis hakim PN Khusus Klas IA Palembang. Yang memberikan penetapan untuk segera dilakukan eksekusi terhadap putusan MA ini,” sebutnya.

    Lebih lanjut, Novel juga menjelaskan kronologi awal permasalahan kliennya selaku pemohon eksekusi, bermula di tahun 2010 disaat Widodo membeli secara kontan satu unit rumah dari termohon eksekusi PT TVP.

    Yang berada di Perumahan The Green Kayana di Jl Sulaiman Amin Talang Buruk Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) dengan ukuran bangunan tipe 70 dan luas tanah 125 m² dengan harga sekitar Rp500 juta.

    Permasalahan ini baru muncul di tahun 2013, dimana Widodo dikejutkan dengan kedatangan sejumlah orang dari pihak Bank plat merah Sumsel yang memerintahkan untuk segera mengosongkan rumah tersebut.

    Dengan dalih bahwa sertifikat rumah kliennya telah diagunkan pihak PT TVP yang mengagunkan sedikitnya 20 unit rumah di Perumahan Green Kayana senilai Rp12 miliar.

    “Ternyata dalam perjalannya pihak PT TVP tak dapat menyelesaikan kewajibannya melunasi pinjaman tersebut. Hingga berujung pada upaya pengosongan oleh pihak bank milik Pemprov Sumsel tersebut,” ucap Novel.

    Widodo yang kala itu tak merasa pernah mengagunkan sertifikat rumahnya akhirnya baru di tahun 2019 melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke PN Palembang Klas 1 A.

    “Dari mulai persidangan tingkat pertama, banding hingga MA semuanya dimenangkan oleh klien kami. Termasuk pada saat putusan PK MA agar sertifikat klien kami dikembalikan secara sukarela,” jelasnya.

    Dengan dikembalikannya sertifikat kliennya tersebut, Novel berharap ini menjadi pembelajaran bagi pengembang perumahan untuk tidak coba-coba menggadaikan sertifikat para konsumennya itu.

    Sementara itu, dari pihak PT TVP Palembang yang diwakili oleh Direktur Marketing, Dini tak memberikan komentar dan hanya menyerahkan sertifikat rumah kepada Widodo. (ANA)

  • Pesan Wanita di MiChat, Tukang Ojek Babak Belur Dikeroyok Remaja

    Pesan Wanita di MiChat, Tukang Ojek Babak Belur Dikeroyok Remaja

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang tukang ojek inisial PH (30), babak belur dikeroyok remaja di Palembang, setelah memesan wanita melalui aplikasi MiChat.

    Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di salah satu penginapan FM, atau tepatnya di belakang Polsek Sukarami Palembang.

    Rupanya, PH dikelabui oleh lima orang pelaku. Tiga di antaranya ialah AI (18), Deri Prayoga (20), dan Harsit Kumara (22), yang merupakan warga Perumnas Sako. Sementara dua pelaku lain yakni Dito (21) warga 7 Ulu, dan Jordy Saputra (20), warga Talang Ubi, PALI.

    Wanita yang dipesan PH melalui aplikasi MiChat tersebut rupanya merupakan umpan untuk melancarkan aksi kejahatan kelima pelaku.

    Kapolsek Sukarami Kompol M Ikang Ade Putra mengatakan, kronologis kejadian berawal saat korban PH memesan wanita yang merupakan pacar dari salah satu pelaku bernama Dito (21) sebesar Rp 300 ribu, pada Selasa (4/7/2023), sekitar pukul 09.30 WIB.

    Saat di dalam kamar, tiba-tiba korban didatangi pelaku Dito dan satu orang pelaku lainnya. Dito yang datang ke dalam kamar langsung bertanya kepada korban PH.

    “Kamu kenapa bisa berdua di dalam kamar dengan pacar saya. Kalau mau selesai kasih saya uang Rp5 juta,” kata Dito mengancam korban.

    Korban yang saat itu tidak mau membayar seketika langsung dikeroyok tiga orang pelaku lain. “Jadi korban ini tidak mau bayar. Lalu pelaku memukul korban dengan kayu balok,” ujar Ikang, saat press release, Rabu (5/7/2023).

    Akibat dari pukulan tersebut, korban mengalami luka-luka dan kabur dari TKP menuju Polsek Sukarami tanpa memakai baju.

    Tiba di Polsek Sukarami, korban pun langsung membuat laporan. Tak butuh waktu lama, para pelaku ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Sukarami.

    “Para pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing, beserta barang bukti berupa satu buah pisau, kayu balok, botol bensin dan lima unit Handphone,” ungkap Ikang.

    Dikatakan Ikang, kelima pelaku memiliki peran yang berbeda dalam melakukan kejahatan tersebut.

    “Jadi dua orang pelaku berperan sebagai operator. Nah tiga pelaku lainnya mengeksekusi di dalam kamar,” kata Ikang.

    Sementara pelaku AI sebagai operator akun MiChat mengatakan, bahwa dirinya melakukan aksi kejahatan tersebut sebelum Hari Raya Idul Adha.

    “Saya dan Deri yang berperan chatingan dengan korban,” kata dia.

    Tak hanya itu, AI juga mengakui bahwa dirinya juga turut memukul korban dengan kayu balok. Atas ulahnya, kelima pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun penjara. (ANA)

  • Dua Pencuri Menggunakan Mobil Angkot Diringkus Polisi

    Dua Pencuri Menggunakan Mobil Angkot Diringkus Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dua dari tiga komplotan pelaku pencurian, yang saat beraksi menggunakan mobil angkot Kertapati warna kuning bernopol BG 1176 MT, berhasil ditangkap Unit Pidum dan Tekab 134 Sat Reskrim Polrestabes Palembang, pimpinan Kanit AKP Robert Sihombing, Senin (3/7/2023), sekitar pukul 02.00 WIB.

    Tersangka yakni Febri (30) dan Jon Heri (30). Keduanya merupakan warga Palembang. Informasi yang dihimpun, keduanya telah beraksi di 30 tempat kejadian perkara (TKP) pencurian, di antaranya di kawasan Kompleks Amin Mulya, Sako, Sematang Borang, dan 5 Ulu.

    Dua pelaku ini pun sudah menjadi target operasi (TO) Satreskrim Polrestabes Palembang. Saat keberadaannya berhasil diendus petugas, keduanya langsung ditangkap saat sedang berada di dalam mobil di kawasan Kertapati.

    Selain keduanya, petugas turut mengamankan senjata tajam. Dan untuk satu rekannya lagi, masih berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni Wak Yah.

    Saat melakukan aksinya, komplotan ini beraksi dengan mudus mengunakan angkot tersebut untuk berkeliling, mencari TKP pencurian yang dirasa aman dan sepi. Targetnya rumah maupun kios penjual yang sepi. Mereka mengambil barang elektronik, maupun sepeda, Handphone, buah-buahan di Pasar Sako.

    Semua barang curian ini mereka masukkan ke dalam mobil angkot dan langsung kabur. Dari pengakuan tersangka barang curian ada sebagian di jual di Cinde dan Kilometer 12.

    Sementara, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, melalui Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah, membenarkan anggota Satreskrim Unit Pidum dan Tekab 134 telah mengamankan dua dari tiga pelaku pencurian menggunakan mobil angkot.

    “Dua pelaku sudah kita tangkap dan satu orang lagi DPO reksmnya masih dikejar. Peran pelaku ada sebagai sopir angkot atas nama Febri dan satunya mengawasi lokasi saat beraksi. Kalau untuk TKP sendiri, pengakuan kedua pelakunya tadi ke kita sekitar 30 TKP. Baik yang ada di Seberang ulu maupun Seberang Ilir ini,” kata Haris, Rabu (5/7/2023).

    Lanjut Haris Dinzah, untuk barang curian mereka ini beragam yakni dari peralatan elektronik, kompor, sepeda, handphone dan delapan peti buah berisi apel, pir, dan anggur.

    “Mereka gunakan mobil angkot tersebut setiap kali beraksi untuk mengangkut barang hasil curian, pengakuan tersangka uang hasil curian mereka bagi dan dibelikan Sabu. Juga setiap beraksi mereka selalu membekali Sajam,” ungkap Haris didampingi juga Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing.

    Terkait banyaknya TKP dari pelaku, AKBP Haris Dinzah mengatakan dirinya masih mendalami dan sekaligus mengembangkan kasus tersebut.

    “Ini dikarenakan masih banyak TKP lain yang belum terungkap, dan kepada masyarakat yang merasa telah menjadi korban untuk segera melapor ke Polisi,” jelasnya.

    Para korban yang diduga kasus pencurian untuk segera melapor. “Siapa tahu mereka inilah pelaku pencurinya,” tambahnya.

    Sedangkan, salah satu tersangka Febri mengakui perbuatannya. Bersama dua rekannya telah mencuri di sekitar 30 TKP di wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir. “Tidak hanya rumah yang menjadi target kami pak. Namun warung ataupun kios kondisinya sepi dan aman, kami curi,” akunya.

    Ditambahkannya, barang hasil curian di jual di Cinde dan KM 12 dan dibagi rata. “Uangnya habis foya-foya dan membeli Sabu dipakai dengan Jon Heri,” katanya. (ANA)