OKI Ujicoba Pencegahan Karhutbunlah yang Dipakai Afrika Selatan

- Redaksi

Rabu, 8 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SIAP-IFM OKI mengunjungi Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran OKI. Tim berdiskusi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) desa Cinta Jaya

Tim SIAP-IFM OKI mengunjungi Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran OKI. Tim berdiskusi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) desa Cinta Jaya

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir memperkuat kemitraan global untuk memitigasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) secara optimal.

Melalui program  Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP IFM), Pemkab bersama NGO KEMITRAAN Indonesia, mereplikasi pola pencegahan Karhutbunlah dengan sistem klaster yang dinilai sukses di Afrika Selatan.

Hasbi Berliani, Program Director untuk Sustainable Governance Community KEMITRAAN mengungkap pencegahan Karhutbunlah melalui sistem klaster diterapkan pada tiga wilayah di Indonesia, yaitu Pulau Pisang, Kalimantan Tengah, Pelalawan, Riau dan Ogan Komering Ilir, Sumsel dengan dukungan UNEP dan USAID

“Sistem klaster ini merupakan suatu pendekatan yang telah dilaksanakan di Afrika Selatan dan direflikasi di Indonesia” ujar Hasbi pada pertemuan di Kantor Bupati OKI, Selasa, (7/12)

Selain pada tataran teknis koordinasi, jelas Hasbi saat ini pemkab bersama KEMITRAAN melakukan penguatan pada tiga sisi utama

“Yaitu pelembagaan (dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi
hingga nasional), regulasi sebagai payung hukum, hingga identifikasi terhadap sumber pendanaan.” ujar dia.

Bupati Ogan Komering Ilir, melalui Sekretaris Daerah, H. Husin, S. Pd, MM, M. Pd mengatakan Pemkab OKI mendukung penuh penerapan pola klaster ini dalam memitigasi kebakaran hutan dan lahan.

“Melalui program SIAP-IFM akan memperkuat tata kelola kelembangaan pencegahan Karhutlah yang berbasis pada kebijakan lokal dan memperkuat sistem informasi terpadu untuk deteksi dini cegah karhutlah”, ungkap Sekda Husin.

Selain penanganan Karhutlah Sekda Husin juga menawarkan kemitraan lain seperti dibidang kesehatan, pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.

“Sejatinya kita bisa melakukan bentuk kerjasama lain untuk menguatkan kapasitas lembaga baik pendidikan, kesehatan maupun pemberdayaan masyarakat” ujar dia.

Trevor Wilson,  perwakilan Kishugu, (lembaga Afrika Selatan) yang terlibat dalam program SIAP-IFM, menyebut, pihaknya sangat bersemangat menjadi bagian dari inisiatif pembentukan klaster pencegahan karhutla di Indonesia.

“Tujuan utamanya (klaster) adalah mitigasi risiko karhutla melalui pencegahan dan koordinasi pemadaman kebakaran yang tidak diinginkan dengan cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Johan Kieft dari UNEP mengapresiasi apa yang telah dihasilkan oleh Pemkab OKI dalam upayanya mencegah karhutla. Menurutnya upaya di tiga wilayah pilot sejalan dengan upaya KLHK dalam mencegah karhutla di Indonesia.

Dalam kegiatan yang sama, Harlan Hale, perwakilan dari USAID menyebut pihaknya merasa senang dapat berkontribusi terhadap upaya pencegahan Karhutla di daerah rawan kebakaran di Indonesia, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

“Pendekatan klaster memungkinkan semua pihak yang memanfaatkan lahan untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Sehingga mengurangi asap kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan dan ekonomi Indonesia,” terangnya

Salah satu kegiatan SIAP-IFM yang digelar kemarin,  yaitu Workshop mitigasi kebakaran hutan, kebun dan lahan secara hybrid. Menghadirkan narasumber dari Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam
Negeri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Workshop ini diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah di OKI, TNI dan Polri, perwakilan perusahaan yang memiliki izin konsesi serta masyarakat umum.

Pada hari yang sama tim SIAP-IFM OKI mengunjungi Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran OKI. Tim berdiskusi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) desa Cinta Jaya terkait mekanisme kerja sama klaster yang selama ini diterapkan di Afrika Selatan. Serta sosialisasi pemberdayaan kelompok masyarakat pengerajin purun di pedamaran OKI. (Dhi)

Berita Terkait

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI
OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas
Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:21 WIB

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI

Senin, 28 September 2026 - 12:37 WIB

OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 15:41 WIB

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Berita Terbaru

Kota Palembang

Astra Motor Sumsel Perkuat Sinergi SMK Mitra Binaan Astra Honda Motor

Rabu, 30 Sep 2026 - 15:34 WIB