Nyaris Punah, “Hiring-Hiring” Sastra Lisan Komering Mulai Direvitalisasi

- Redaksi

Selasa, 21 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur saat menggiatkan revitalisasi

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur saat menggiatkan revitalisasi "Hiring-Hiring".

SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – “Hiring-Hiring” yang merupakan sastra lisan masyarakat Komering, khususnya yang ber- marga Madang dan Semendawai diyakini bakal tinggal cerita dalam beberapa tahun mendatang. Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur mulai menggiatkan revitalisasi “Hiring-Hiring”.

Peneliti ahli muda Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Herlinda Rosita mengatakan, pihaknya berupaya melakukan perlindungan bahasa dan sastra di Sumatera Selatan. Salah satunya, Balai bahasa melakukan revitalisasi sastra lisan Hiring-Hiring, sebagai lanjutan kegiatan pada Maret 2021, mengenai vitalitas sastra lisan Hiring-Hiring.

“Setelah dikaji daya hidupnya, vitalitas sastra Hiring-Hiring itu, ternyata ditemukan skala indeksnya itu 0,37 dalam status nyaris punah,” ungkapnya, Hotel Ardan, Belitang, Selasa (21/09/2021).

Untuk itu, lanjut Herlinda, perlu ada upaya nyata dari seluruh pihak untuk menghidupkan kembali sastra lisan “Hiring-Hiring”. Melalui kemampuan dan pengetahuan para narasumber yang ahli dalam “Hiring-Hiring” dapat ditularkan kepada para peserta yang berasal dari guru Bahasa Indonesia, guru seni dan mahasiswa seni.

“Dengan melalui pembelajaran atau pewarisan. Kami mempunyai narasumber yang memang ahli dalam ber Hiring-Hiring itu,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya respon positif dari para peserta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur. Pihaknya optimis sastra lisan Hiring-Hiring akan kembali hidup di tengah masyarakat Komering.

“Dari antusiasme dan respon dinas pendidikan, kami dari balai bahasa sangat yakin hiring hiring akan bangkit kembali,” katanya.

Kabid Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, M Ridwan menambahkan, “Hiring-Hiring” merupakan sastra lisan yang ada di Marga Madang dan Semendawai. Untuk itu, pihaknya mengkhususkan pelatihan “Hiring-Hiring” diikuti oleh sekolah yang berada di jalur komering.

“Kami fokuskan sekolah yang ada di jalur komering. Jadi, masyarakat (Komering) yang marga lain, tidak ikut karena masyarakat nya tidak memakai Hiring-Hiring.

Lebih lanjut M Ridwan menjelaskan, pihaknya akan berupaya agar “Hiring-Hiring” dimasukan didalam muatan lokal, dan eskul atau sanggar. Terutama bagi sekolah dijalur Komering dengan marga Madang dan Semendawai untuk wajib sastra lisan “Hiring-Hiring”.

“Kalau tidak direvitalisasi sekarang, dalam 3-5 tahun dari sekarang, (Hiring-Hiring) akan tinggal cerita,” tegasnya.

Sementara itu, Pegiat Budaya, Dr Erwan Suryanegara menambahkan, banyak faktor yang mempengaruhi hilangnya kebudayaan. Salah satunya, kehilangan tokoh adat yang menjaga adat istiadat itu sendiri.

“Sehingga, tidak terjadi transfer ilmu pengetahuan, sehingga semakin lama akan semakin putus,” Paparnya.

Menurut Erwan, perlu ada upaya nyata dari pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan kembali sastra lisan “Hiring-Hiring” yang diyakini bakal tinggal cerita dalam beberapa tahun mendatang. Apalagi, Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud, telah mendorong pemerintah setempat untuk membuat Institut Seni Budaya didaerah masing-masing.

“OKU Timur butuh perguruan tinggi ilmu budaya, agar sastra lisan dan kebudayaan Komering dapat kembali dihidupkan,” ujarnya.

Meski Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud telah mendorong Pemerintah Daerah untuk membuat Institut Budaya. Pada nyatanya, Pemda belum tertarik untuk mewujudkan hal tersebut.

“Mungkin info itu tidak sampai, atau adanya paradigma masyarakat bahwa sekolah ilmu budaya akan sulit bekerja. Karena ada paradigma masyarakat, bahwa sekolah untuk bekerja atau menjadi buruh, dan bukan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya. (Aan)

Berita Terkait

Menuju 9 Tahun Berkarya, Kawan Lamo Galo Siapkan Rangkaian Event Seni dan Budaya
Bocah Hiperaktif Tersesat di 14 Ulu, Polisi Beri Perlindungan dan Perhatian Hingga Keluarga Ditemukan
Pelantikan ASN Kembali Dilakuan, Optimalkan Pelayanan Kemasyarakat
Inspired by Nature, For Climate, For Future: Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Zero Waste Program (ZWP
Dodi Reza Alex Penuhi Panggilan Kejati Sumsel, Penyidikan Dugaan Korupsi Sungai Lalan Terus Bergulir
Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD
Tekan Kasus LGBT di Sumsel, Dinas PPPA Beri Layanan Konseling Gratis
Warga Air Mayan Serahkan Senpi Rakitan ke Polisi, Dukung Ops Senpi Musi 2026

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:40 WIB

Menuju 9 Tahun Berkarya, Kawan Lamo Galo Siapkan Rangkaian Event Seni dan Budaya

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:03 WIB

Bocah Hiperaktif Tersesat di 14 Ulu, Polisi Beri Perlindungan dan Perhatian Hingga Keluarga Ditemukan

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:00 WIB

Pelantikan ASN Kembali Dilakuan, Optimalkan Pelayanan Kemasyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:57 WIB

Inspired by Nature, For Climate, For Future: Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Zero Waste Program (ZWP

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:51 WIB

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD

Berita Terbaru

Empat Lawang

Pelantikan ASN Kembali Dilakuan, Optimalkan Pelayanan Kemasyarakat

Rabu, 24 Jun 2026 - 18:00 WIB