PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Rasa pilu dan kekhawatiran mendalam dirasakan seorang ayah di Palembang, David Hendra (43), setelah anak perempuannya, Meisya Davilia (18), dilaporkan hilang dan tak kunjung pulang sejak beberapa hari terakhir.
Warga Jalan Anggrek, Kecamatan Ilir Timur (IT) III Palembang itu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk membuat laporan orang hilang. Ia mengungkapkan, terakhir kali anaknya terlihat berada di rumah pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu, Meisya berpamitan kepada keluarganya dengan alasan hendak kembali ke Bangka menemui ibunya. Ia berangkat dari rumah menggunakan travel dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Api-Api.
“Anak saya pergi dari rumah itu pada hari Minggu pagi, naik travel jurusan ke Tanjung Api-Api. Adapun tujuannya mau ke Bangka ke tempat mamanya, sejak dari situlah tidak ada kontak lagi,” ujar David usai melapor ke pihak kepolisian.
David menjelaskan, anaknya berangkat seorang diri dan sempat mengatakan akan bertemu dengan teman-temannya di pelabuhan sebelum menyeberang ke Bangka.
“Pengakuan anak saya, dia akan berangkat bersama temannya yang sudah menunggu di pelabuhan. Jadi janjian di Pelabuhan Tanjung Api-Api,” ungkapnya.
Sementara itu, ibu korban, Nova, menuturkan bahwa Meisya merupakan pelajar kelas III SMA di Bangka. Sebelumnya, korban sempat berada di Palembang dengan alasan mengikuti kegiatan sekolah.
“Anak saya sekolah kelas 3, ke Palembang ngakunya ada acara sekolah,” kata Nova.
Namun setelah dilakukan penelusuran, pihak keluarga justru menduga alasan tersebut tidak benar. Hal itu diketahui setelah pihak keluarga mengonfirmasi langsung ke sekolah.
“Sebenarnya tidak ada acara itu. Tidak ada kegiatan sekolah seperti yang dia sampaikan,” tegasnya.
Nova juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, sempat ada sejumlah teman game online yang datang ke rumah. Mereka terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.
“Yang intinya dia itu terakhir ada kawan-kawan game online yang datang ke rumah. Ada tiga laki-laki dan satu perempuan yang datang,” beber Nova.
Hingga kini, keberadaan Meisya masih belum diketahui, baik di wilayah Palembang maupun di Bangka. Pihak keluarga telah membuat laporan orang hilang di kedua daerah tersebut dan terus berupaya melakukan pencarian.
“Di Bangka mamanya juga sudah melapor ke sana. Jadi baik kami di Palembang maupun di Bangka sudah membuat laporan orang hilang,” kata David.
Upaya penelusuran juga telah dilakukan dengan menghubungi pihak travel yang mengantar korban. Namun, informasi yang diperoleh hanya sebatas bahwa korban diturunkan di area terminal pelabuhan.
“Pihak travel sudah kami tanya, mereka hanya mengatakan mengantar sampai pelabuhan saja. Kami pun tidak bisa menghubungi anak kami karena dia tidak membawa handphone,” tutupnya.
Pihak keluarga berharap Meisya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Masyarakat yang mengetahui keberadaan korban diminta segera melapor ke pihak kepolisian atau menghubungi nomor 0822-6924-3044.
Penulis : Kiki
Editor : Jaks

















