SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Malaysia semakin serius memperkuat penetrasi pasar pariwisata Indonesia dengan menggelar MATTA Travel Exchange (MTEX) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/1/2026). Roadshow ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan langsung pelaku industri pariwisata kedua negara dalam format business-to-business yang terarah dan berbasis hasil.
MTEX diinisiasi oleh Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Selangor Chapter bekerja sama dengan Tourism Malaysia. Untuk pertama kalinya, MTEX secara khusus menyasar pasar Indonesia dengan menghadirkan 19 agen perjalanan asal Malaysia, termasuk Tourism Selangor, guna menjajaki kerja sama dengan mitra potensial dari Indonesia.
Chairman MATTA Selangor, Vijiya Kumar, mengatakan Selangor memiliki kekuatan produk wisata yang sangat besar untuk ditawarkan ke pasar Indonesia.
“Di Selangor saja terdapat sekitar 588 produk wisata, mulai dari kedai, taman tema, hingga hotel. Potensinya sangat luas dan belum sepenuhnya tergarap di Indonesia,” ujar Vijiya dalam konferensi pers di Palembang.
Ia menegaskan, MTEX bukan sekadar ajang business matching, melainkan platform strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang.
“Roadshow MTEX ke Indonesia mencerminkan komitmen kami dalam memperkuat kehadiran pariwisata Malaysia di pasar regional utama sekaligus menjajaki kolaborasi berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Promotion Executive Tourism Selangor, Ahmad Danial, menjelaskan Selangor menawarkan portofolio wisata yang lengkap dan beragam, mulai dari taman tema, ekowisata, hingga wisata medis.
“Kami memiliki SplashMania di dekat KLIA, Gamuda Cove, Nature Wonderland untuk ekopelancongan, serta wisata medis seperti rumah sakit Sunway dan Thomson. Hotel berbintang serta pusat belanja seperti Sunway Pyramid dan GM Klang juga menjadi daya tarik utama,” jelasnya.
Danial menambahkan, Selangor merupakan pintu masuk utama wisatawan Indonesia ke Malaysia berkat keberadaan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
“Wisatawan dari Indonesia umumnya langsung tiba di Selangor. Ini menjadi salah satu kekuatan utama kami,” ujarnya.
Dari sisi pelaku industri dalam negeri, Ketua ASITA Sumatera Selatan, Feby Yoland, menilai MTEX menjawab kebutuhan agen perjalanan Indonesia terhadap pembaruan produk wisata Malaysia.
“Selama ini pasar lebih mengenal Kuala Lumpur dan Penang. Padahal Selangor memiliki banyak produk baru yang sangat potensial untuk dijual, apalagi kini didukung penerbangan langsung. Ini peluang besar bagi bisnis outbound maupun inbound,” kata Feby.
Data Tourism Selangor menunjukkan Indonesia merupakan salah satu pasar utama. Sepanjang Januari–September 2025, tercatat 132.222 wisatawan Indonesia menginap di hotel-hotel Selangor, menempatkan Indonesia dalam lima besar negara penyumbang wisatawan ke wilayah tersebut.
Seiring momentum Visit Malaysia 2026 yang disinergikan dengan Visit Selangor 2026, Selangor juga mengandalkan destinasi ikonik seperti Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (Masjid Biru), Batu Caves, serta Sky Mirror Kuala Selangor yang hanya ada dua di dunia.
Melalui pendekatan berbasis jejaring dan kolaborasi konkret, MTEX menegaskan perannya sebagai katalis pertumbuhan industri perjalanan Malaysia sekaligus membuka peluang baru bagi agen perjalanan Indonesia untuk memperluas portofolio produk wisata mereka.

















