Nama : Fitria Rahmawati
NIM : PO7124126018
Prodi : D3 Kebidanan
Menghidupkan Pancasila dalam Keseharian Calon Bidan Muda
Bagi saya pribadi, Pancasila bukan sekadar teori yang dibahas saat kuliah. Dasar negara ini merupakan pedoman hidup yang sangat praktis untuk diterapkan, baik dalam interaksi sosial di rumah maupun saat baru mulai beraktivitas di lingkungan kampus. Sebagai mahasiswa baru yang tinggal di Kota Palembang, tidak mengekos, dan harus pulang-pergi mengendarai sepeda motor setiap hari, perjalanan harian saya menjadi ruang tersendiri untuk merenungkan dan mempraktikkan nilai-nilai luhur tersebut.
Penerapan ini saya mulai dari lingkungan tempat tinggal saya. Sebagai wujud pengamalan sila pertama, saya selalu ikut membantu tetangga yang sedang menggelar acara syukuran, takziah, atau bergotong royong membersihkan lingkungan menjelang hari raya keagamaan. Nilai spiritual ini juga saya bawa ke jalan raya, di mana saya selalu membiasakan diri untuk berdoa sebelum menyalakan motor agar perjalanan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Ketika berkendara di dalam kemacetan jalanan Kota Palembang menuju kampus Poltekkes, nilai dari sila kedua dan ketiga langsung saya terapkan. Saya belajar menahan ego dengan menghormati sesama pengguna jalan, sabar mengantre di lampu merah, tidak ugal-ugalan, serta mendahulukan mobil ambulans yang melintas.
Begitu tiba di kampus sebagai mahasiswa baru, wujud kemanusiaan dari sila kedua kembali saya praktikkan dalam bentuk empati kepada sesama teman seharian. Waktu itu, saat masa pengenalan kampus, ada salah satu teman satu angkatan yang tertimpa musibah kehilangan dompet dan kebingungan untuk ongkos pulang. Saya langsung berinisiatif mengajak teman-teman sekelompok untuk patungan seikhlasnya guna meringankan beban tersebut.
Selain itu, lingkungan Jurusan Kebidanan di Poltekkes Palembang ini mempertemukan saya dengan teman-teman baru dari berbagai daerah di Sumatera Selatan dengan logat bicara yang sangat beragam. Sesuai amanat sila ketiga mengenai persatuan, saya selalu berusaha menyapa dan merangkul semua orang tanpa pilih-pilih teman agar angkatan baru kami tidak terkotak-kotak dan tetap solid sejak awal masuk.
Dalam urusan akademis yang baru dimulai, seperti saat diskusi kelompok untuk membagi jadwal piket kelas atau menentukan struktur organisasi kelas, saya mempraktikkan sila keempat. Saya dan teman-teman saya membuka forum musyawarah dan mengasih kesempatan untuk teman teman yang lain agar dapat memberikan masukan, pendapat, kritik dan saran serta mendengarkan masukan dari teman-teman lain secara sabar sampai kami menemukan mufakat yang disepakati bersama demi kebaikan kelas kami.
Terakhir, untuk sila kelima, saya menerapkannya lewat sikap tanggung jawab menjaga kebersihan fasilitas bersama yang kami gunakan sehari-hari, seperti ruang kelas dan area parkir motor kampus. Di hari libur kuliah, saya juga belajar membagi waktu secara adil dan seimbang antara beristirahat, belajar mandiri di rumah, dan membantu pekerjaan orang tua. Lewat kontribusi kecil dan sederhana inilah, saya merasa kita sebagai generasi muda sudah ikut menjaga nilai-nilai luhur Pancasila agar tetap hidup nyata di dalam diri kita.













