Nama : Dewy Andjani
NIM : PO7133126032
Prodi : D3 Sanitas
Lima Sila Satu Cerita Tentang Diriku
Saya lahir dari keluarga yang ketat soal agama islam, mulai dari ibadah,berdoa tetapi itu tidak membuatku merasa terbebani karena menjalankan ibadah adalah kewajiban bagi seluruh umat beragama. Kebiasaan tersebut harus saya bawa hingga sekarang seperti, menjalankan sholat 5 waktu, sebelum memulai aktivitas meluangkan waktu untuk berdoa agar diberi kemudahan,Kesehatan dan hasil yang terbaik.
Saya juga orangnya mudah merasa tersentuh hatinya ketika melihat orang lain yang mengalami kesulitan, tetapi buat saya itu bukan kelemahan melainkan kelembutan dari hati seseorang. Di lingkungan tempat tinggalku di kelilingi dengan teman teman dengan berbagai latar belakang. Ada yang berbeda agama ada yang berbeda suku ras, tetapi hal tersebut tidak membuat saya merasa beda justru dari perbedaan inilah saya belajar menghargai orang lain tanpa harus memaksakan pendapat sendiri. Dulu saya cenderung ingin pendapat saya didengar yang pertama tanpa benar-benar menyimak apa yang disampaikan oleh teman kelompok saya.
Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa keputusan yang baik lahir dari proses saling mendengar bukan dari siapa suara yang paling keras. Dalam setiap forum baik itu diskusi kelas, diskusi kelompok, diskusi keluarga hal yang wajar bahwa terdapat perbedaan pendapat, dari sinilah saya belajar dari sila keempat mengajarkan saya bahwa perbedaan pendapat bukan untuk diperdebatkan hingga memecah belah, melaikan dicari titik temunya melalui musyawarah. Saya belajar bahwa menerima keputusan bersama meski berbeda pendapat pribadi adalah bentuk kedewasaan bersikap.
Bersikap adil bagi saya berarti bersikap adil dari hal-hal kecil, seperti kebiasaan berbagi dan tidak berlebihan, memberi kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok saat bekerja sama maupun diskusi kelompok, dan tidak memihak hanya kedekatan pribadi, serta menghargai hak orang lain dan kerja keras orang lain karena keadilan tidak hanya soal menerima tetapi soal menghormati.







