Nama : Annisa Miftahul Janna
NIM : PO7131126112
Prodi : D3 Gizi
Langkah Kecilku dan Pancasila di Bidang Gizi
Perkenalkan, nama saya Annisa Miftahul Janna. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di jurusan D3 Gizi. Aktivitas saya sehari-hari nggak lepas dari hitung kalori, menyusun menu sehat, sampai memikirkan bagaimana caranya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dulu saya sempat menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang berat dan hanya relevan untuk bidang hukum atau politik. Tapi ternyata tidak.
Justru lewat kuliah ini saya mulai memahami bahwa sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajari saya untuk bersyukur atas nikmat sehat dan makanan yang masih bisa saya akses, sementara banyak orang di luar sana masih kesulitan.
Bagi saya, mengamalkan Pancasila tidak harus menunggu hal besar. Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil di sekitar kita. Contohnya saat praktik lapangan ke posyandu. Di sana saya bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda. Dari situ saya belajar menerapkan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dengan melayani semua orang tanpa membeda-bedakan status sosial maupun kondisi ekonomi mereka.
Begitu juga saat kerja kelompok atau praktik di laboratorium. Pasti ada perbedaan pendapat soal pembagian tugas dan cara kerja. Di saat seperti itu, kami terbiasa menyelesaikannya dengan diskusi sampai menemukan kesepakatan bersama. Itu bentuk nyata dari sila ketiga, Persatuan Indonesia, dan juga Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Untuk target jangka panjang, saya ingin mewujudkan nilai pada sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Setelah lulus nanti, saya berharap bisa terjun langsung ke masyarakat. Saya ingin semua orang, termasuk mereka yang tinggal di daerah pelosok atau dari keluarga kurang mampu, bisa mendapatkan akses edukasi gizi yang layak dan merata.
Jadi, menjadi “manusia Pancasila” bagi saya bukan tentang melakukan sesuatu yang besar dan heroik. Cukup dengan konsisten berbuat baik. Menggunakan ilmu gizi yang saya miliki untuk membantu orang lain, sekecil apapun itu. Karena dari langkah kecil itulah, saya yakin kita bisa ikut berkontribusi untuk bangsa ini.







