Kreatif, Kolaborasi PKM Dosen ITPa Sukses Ciptakan Pupuk Organik Berbahan Urine Kelinci

- Redaksi

Sabtu, 9 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendampingan kepada masyarakat Dosen ITPa dalam menciptakan pupuk organik berbahan urine Kelinci. (Photo: Delta Handoko)

Pendampingan kepada masyarakat Dosen ITPa dalam menciptakan pupuk organik berbahan urine Kelinci. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kolaborasi tiga Dosen Instititut Pagar Alam (ITPa), sukses melakukan pendampingan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang berbahan urine kelinci dalam tugas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Ketiga dosen dimaksud yakni, Ferry Putrawansyah selaku Wakil Rektor I, Asep Syaputra Dosen Teknik Informatika, serta Vike Itteridi Dosen Teknik Sipil.

Dijelaakan Ferry Putrawansyah, Wakil Rektor I ITPa, bahwasanya apa yang dilakukan PKM ini merupakan kegiatan yang didanai Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) kerjasama dengan P3M.

Ia mengatakan, kegiatan ini berlatar belakamg tingginya harga pupuk Anorganik yang dirasakan oleh petani, sehingga secara otomatis berpengaruh pada produktifitas panen.

“Sehingga sebagai alternatif untuk meringankan petani dalam mendapatkan pupuk  ramah lingkungan dengan bahan baku yang banyak serta mudah didapat,” ujarnya.

Pasalnya, diterangkan Ferry, seekor kelinci membutuhkan pakan hijauan atau rumput sebanyak 0,4-0,6 kilogran dan air sebesar 120 mililiter.

Artinya, sambung dia lagi, seekor kelinci dapat menghasilkan feses sebanyak 30-50 persen dari jumlah pakan yang dikonsumsi dan menghasilkan urine 50-65 mL setiap harinya.

Menurutnya, dengan jumlah produksi kotoran tersebut maka ternak kelinci berpotensi sebagai penunjang pertanian organic yang berkesinambungan.

“Pengolahan urine kelinci sebagai pupuk organik cair selain dapat menyuburkan tanah, juga dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam usaha tani,” jelasnya.

Pendampingan kepada masyarakat Dosen ITPa dalam menciptakan pupuk organik berbahan urine Kelinci. (Photo: Delta Handoko)

Tidak hanya itu, sambung Ferry, hal ini juga dapat menambah pemasukan bagi peternak kelinci.

Sementara bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk cair dari urine kelinci ini juga cukup sederhana, yaitu urine kelinci, EM4 dan molase atau tetes tebu yang dicampurkan didalam jerigen kemudian diaduk hingga homogen.

Larutan didiamkan selama kurang lebih 2-3 minggu. Fermentasi berhasil jika larutan sudah tidak mengeluarkan bau seperti urine. Setiap 2-3 hari jerigen dibuka untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan.

Pengaplikasian pupuk ini dengan perbandingan 1:10, yaitu 1 liter pupuk cair untuk 10 liter air. Pemakaian umumnya dengan melakukan penyemprotan langsung pada tanaman terutama bagian daun.

Diungkapakan Ferry, Kegiatan ini telah dilaksanakan dan di implementasikan oleh Kelompok tani dan masyarakat dilahan pertanian.

“hasilnya pun terbukti dapat menyuburkan dan juga meningkatkan hasil pertanian dan menekan biaya pengeluaran penggunaan pupuk anorganik,” ujarnya.

Kedepan, pihaknya juga akan melakukan rise kotoran sapi menjadi biogas yang nantinya supaya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat terjadi kelangkaan gas.

Tanharudin, salah seorang kelompok tani Tunas Baru menbahkan bahwa pendampingan yang sudah dilakukan oleh tim ahli, dosen maupun praktisi yang mau berinovasi patut di apresiasi serta mendapat dukungan.

“Karena tidak hanya memberikan pendampingan kepada kelompok tani, namun memeberi alternatif dalam menekan pembiayaan dengan hasil tani yang baik,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Warga Pematang Bango Kompak Dukung Dan Kawal Polres Pagar Alam Usut Tuntas Kasus Curas, Siap Turun Tangan Jika Ada Penghalang
Buru Pelangsir !60 Personel Polres Pagar Alam Dikerahkan ke SPBU
Hiburan Malam Berujung Petaka, 1 Nyawa Melayang di Sandar Angin Pagar Alam
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Dianggap Meresahkan, Polres Pagar Alam Dorong Sejumla SPBU Atasi Kemacetan Antrean BBM
Satu Meja, Satu Tujuan, Demi Lapas yang Lebih Manusiawi Walikota Pagar Alam Terima Kunjungan Ditjenpas Sumsel
Jaga Harga Pangan, Pemkot Pagar Alam dan BULOG Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Nendagung
Ketat! 209 Tahanan Lapas Pagaralam Direlokasi ke Keban Agung Baru dengan Pengawalan Gabungan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:19 WIB

Warga Pematang Bango Kompak Dukung Dan Kawal Polres Pagar Alam Usut Tuntas Kasus Curas, Siap Turun Tangan Jika Ada Penghalang

Senin, 14 September 2026 - 16:39 WIB

Buru Pelangsir !60 Personel Polres Pagar Alam Dikerahkan ke SPBU

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Hiburan Malam Berujung Petaka, 1 Nyawa Melayang di Sandar Angin Pagar Alam

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

Dianggap Meresahkan, Polres Pagar Alam Dorong Sejumla SPBU Atasi Kemacetan Antrean BBM

Berita Terbaru