Kenalkan Alur Ketahanan Pangan, Bulog Sumsel Babel Gelar Program Edukasi Perdana bagi Pelajar di Gudang Sukamaju

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan saat memberikan edukasi terhadap pelajar yang sedsng melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Sukamaju, Palembang, Rabu (22/4/2026). Foto: Tia

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan saat memberikan edukasi terhadap pelajar yang sedsng melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Sukamaju, Palembang, Rabu (22/4/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menyelenggarakan program edukasi bagi puluhan siswa SMA guna mengenalkan alur kerja perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, mulai dari proses penyerapan gabah petani hingga pendistribusian beras, di Gudang Sukamaju Palembang pada, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda mengenai teknik penyimpanan, perawatan kualitas beras di gudang, serta peran krusial Bulog dalam menyiapkan cadangan pangan pemerintah untuk kondisi darurat bencana alam.

“Bisa diketahui mulai dari sekolah menengah atas tentang tugas-tugas Bulog. Tugasnya bagaimana proses menyerap gabah dari petani, diolah sampai menjadi beras, hingga dikonsumsi masyarakat,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan, saat diwawancarai langsung di lokasi kegiatan.

Ihsan menjelaskan jika program ini bersifat terbuka dan gratis bagi instansi pendidikan maupun kampus yang ingin mempelajari sistem perberasan secara teknis, termasuk melihat langsung proses pengolahan di Rice Milling Plant (RMP) Banyuasin.

Meski saat ini kegiatan dipusatkan di satu titik, pihak Bulog tengah mengupayakan negosiasi agar gudang-gudang lain dapat dijadikan lokasi edukasi serupa guna memperluas jangkauan literasi pangan di masyarakat.

Bulog berharap program yang baru dicanangkan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan publik terhadap tugas-tugas negara yang diemban oleh institusi tersebut.

Penyelenggara memastikan tidak ada batasan jumlah peserta secara khusus bagi sekolah yang ingin mengajukan permohonan kunjungan edukasi.

“Program ini baru dicanangkan, dan diharapkan ke depan bisa terus berjalan sehingga pengetahuan masyarakat tentang Bulog semakin luas,” tegasnya.

Penerapan program perdana ini disambut antusias oleh para pelajar, salah satunya Alianur Haliza, siswi SMA Dharma Bakti Palembang.

Ia mengaku mendapat pengalaman berharga setelah melihat langsung bagaimana sistem penyusunan dan distribusi beras dilakukan di dalam gudang.

“Pengalamannya, saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa hadir di dalam gedung Bulog. Ini pertama kalinya saya kesini. Jadi saya bisa tahu, seperti ini isinya. Terutama jadi tahu bagaimana cara meendistribusikan berasnya, cara menyusun sistem berasnya,” ungkap Alianur Haliza.

Hal itu, senada dengan oleh M. Zaki Ar-Rahman, siswa SMA Dharma Bakti lainnya yang merasa kunjungan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan logistik pangan.

Menurutnya, pemahaman tentang tempat penyimpanan dan sistem yang ada di Bulog sangat penting bagi pelajar untuk mengetahui perjalanan beras hingga sampai ke tangan konsumen.

“Dari pengalaman saya sebagai siswa, kita dapat belajar tentang beras-beras di gudang Bulog. Dari sistem-sistemnya, dari tempat-tempatnya, dan terus juga bagaimana cara pengelolaannya,” ungkap dia.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta
Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK
Sidang di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Minimnya Penjelasan soal Riwayat Kesehatan
Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap
Dakwaan KPK: Edison Diduga Terima Rp4,67 Miliar dari Kasus Smart Board dan Chromebook
Bapenda Palembang Sebut IGM Tetap Wajib Bayar PBB-P2, Tunggakan Capai Rp2,3 Miliar
Gerebek Dua Lokasi di Tangga Takat, Enam Warga Positif Narkoba
Perkuat Layanan Spesialis dan Rehabilitasi, Siloam Sriwijaya Kembangkan Pusat Rawat Jalan Terpadu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Sidang di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Minimnya Penjelasan soal Riwayat Kesehatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Bapenda Palembang Sebut IGM Tetap Wajib Bayar PBB-P2, Tunggakan Capai Rp2,3 Miliar

Berita Terbaru

Pelaku

Kota Palembang

Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap

Rabu, 28 Okt 2026 - 15:02 WIB