Kemacetan Jalan Raya di Kertapati Kian Memprihatinkan

- Redaksi

Senin, 23 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan parah selalu terjadi dimulai Simpang Tugu KB atau sepanjang jalan Ki Wahid Hasyim kecamatan Seberang Ulu I, sedangkan dari arah berlawanan, bermula dari depan jalan Wijaya sampai di depan stasiun kereta api Kertapati.
Foto: nata

Kemacetan parah selalu terjadi dimulai Simpang Tugu KB atau sepanjang jalan Ki Wahid Hasyim kecamatan Seberang Ulu I, sedangkan dari arah berlawanan, bermula dari depan jalan Wijaya sampai di depan stasiun kereta api Kertapati. Foto: nata

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Efek dari perbaikan jembatan Musi Dua, jembatan di Nilakandi serta jembatan di arah Pegayut menuju Jakabaring di wilayah Kecamatan Kertapati, membuat jumlah kendaraan meningkat drastis, khususnya di jalan Ki Marogan kecamatan Kertapati yang mengakibatkan kemacetan parah.

Berdasarkan hasil pantauan media ini Senin (23/8/2021), kemacetan ini tidak kenal waktu dan sudah terjadi lebih dari satu minggu. Untuk dari arah kota, kemacetan terkadang dimulai Simpang Tugu KB atau sepanjang jalan Ki Wahid Hasyim kecamatan Seberang Ulu 1. Sedangkan dari arah berlawanan, bermulanya dari depan jalan Wijaya sampai di depan stasiun kereta api Kertapati.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang mendirikan usaha di atas lahan yang konon diklaim milik PTKAI di pusat kemacetan, yaitu di seputaran simpang sungki. Membuat kios dan pajangan dagangan PKL mengenai jalan utama.

Tanggapan Edi Alpian, Lurah Ogan Baru terhadap PKL yang membuka usaha di jalan Ki Marogan khususnya di seputar simpang sungki, lahan usaha PKL adalah tanah aset milik PTKAI. “Kami dari pihak kelurahan sudah menghimbau kepada PKL agar jangan sampai menghambat lalulintas,” jelasnya

Tentunya atas keadaan ini dibutuhkan solusi jitu. Khaerul Minsyar, Camat Kertapati berharap sinergi dari semua pihak sangatlah dibutuhkan mengatasi persoalan ini. “Kami dari pihak kecamatan siap bekerjasama maksimal dengan pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan dan PTKAI agar jalan menjadi ramai lancar,” harapnya. (Nat)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Keluarga Veteran dan Komunitas
Tujuh KK Keluhkan Penutupan Jalan Utama Kerumahnya, Pemilik Tanah : Kita Ada Sertifikat Sah
Pemkot Palembang Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 2026
BNNP Sumsel Musnahkan Ribuan Pil Ekstasi dan Liquid Etomidate Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Coretax dan Amanda Jadi Instrumen Penguatan Karier Dosen
Tips #Cari_Aman Mudik Lebaran, Astra Motor Sumsel Ingatkan Etika dan Teknik Berkendara
Terdakwa Korupsi Pasar Cinde Divonis 5 Tahun 4 Bulan, Uang Pengganti Hanya Rp100 Juta
Bulog Sumsel Babel Gelar Gerakan Pangan Murah di Palembang, Herman Deru: Beli Beras Dapat Bonus Minyak atau Gula

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:59 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Keluarga Veteran dan Komunitas

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:03 WIB

Tujuh KK Keluhkan Penutupan Jalan Utama Kerumahnya, Pemilik Tanah : Kita Ada Sertifikat Sah

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:01 WIB

Pemkot Palembang Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:57 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan Ribuan Pil Ekstasi dan Liquid Etomidate Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:54 WIB

Coretax dan Amanda Jadi Instrumen Penguatan Karier Dosen

Berita Terbaru