Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe Mogok Massal 21-23 Februari

- Redaksi

Kamis, 17 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perajin tahu di Empat Lawang Sumatera Selata, yang mengolah hasil produksi tahunya menjadi tahu goreng siap konsumsi.
Foto: alfariski/SP

Perajin tahu di Empat Lawang Sumatera Selata, yang mengolah hasil produksi tahunya menjadi tahu goreng siap konsumsi. Foto: alfariski/SP

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Para perajin tahu dan tempe di sejumlah daerah di Tanah Air, berencana mogok produksi dan berjualan mulai 21 hingga 23 Februari 2022. Rencana tersebut lantaran harga kedelai yang naik.

Salah satunya para perajin tahu tempe ibu kota yang tergabung dalam Puskopti DKI Jakarta. Ketua Puskopti DKI Jakarta Sutaryo menjelaskan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes mahalnya harga kedelai. Ia menyebut harga kedelai mencapai Rp11.300 per kilogram (kg).

Aksi rencananya akan diikuti oleh 4.500 produsen tahu dan tempe. Terdapat dua tuntutan yang akan disampaikan.

“Tuntutannya pertama stabilitas harga, kedua turunkan harga. Karena dengan harga tinggi, pembeli tempe dan tahu lemah (daya beli),” kata seperti dikutip dari cnn indonesia, Rabu (16/2/2022) lalu.

Ia menambahkan dalam aksi mogok produksi itu, pihaknya juga akan mengeluarkan pernyataan produsen tempe dan tahu di Jakarta yang akan menaikkan harga jual selepas 23 Februari 2022 untuk menutup ongkos produksi.

Hal itu dilakukan sebagai pilihan terakhir karena kenaikan harga kedelai impor yang membanjiri pasaran tidak kunjung turun.

“Karena mungkin dengan menaikkan harga 20 persen, mungkin akan sedikit menaikkan keuntungan. Perkiraan tempe naik dari Rp5.000 ke Rp6.000 per papan. Tahu dari Rp35 ribu ke Rp40 ribu,” ujar Sutaryo.

Sejumlah perajin tahu tempe di Bandung, Jawa Barat, juga mengeluhkan ketidakstabilan harga kedelai. Hal itu membuat pengusaha mengancam mogok produksi karena ketidakstabilan harga kedelai.

Ketua Paguyuban Tahu Tempe Jabar M Zamaludin mengungkapkan, saat ini harga kacang kedelai sudah menyentuh harga Rp11.250 per kg dari yang sebelumnya Rp9 ribu.

“Kenaikannya relatif dan tidak stabil, sudah lebih dari satu bulan. Ada yang dari awalnya Rp9 ribu, sekarang sudah Rp11.250,” kata Zamaludin saat dihubungi, Senin (14/2/2022) lalu.

Apabila tidak ada solusi, maka perajin tahu tempe di Bandung berencana akan melakukan mogok kerja massal. Kegiatan mogok produksi itu rencananya dilakukan pada 21-23 Februari 2022.

Para produsen tahu tempe berharap pemerintah bisa segera bertindak mencegah dampak kenaikan harga kedelai. Mereka tidak mau kenaikan harga kedelai terus terjadi setiap tahunnya. (*)

Berita Terkait

Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali
BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat
Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:10 WIB

Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali

Jumat, 10 April 2026 - 15:42 WIB

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan

Selasa, 7 April 2026 - 10:05 WIB

BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Berita Terbaru