Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pagar Alam Masih Nihil

- Redaksi

Jumat, 14 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UPTD PPA Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

UPTD PPA Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pagar Alam, belum menerima laporan akan terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak pada awal tahun 2022, alias nihil.

“Sejauh ini, pada awal 2022, kita belum menerima laporan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini tentu saja menunjukkan saat ini kita aman,” kata Kepala UPTD PPA Pagar Alam, Hema Ovida, Jum’at (14/1/2022).

Hema menambahkan, pada awal hingga akhir Oktober 2021, terdapat 38 kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Khusus di tahun 2022, dijelaskan Hema, dirinya berharap untuk tindak kekerasan itu, bisa jauh lebih menurun drastis.

“Kita akan selalu melakukan upaya pencegahan, dengan cara gencar sosialisasi dan juga mengadakan pendekatan kepada masyarakat, bila terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, jangan sampai hanya diam, karena pemerintah dalam hal ini UPTD PPA hadir untuk bisa menyelesaikan permasalahan, melalui pencegahan dan pendampingan,” ujarnya.

Hema menerangkan, bila terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, agar kiranya tidak segan-segan untuk segera melapor, jangan sampai menjadi suatu gunung es.

“Alhamdulillah, sampai sekarang angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pagar Alam, bisa dibilang menurun atau melandai. Ini dilandasi dengan faktor agama, yang setiap sudut wilayah Pagar Alam, telah banyak berdiri Pondok Pesantren, Rumah Tahfidz dan masa pandemi Covid-19 ini, keberadaan orangtua lebih banyak berinteraksi dengan anak dan keluarganya,” paparnya.

Hema berharap, pada tahun 2022, bisa tercapai target pencegahan, sebab bila masih juga tinggi angka kasus kekerasan perempuan dan anak, maka target itu bisa dibilang tidak berhasil.

“Dengan bergeraknya seluruh komponen masyarakat, bisa menurunkan angka tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor
Puluhan Hektar Lahan Area Bandara Atung Bungsu Jadi Santapan Si Jago Merah, Armada STN Turut Berjibaku Lakukan Pemadaman
Ratusan Pendaftar Siap Pecahkan Rekor Bentangkan 2026 Meter Sang Saka Di Atap Dempo 
Pemkot Pagar Alam Dukung Pecahkan Rekor di Atas Awan! Bentang Bendera 2026 Meter di Puncak Dempo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Sumsel

Menemukan Pancasila dalam Pengalaman Hidup Saya

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:26 WIB

Empat Lawang

Bupati Joncik Kukuhkan Paskibraka Empat Lawang

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:51 WIB