Ini Prediksi Luhut dan Sri Mulyani Jika Kasus Covid-19 Mengganas

- Redaksi

Sabtu, 10 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani. Foto: net

Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) semakin ganas yang terlihat dari meningkatnya jumlah penambahan kasus secara harian, jumlah kematian, tingkat pasien aktif, dan dampak ekonomi yang menghantam perekonomian nasional dan global.

Hingga kini, kasus harian Covid-19 di Indonesia pun masih terus tinggi. Data Kementerian Kesehatan pada Jumat kemarin (9/7), ada 38.124 kasus baru Covid-19 yang dilaporkan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19. Dengan begitu jumlah kasus Covid-19 secara total mencapai 2,455 juta orang.

Dua menteri ‘andalan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan padangan terkait kondisi ini. Dipaparkan cnbc indonesia.

Menteri Luhut mengaku telah menyiapkan skenario terburuk jika pandemi Covid-19 di Indonesia semakin ganas. Bahkan, jika kasus positif menyentuh 70.00 kasus per hari.

“Kita sudah hitung worst case, lebih dari 40 ribu gimana suplai oksigen, obat, rumah sakit, semua sudah kami hitung,” tegas Luhut.

Sebagai antisipasi, pemerintah akan menyiapkan Asrama Haji di Pondok Gede pasien covid-19 yang tidak tertampung di beberapa rumah sakit besar seperti RS Wisma Atlet.
Asrama Haji dalam kondisi layak dan sudah dicek langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Luhut mengatakan kapasitasnya bisa untuk 800 pasien.

“Menkes sudah siapkan ICU misalnya RS Asrama Haji di Pondok gede,” terangnya. TNI Polri juga dioptimalkan dengan mendirikan RS Darurat, khususnya wilayah Jakarta dan Surabaya.

Luhut juga memastikan ketersediaan oksigen dalam situasi terburuk seperti tambahan kasus yang mencapai 70 ribu per hari. Begitu juga dengan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Oksigen sampai hari ini sudah kami hitung sudah dibuat skenario oleh tim, sudah bisa sampai 50 ribu bahkan paling jelek kita sudah bikin sampai 60-70 ribu kasus per hari. Tapi kita nggak berharap itu terjadi,” paparnya.

Pemerintah turut memonitor perkembangan covid di luar Jawa Bali. Luhut menyadari ada kenaikan kasus, namun sejauh ini masih dalam kendali dan diharapkan tidak ada kekhawatiran berlebihan.

“Semua kekuatan kita kerahkan dan jangan ada yang underestimate bahwa RI ini tidak bisa mengatasi masalah ini, sampai hari ini ya. Tapi kalau kasus ini lebih nanti dari 40 ribu – 50 ribu akan dibuat skenario siapa yang akan kita minta tolong, sudah mulai kita approach itu semua.” jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga ikut memperjelas bahwa pelaksanaan PPKM Darurat akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III.
Sedangkan di kuartal II tidak akan terganggu karena terjadi lonjakan kasus pada akhir Juni 2021.

Untuk kuartal II, Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi masih akan berada di atas level 7%. Sedangkan kuartal III bisa berada di kisaran 4%-4,6% jika kasus Covid berlangsung lama, dan jika bisa segera ditekan penyebarannya maka bisa bertahan di atas 5%

Jadi untuk kuartal III dan IV ini sangat tergantung pada pelaksanaan PPKM darurat. Seberapa dalam mobilitas harus diturunkan untuk mencegah penularan dan seberapa lama. Dan ini tergantung pada disiplin kita semua,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah menyusun dua skenario untuk keseluruhan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021. Skenario moderat dan juga skenario berat.

Ia menjelaskan, untuk skenario moderat pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 bisa mencapai 4,5%. Dengan syarat lonjakan kasus Covid bisa dikendalikan dan hanya terjadi hingga akhir Juli dan Agustus mulai normal kembali untuk melanjutkan tren pemulihan sebelumnya.

Sedangkan, skenario berat adalah pertumbuhan ekonomi hanya bisa tercapai 3,7%. Di mana dalam skenario ini lonjakan kasus terjadi hingga Agustus dan pemerintah harus tetap menurunkan mobilitas hingga 50%.

“Jadi ini seperti yang saya katakan tadi, seberapa dalam mobilitas yang harus diturunkan dan berapa lama,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat
Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:42 WIB

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan

Selasa, 7 April 2026 - 10:05 WIB

BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Berita Terbaru