Nama : Rifda Sufi Asmaja
Prodi : D3 Gizi
Ikatan/Kaitan Pancasila dengan Diri Saya
Perkenalkan, nama saya Rifda Sufi Asmaja. Saya merupakan mahasiswa Program Studi D3 Gizi di Poltekkes Kemenkes Palembang yang berada di kawasan Sukabangun. Sebagai mahasiswa, saya ingin menjadi pribadi yang berintegritas, berprestasi, berbudi pekerti, dan berbudi luhur.
Setelah menjadi mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Palembang, saya menyadari bahwa kehidupan perkuliahan tidak selalu mudah. Setelah pulang dari kampus, yang sebelumnya mungkin bisa langsung beristirahat, kini saya harus menyelesaikan berbagai tugas dan tanggung jawab lainnya. Meskipun merasa lelah, saya tetap berusaha menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslimah, yaitu melaksanakan salat lima waktu. Bagi saya, menjalankan ibadah tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada Allah Swt. sekaligus penerapan nilai Pancasila, khususnya sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Selain melaksanakan salat lima waktu, saya juga membiasakan diri membaca Al-Qur’an setelah salat Magrib. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara bagi saya untuk menjaga hubungan dengan Tuhan sekaligus membentuk pribadi yang disiplin dalam menjalankan kewajiban.
Sebagai mahasiswa, saya juga selalu berusaha menjaga hubungan baik, keakraban, dan solidaritas dengan sesama mahasiswa agar tercipta lingkungan yang damai dan tenteram. Saya percaya bahwa setiap orang harus saling menghargai, membantu, dan memperlakukan orang lain secara adil dan beradab. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan nilai Pancasila, khususnya sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Sebelum menjadi mahasiswa, saya pernah mengikuti organisasi Pramuka. Dalam organisasi tersebut, saya belajar tentang pentingnya kekompakan dan solidaritas. Salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya adalah ketika saya dan teman-teman mempersiapkan berkas untuk mengikuti seleksi Pramuka Garuda. Kami saling membantu dalam menyelesaikan berbagai persyaratan. Ketika saya menemukan sesuatu yang sulit, teman-teman dengan senang hati membantu tanpa mengharapkan imbalan.
Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa kebersamaan dan saling membantu merupakan hal penting dalam kehidupan. Ketika mendapatkan bantuan dari orang lain, saya juga belajar untuk menghargainya dengan mengucapkan terima kasih. Nilai kebersamaan dan gotong royong tersebut merupakan bentuk penerapan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.
Penerapan nilai Pancasila juga dapat saya lihat dalam kehidupan masyarakat di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Banyuasin III. Saat ini, warga menghadapi keresahan akibat maraknya kasus pencurian sepeda motor. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa khawatir terhadap keamanan lingkungan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, warga berkumpul di balai desa untuk bermusyawarah dan mencari solusi bersama. Dari hasil musyawarah, warga sepakat membuat jadwal ronda malam di sejumlah titik yang menjadi akses keluar dan masuk desa. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan mencegah pelaku pencurian melarikan diri.
Menurut saya, kegiatan tersebut merupakan contoh nyata penerapan sila keempat Pancasila, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Nilai yang terkandung dalam sila tersebut antara lain musyawarah, mufakat, kebijaksanaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Sebagai mahasiswa, saya juga memiliki kewajiban untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Di sisi lain, mahasiswa juga memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan memadai. Salah satunya adalah ruang kelas dan kursi yang sesuai dengan jumlah mahasiswa agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman.
Bagi saya, keseimbangan antara hak dan kewajiban tersebut merupakan bagian dari penerapan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dipelajari di dalam kelas, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui pengalaman sebagai mahasiswa, anggota organisasi, dan bagian dari masyarakat, saya semakin memahami bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari menjalankan kewajiban beragama, menghargai sesama, menjaga persatuan, menyelesaikan masalah melalui musyawarah, hingga memahami keseimbangan antara hak dan kewajiban.








