oleh

Hari Pertama Pemutihan Pajak, Samsat I Palembang Masih Sepi

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Memasuki hari pertama Penghapusan denda Pajak kendaraan bermotor, Jum’at (1/10/2021), di Kantor Pelayanan Samsat I Kota Palembang yang terletak di Jalan Kapten Arivai masih terpantau lenggang atau belum ramai antrian Wajib Pajak (WP) yang memadati pelayanan Samsat.

Terlihat baik di lokasi antrian pembayaran dan antrian pengambilan nomor di Samsat Palembang 1, tidak sepenuhnya terisi dan belum adanya antusias warga dalam untuk mengikuti Program Penghapusan Beban Pajak Kendaraan Bermotor. Namun, masih ada diantaranya Wajib Pajak yang mengantri untuk menggunakan Program ini.

Salah satunya Rizky. Pekerja swasta warga Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I ini mengatakan, jika sudah menjadi rencana hari ini membayar keterlambatan pajak kendaraanya. Ia mengaku telah mengetahui program pemutihan pajak dari pemerintah Provinsi Lewat Brosur yang disebar Whatshapp Grup.

“Ya sengaja datang hari ini karena udah nunggak lama, berhubung dendanya di hapuskan jadi langsung dibayarkan, kebetulan lagi ada uang habis gajian,” katanya.

Menurut dia, Pemerintah harus lebih mensosialisasikan Program ini karena dia sendiri mengetahui itu dari media pesan singkat. “Coba di Sosialisasikan lebih intens mungkin melalui Instagram atau medsos lainya yang saat ini banyak di ikuti masyarakat. Keadaan yang belum ramai ini mungkin karena informasi yang masih terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Palembang I, Firnaz Lustian mengatakan, Sosialisasi sudah di lalukan sejak belum dimulainya program ini.

“Bahkan bukan hanya media Sosial, kami juga melakukan sosialisasi ke sejumlah Mall di Kota Palembang untuk memberikan Informasi kepada masyarakat terkait program pemutihan pajak ini,” kata dia saat ditemui.

Melihat kondisi yang masih sepi, ia mewajarkan karena program ini baru masuk hari pertama. “Wajar karena baru hari pertama dan hari ini hari Jumat, saya kira senin nant sudah akan ramai antrian Wajib Pajak,” jelasnya. (ANA)

Komentar

Berita Hangat Lainya